Indonesia memasuki tahun 2026 dengan berbagai strategi yang diambil oleh perusahaan-perusahaan untuk menghadapi tantangan dan peluang di pasar. Salah satu perusahaan yang menjadi fokus adalah PT DFI Retail Nusantara Tbk (HERO), yang memiliki merek ternama IKEA Indonesia. Perusahaan ini menetapkan target pertumbuhan penjualan yang berkelanjutan, dengan fokus pada peningkatan profitabilitas.
Strategi Utama Pengembangan Bisnis
Diky Risbianto, Head of Communications and Corporate Affairs DFI Retail Nusantara, menjelaskan bahwa strategi utama pengembangan bisnis IKEA di 2026 akan difokuskan pada beberapa aspek penting. Pertama, penguatan kinerja omnichannel dan marketplace. Kedua, optimalisasi rangkaian produk dan harga. Ketiga, pengendalian biaya secara berkelanjutan.
“Memasuki 2026, DFI Nusantara menargetkan pertumbuhan penjualan yang berkelanjutan dengan fokus yang lebih kuat pada peningkatan profitabilitas IKEA Indonesia,” ujar Diky dalam wawancaranya.
Selain itu, IKEA juga akan terus meningkatkan pengalaman pelanggan dan efisiensi operasional sebagai fondasi pertumbuhan jangka panjang. Di tengah tantangan daya beli masyarakat dan persaingan industri home furnishing, penyesuaian strategi harga, produk, dan layanan menjadi fokus utama.
Ekspansi Fisik dan Prioritas Operasional
Terkait ekspansi fisik, IKEA Indonesia belum berencana menambah gerai baru pada 2026. Perseroan akan memprioritaskan penguatan operasional gerai yang ada serta pengembangan kanal digital dan omnichannel.
“Kami belum memiliki rencana untuk menambah gerai baru pada 2026. Prioritas akan difokuskan pada peningkatan efisiensi operasional, optimalisasi produktivitas gerai, dan penguatan kapabilitas digital,” jelas Diky.
Strategi ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap gerai yang ada dapat beroperasi secara optimal, sementara pengembangan digital akan membantu perusahaan mencapai lebih banyak pelanggan melalui berbagai saluran.
Prospek Kuartal I-2026
Untuk kinerja jangka pendek, prospek IKEA Indonesia pada kuartal I-2026 dinilai cukup positif, khususnya menjelang Ramadan. Peningkatan kebutuhan rumah tangga selama periode tersebut diperkirakan akan mendorong permintaan pelanggan.
“Kami optimistis prospek kinerja IKEA Indonesia pada kuartal pertama 2026, khususnya menjelang Ramadan, cukup positif,” kata Diky.
Guna menangkap momentum tersebut, IKEA menyiapkan penawaran produk yang relevan dengan kebutuhan Ramadan dan Lebaran, didukung kampanye promosi terarah, penguatan ketersediaan stok, serta optimalisasi kanal omnichannel dan marketplace.
Kesiapan untuk Momen Spesial
IKEA telah mempersiapkan berbagai inisiatif untuk memenuhi permintaan pelanggan selama momen spesial seperti Ramadan dan Lebaran. Produk-produk yang ditawarkan dirancang agar sesuai dengan kebutuhan masyarakat, sementara kampanye promosi akan dilakukan secara terarah untuk menarik minat konsumen.
Penguatan ketersediaan stok juga menjadi prioritas, sehingga pelanggan tidak mengalami kesulitan dalam mendapatkan barang yang mereka butuhkan. Selain itu, optimalisasi kanal omnichannel dan marketplace akan memastikan bahwa pelanggan dapat dengan mudah mengakses produk IKEA melalui berbagai saluran, baik secara online maupun offline.
Dengan strategi yang terarah dan kesiapan yang matang, IKEA Indonesia siap menghadapi tantangan di tahun 2026 dan terus berkembang dalam industri furnitur rumah tangga.



