Upaya Pemulihan Fasilitas Pendidikan Pasca-Banjir di Aceh Tamiang
Di tengah situasi yang masih memprihatinkan pasca-bencana banjir, ratusan prajurit TNI AD dan relawan turun tangan untuk membantu membersihkan SMA Al-Jamiatul Washliyah di Kecamatan Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang. Aksi ini dilakukan pada Sabtu (3/1/2025) sebagai bagian dari upaya percepatan pemulihan fasilitas pendidikan yang terdampak banjir.
Sebelumnya, sekolah tersebut mengalami kerusakan cukup parah akibat banjir. Halaman, ruang kelas, serta fasilitas pendukung lainnya dipenuhi lumpur, sampah, dan material yang terbawa arus. Situasi ini tidak hanya mengganggu proses belajar mengajar, tetapi juga berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan bagi warga sekolah.
Dalam kegiatan pembersihan tersebut, para prajurit TNI AD bersama relawan bergotong-royong membersihkan lingkungan sekolah dengan menggunakan peralatan sederhana seperti cangkul, sekop, selang air, dan alat kebersihan lainnya. Fokus pembersihan difokuskan pada halaman sekolah, selokan, ruang-ruang kelas, serta fasilitas umum agar dapat kembali digunakan secara aman dan layak.
Pembersihan dilaksanakan secara terkoordinasi dan bertahap, dengan mengedepankan keselamatan serta efektivitas kerja. Pihak sekolah dan masyarakat sekitar menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan. Mereka mengaku sangat terbantu dengan keterlibatan langsung prajurit TNI AD dan relawan dalam mempercepat pemulihan lingkungan sekolah, mengingat keterbatasan tenaga dan peralatan yang dimiliki pascabencana.
Melalui kegiatan ini, diharapkan proses pemulihan fasilitas pendidikan dapat segera tuntas sehingga aktivitas belajar mengajar di SMA Al-Jamiatul Washliyah dapat kembali berlangsung secara normal.

Bangunan yang rusak diterjang banjir bandang di Pondok Pesantren Islam Terpadu Al Hidayah, Desa Sidodadi, Aceh Tamiang. Sebanyak 60 persen bangunan di pondok pesantren tersebut hancur meliputi bangunan asrama, ruang kelas dan fasilitas belajar mengajar. Menurut pengurus pesantren, aktivitas belajar mengajar akan kembali normal pada pertengahan bulan Januari mendatang dengan menggunakan gedung mushola dan ruang guru.
Sementara itu, personel Brimob Polri juga turut serta dalam membantu pembersihan fasilitas pendidikan terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang. Melalui pengerahan personel Korps Brimob, Polri melaksanakan bakti sosial di SD Negeri 1 Karang Baru, Desa Tanjung Karang, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang.
Kepala SD Negeri 1 Karang Baru Neti Suriyah dalam keterangan diterima di Jakarta, Sabtu, mengapresiasi bantuan yang diberikan Polri. “Kami mengucapkan ribuan terima kasih kepada Bapak Kapolri yang sudah mengirimkan pasukan Brimob ke sekolah kami untuk membantu membersihkan lingkungan sekolah kami,” ujar dia.
Kegiatan pembersihan dilakukan untuk memastikan lingkungan sekolah kembali bersih dan layak digunakan setelah terdampak banjir. Personel Brimob membersihkan ruang kelas, halaman sekolah serta fasilitas pendukung lainnya agar proses belajar mengajar dapat segera berjalan normal.
Neti mengatakan langkah cepat tersebut sangat membantu pihak sekolah dalam menyiapkan sarana pendidikan menjelang hari pertama masuk sekolah. “Sehingga nanti pada tanggal 5 Januari 2026, kami bisa melaksanakan pembelajaran di sekolah kami seperti biasanya,” ucap Neti.
Dengan selesainya kegiatan pembersihan, SD Negeri 1 Karang Baru dipastikan siap digunakan untuk kegiatan belajar mengajar pada hari pertama masuk sekolah. Bantuan tersebut juga memberikan kepastian dan rasa aman bagi guru, siswa serta orang tua murid.
Aksi kemanusiaan tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri dalam membantu pemulihan kehidupan masyarakat pascabencana, khususnya di sektor pendidikan. Sejalan dengan arahan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Polri terus hadir tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga dalam misi kemanusiaan dan sosial di wilayah terdampak bencana.



