BANDA ACEH, Indonesiadiscover.com
Pulau Sabang di Aceh mengalami penurunan jumlah wisatawan yang berkunjung selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. Hal ini terlihat dari data jumlah penumpang yang berangkat dari Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue Banda Aceh menuju Pulau Sabang.
Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Sub Pelabuhan Ulee Lheue Banda Aceh, Husaini, menyampaikan bahwa terjadi penurunan hingga 40 persen pada tahun ini dibandingkan dengan libur Nataru sebelumnya.
“Jumlah penumpang ke Sabang rata-rata harian mengalami penurunan 40 persen jika dibandingkan dengan libur Natal dan Tahun Baru sebelumnya,” ujar Husaini di Banda Aceh, Rabu (31/12/2025).
Menurut Husaini, penurunan ini disebabkan oleh bencana banjir dan longsor yang terjadi pada akhir November 2025. Bencana hidrometeorologi tersebut membuat banyak akses jalan di Aceh terputus, khususnya jalur darat yang menjadi penghubung utama menuju Pulau Sabang.
Sebelumnya, pada libur Nataru 2024/2025, jumlah penumpang ke Sabang dari pelabuhan Ulee Lheue Banda Aceh berkisar antara 3.000 hingga 4.000 orang per hari. Namun, pada Nataru 2025/2026, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Sabang tidak sampai setengah dari angka tersebut.
Data menunjukkan bahwa pada 28 Desember 2025, hanya ada 2.781 wisatawan yang tiba di Sabang. Sementara itu, pada periode yang sama tahun lalu, jumlahnya mencapai 4.219 orang.
Pada 29 Desember 2025, jumlah penumpang mencapai 2.331 orang, sedangkan pada tahun sebelumnya mencapai 4.389 orang. Pada 30 Desember 2025, hanya ada 2.023 wisatawan, sementara pada tahun sebelumnya jumlahnya mencapai 3.400 orang.
Husaini menjelaskan bahwa persentase penurunan penumpang pada 28 Desember 2025 adalah kurang dari 34 persen, 29 Desember 47 persen, dan 30 Desember 41 persen.
Beberapa faktor yang memengaruhi penurunan ini antara lain:
- Kondisi jalan yang rusak akibat bencana alam, sehingga menghambat perjalanan dari Banda Aceh ke Pulau Sabang.
- Kurangnya akses transportasi laut karena cuaca buruk dan kondisi pelabuhan yang belum sepenuhnya pulih.
- Kesadaran masyarakat untuk menghindari daerah yang masih dalam proses pemulihan pasca-bencana.
Selain itu, beberapa wisatawan juga memilih untuk tidak melakukan perjalanan ke Sabang karena khawatir akan risiko keselamatan dan kenyamanan selama perjalanan.
Meskipun jumlah wisatawan menurun, pihak pelabuhan tetap berupaya untuk memberikan pelayanan terbaik kepada para penumpang yang datang. Mereka juga terus memantau kondisi jalan dan pelabuhan agar dapat segera pulih dan siap menerima kunjungan wisatawan kembali.
Dengan adanya upaya pemulihan dan perbaikan infrastruktur, diharapkan jumlah wisatawan ke Pulau Sabang dapat kembali meningkat pada liburan berikutnya.



