Harga Pangan di Pasar Tradisional Maluku Utara Tahun 2025
Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional, yang dikelola oleh Bank Indonesia, mencatat kenaikan harga beberapa komoditas pangan di pasar tradisional Maluku Utara pada Senin, 29 Desember 2025. Salah satu komoditas yang mengalami kenaikan signifikan adalah cabai rawit merah, yang mencapai harga Rp95.000 per kilogram (kg).
Berdasarkan data PIHPS hingga pukul 13.20 WIT, harga pangan di tingkat pedagang eceran di Maluku Utara tercatat sebagai berikut:
- Bawang merah: Rp68.750 per kg
- Bawang putih: Rp55.000 per kg
Selain bawang, harga beras juga mengalami variasi berdasarkan kualitasnya:
- Beras kualitas bawah I: Rp15.500 per kg
- Beras kualitas bawah II: Rp17.500 per kg
- Beras kualitas medium I: Rp17.750 per kg
- Beras kualitas medium II: Rp17.000 per kg
- Beras kualitas super I: Rp18.750 per kg
- Beras kualitas super II: Rp18.250 per kg
Komoditas cabai lainnya juga tercatat dengan harga yang relatif tinggi:
- Cabai merah besar: Rp42.500 per kg
- Cabai keriting: Rp70.000 per kg
- Cabai rawit hijau: Rp80.000 per kg
Selain cabai dan beras, harga daging juga menjadi perhatian khusus:
- Daging ayam ras segar: Rp45.250 per kg
- Daging sapi: Rp145.000 per kg
Beberapa komoditas lainnya seperti gula pasir lokal dan minyak goreng juga mengalami kenaikan harga:
- Gula pasir lokal: Rp20.500 per kg
- Minyak goreng curah: Rp23.000 per liter
- Minyak goreng kemasan bermerek I: Rp25.000 per liter
- Minyak goreng kemasan bermerek II: Rp21.500 per liter
Selain itu, rata-rata harga telur ayam ras segar di Maluku Utara tercatat mencapai Rp38.750 per kg.
Faktor yang Mempengaruhi Kenaikan Harga Pangan
Kenaikan harga pangan di Maluku Utara dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk musim penghujan yang memengaruhi produksi pertanian, kenaikan biaya transportasi, serta permintaan yang meningkat menjelang akhir tahun. Selain itu, inflasi nasional dan fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing juga turut berkontribusi pada kenaikan harga barang kebutuhan pokok.
Dampak pada Masyarakat
Kenaikan harga pangan ini tentu memberikan dampak langsung kepada masyarakat, terutama kelompok ekonomi menengah ke bawah. Banyak keluarga yang mulai merasa kesulitan dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. Namun, pemerintah setempat dan lembaga terkait seperti Bank Indonesia terus memantau situasi ini untuk menstabilkan harga dan memastikan ketersediaan pangan tetap terjaga.
Upaya Pemerintah dan Stakeholder
Untuk mengatasi kenaikan harga pangan, pemerintah daerah bersama dengan stakeholder terkait sedang melakukan berbagai langkah strategis. Beberapa di antaranya meliputi:
- Menjalin kerja sama dengan petani lokal untuk meningkatkan produksi bahan pangan
- Mempercepat distribusi pangan dari daerah penghasil ke daerah konsumsi
- Melakukan operasi pasar untuk menstabilkan harga di tingkat masyarakat
- Memberikan subsidi atau bantuan sosial kepada keluarga miskin dan rentan
Dengan upaya tersebut, diharapkan harga pangan di Maluku Utara dapat kembali stabil dan tidak memberatkan masyarakat.


