Pendekatan Strategis dalam Melestarikan Seni Tradisional
Pemanfaatan media hiperlokal menjadi pendekatan strategis dalam menjaga keberlanjutan seni tradisi berbasis komunitas. Hal ini terlihat dari pelaksanaan Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) 2025 di Komunitas Seni Bali Buja, Desa Tlogo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten. Program ini merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat oleh dosen dan mahasiswa Fakultas Komunikasi dan Desain Kreatif Universitas Budi Luhur.
Kegiatan PISN 2025 berlangsung bertahap sejak Oktober hingga Desember 2025 dengan fokus pada penerapan inovasi media digital di komunitas seni. Menurut Ketua Tim Pelaksana Rocky Prasetyo Jati, kegiatan ini mencakup sosialisasi program, pelatihan teknis produksi media, penerapan perangkat teknologi, serta evaluasi dan perencanaan keberlanjutan. Media hiperlokal melalui kanal YouTube Galuh Prambanan TV dimanfaatkan sebagai sarana dokumentasi dan distribusi aktivitas seni Bali Buja.
Sosialisasi dan Pelatihan Teknis
Pada tahap awal, tim pelaksana bersama pengurus Bali Buja dan tim media komunitas melakukan pemetaan kebutuhan terkait dokumentasi seni tradisi dan pengelolaan media digital. Diskusi ini menegaskan pentingnya penguatan sistem publikasi seni agar aktivitas budaya tidak hanya dinikmati secara langsung di pendopo, tetapi juga dapat diakses melalui platform digital.
Tahapan berikutnya diisi dengan pelatihan teknis produksi dan manajemen konten digital yang digelar bersamaan dengan aktivitas rutin komunitas. Peserta mendapatkan pendampingan pengoperasian kamera HD, pengaturan audio gamelan dan vokal, hingga teknik pengemasan konten budaya untuk media sosial. Pendekatan praktik langsung memungkinkan peserta memahami penggunaan teknologi secara kontekstual.
Dampak Pemanfaatan Media Digital
Dampak pemanfaatan media digital mulai dirasakan oleh Komunitas Seni Bali Buja. Aktivitas karawitan Minggu malam menunjukkan perkembangan partisipasi dan jangkauan audiens. Sekarang yang hadir tidak hanya komunitas seni dari Klaten, tetapi juga dari Boyolali dan Surakarta. Media sosial membuat kegiatan Minggu malam ini semakin dikenal dan diminati.
Perkembangan tersebut menunjukkan peran media hiperlokal dalam memperluas jejaring seni tradisi di wilayah Jawa Tengah. Kualitas dokumentasi dan siaran kegiatan seni juga meningkat seiring penerapan teknologi produksi. Sejumlah pemuda Bali Buja mulai terlibat aktif sebagai operator kamera, teknisi audio, dan pengelola konten digital. Keterlibatan ini menjadi penanda tumbuhnya kemandirian media komunitas dalam mendukung keberlanjutan seni tradisi.
Evaluasi dan Perencanaan Keberlanjutan
Pada tahap evaluasi, kegiatan difokuskan pada peninjauan capaian program dan perumusan langkah lanjutan. Penguatan peran Tim Media Komunitas Bali Buja menjadi salah satu hasil penting dari proses ini. Salah satu hasil pentingnya adalah penguatan peran Tim Media Komunitas Bali Buja sebagai pengelola Galuh Prambanan TV, termasuk pengembangan arsip digital, optimalisasi media sosial, dan perencanaan produksi konten dokumenter seni.
Program PISN 2025 dilaksanakan oleh tim pelaksana yang diketuai Rocky Prasetyo Jati dengan anggota Fatma Misky dan Julaiha Probo Anggraini. Kegiatan juga melibatkan mahasiswa dalam dokumentasi, pendampingan teknis, dan pengelolaan publikasi digital. Program ini merupakan bagian dari Program Inovasi Seni Nusantara 2025 yang didukung Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Budi Luhur. Pendanaan bersumber dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat serta Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi.



