Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Thursday, 1 October 2026
    Trending
    • Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • 6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi
    • Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027
    • 6 alasan mengapa media sosial membuat anak-anak yang mulai remaja merasa menderita menurut psikologi
    • 5 zodiak dengan ramalan keuangan paling cerah September 2026, karier hingga relasi jadi kuncinya!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • Dua tahun Prabowo: Antara negara kuat dan pemerintahan efektif
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
    Indonesia Discover
    Login
    Indonesia Discover
    • Nasional
    • Internasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Ragam
    • Olahraga
    • Login
    Home»Nasional»Ekonomi»Ketimpangan Global Memburuk! 60 Ribu Orang Terkaya Miliki Kekayaan Sama dengan Setengah Penduduk Bumi
    Ekonomi

    Ketimpangan Global Memburuk! 60 Ribu Orang Terkaya Miliki Kekayaan Sama dengan Setengah Penduduk Bumi

    admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover26 December 2025No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Ketidaksetaraan Global yang Mengkhawatirkan

    Laporan Ketidaksetaraan Global 2026 mengungkapkan data yang mengejutkan dan menyedihkan tentang pertumbuhan jurang ekonomi yang semakin dalam. Dalam laporan ini, terlihat bahwa kekayaan di dunia terkonsentrasi secara sangat tidak merata, dengan sejumlah kecil individu memiliki harta yang jauh lebih besar dibandingkan populasi yang lebih besar.

    Data menunjukkan bahwa hanya sekitar 60.000 orang terkaya di dunia kini menguasai aset tiga kali lipat lebih besar dibandingkan gabungan harta milik 50% penduduk terbawah. Angka ini menunjukkan bahwa kelompok elite tersebut hanya mewakili 0,001% dari populasi dunia. Hal ini mencerminkan ketimpangan yang sangat signifikan dalam distribusi kesejahteraan global.

    Berikut adalah poin-poin penting yang disajikan dalam laporan tersebut:

    • Kelompok Elite (0,001%): Hanya sekitar 60.000 miliarder.
    • Kelompok Terbawah (50%): Sekitar 4 miliar penduduk manusia.
    • Perbandingan Kekayaan: Kelompok elite memiliki 3X lipat lebih banyak daripada seluruh harta gabungan 4 miliar orang tersebut.

    Laporan ini dirancang oleh lebih dari 200 peneliti dan diterbitkan pada Rabu, 17 Desember 2025. Studi ini menunjukkan bahwa kesenjangan ekonomi tidak hanya terjadi dalam hal kekayaan, tetapi juga dalam berbagai aspek lainnya. Sebab, 1/10 penduduk terkaya di dunia kini memiliki hampir tiga perempat dari seluruh kekayaan. Sementara itu, separuh penduduk termiskin hanya memiliki kurang dari 2%.

    Selain itu, pendapatan juga dibagi secara tidak merata. 10% teratas menghasilkan lebih banyak daripada gabungan 90% sisanya, sementara separuh penduduk termiskin hanya memperoleh kurang dari 1/10 pendapatan global.

    “Akibatnya adalah dunia di mana minoritas kecil menguasai kekuatan finansial yang belum pernah terjadi sebelumnya, sementara miliaran orang terpinggirkan, bahkan dari stabilitas ekonomi dasar,” demikian laporan penelitian tersebut.

    Kesenjangan Berdasarkan Gender

    Kesenjangan upah berdasarkan gender tetap ada di semua wilayah dan terdapat di berbagai bagian dunia. Kaum perempuan hanya memperoleh sedikit lebih dari seperempat pendapatan tenaga kerja global. Angka ini tidak berubah sejak tahun 1990.

    Perbedaan Pengeluaran Pendidikan

    Laporan itu juga menyatakan kesenjangan global sudah terlihat jauh sebelum orang-orang memasuki pasar kerja. Rata-rata pengeluaran pendidikan publik per siswa usia sekolah sekitar $230 per tahun di Afrika Sub-Sahara, dibandingkan dengan $8.600 di Eropa dan $10.500 di Amerika Utara dan Oseania. Angka-angka ini mencerminkan rasio lebih dari 40 banding 1.

    Studi tersebut menunjukkan negara-negara miskin tertekan oleh sistem keuangan global yang condong ke negara-negara kaya.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    admin_indonesiadiscover
    • Website

    Berita Terkait

    Konsumen semakin peduli lingkungan, tetapi pilihan produk berkelanjutan masih terbatas

    31 August 2026

    Investasi Asing dan Masa Depan Perumahan Indonesia

    31 August 2026

    Saksi Perjuangan Siswa SD Mencari Ilmu di Bandung Barat

    30 August 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

    27 September 2026

    PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain

    16 September 2026

    6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi

    16 September 2026

    Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027

    16 September 2026
    TAGS
    akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
    © 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?