Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Minggu, 3 Mei 2026
Trending
  • Pedagogi Abad ke-21: Saat Pesantren Thailand Mencetak Founder Startup yang Hafiz
  • Hasil Kejurnas ORADO 2026: Bangka Belitung Juara Senior, Sulawesi Selatan Juara Junior
  • 5 desain pagar stainless terkini untuk tampilan mewah
  • Klasemen Moto3 Moto2 MotoGP Spanyol 2026: Live Streaming, Poin Veda Ega, Mario, Marquez
  • Harga Emas Pegadaian Senin 27 April 2026: Galeri 24, Antam, UBS Stagnan Sejak Sabtu
  • 5 model teralis pintu 2 daun terkini, aman dan indah
  • 5 Zodiak Dengan Ramalan Bintang Sempurna Pada 27 April 2026: Virgo Bawa Keberuntungan
  • Apa Itu Motif Pagar Lisplang? Kenali Pesonanya
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Pariwisata»Bali sepi, pengemudi dan pemandu wisata kecewa dengan tamu sedikit, PHRI: turis tiba di akhir tahun baru
Pariwisata

Bali sepi, pengemudi dan pemandu wisata kecewa dengan tamu sedikit, PHRI: turis tiba di akhir tahun baru

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover26 Desember 2025Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Kondisi Pariwisata Bali yang Sepi Jelang Nataru 2026

Di tengah kondisi pariwisata Bali yang sepi menjelang akhir tahun 2025, para pelaku industri pariwisata mengalami tantangan besar. Saat ini, suasana di Kuta, Badung, dan kawasan wisata lainnya terlihat jauh dari kebiasaan biasanya. Tidak ada kepadatan kendaraan atau kemacetan di sekitar Jalan Sunset Road, Legian, atau area pusat pariwisata Bali.

Para driver pariwisata di Bali juga mengeluhkan penurunan jumlah penumpang. Hal ini membuat kondisi ini viral di media sosial. Banyak narasi perbandingan antara penerbangan menuju Chiang Mai, Thailand, yang lebih ramai dibandingkan penerbangan ke Pulau Dewata menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Ketua Forum Perjuangan Driver Pariwisata Bali (FPDPB), Made Darmayasa, mengakui bahwa jumlah wisatawan menurun saat menjelang libur Nataru 2026. “Saat ini, penurunan wisatawan mencapai sekitar 40 persen,” ujarnya. Ia juga menyebut bahwa penurunan ini sudah dirasakan sejak pertengahan Oktober lalu.

Menurut Darmayasa, beberapa faktor memengaruhi penurunan kunjungan wisatawan asing ke Bali. Di antaranya adalah dampak ekonomi global yang mengurangi daya beli, munculnya akomodasi liar, isu infrastruktur seperti sampah dan kemacetan, serta tata kelola transportasi yang tidak optimal. Selain itu, isu bencana alam juga sempat berpengaruh meskipun bukan penyebab utama.

Tidak hanya para driver, tour guide juga merasakan penurunan jumlah wisatawan. Agus Indrawan, salah satu tour guide di Bali, mengatakan bahwa perubahan drastis kedatangan turis sangat terasa. “Bisa dibilang 80 persen turun dibanding dua tahun dan tahun lalu,” katanya.

Beberapa narasi mengatakan bahwa kondisi pariwisata Bali saat ini mirip dengan masa pandemi Covid-19 pada 2019-2021. Namun, Agus menegaskan bahwa bedanya adalah saat ini masih ada turis yang datang, meskipun jumlahnya sedikit. Ia juga menyebut bahwa banyak turis mengeluh tentang kemacetan dan isu banjir di Bali.

Meski begitu, Agus bersyukur bahwa mulai beberapa minggu terakhir, ada peningkatan jumlah tamu yang menggunakan jasanya. Ia juga menyebut bahwa pengunjung ke Pura Uluwatu cukup ramai.

Bali Mulai Bangkit

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Badung I Gusti Ngurah Rai Suryawijaya memberikan kabar baik bagi pelaku pariwisata. Menurutnya, mulai 20 Desember 2025, turis sudah mulai masuk ke Bali. “Bali sudah mulai bangkit ya untuk Christmas-nya sampai tanggal 27 (Desember 2025). Untuk periode Christmas-nya sudah meningkat tingkat huniannya,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa karakteristik wisatawan saat ini sering kali memesan secara last minute melalui online travel agent (OTA). Hampir 70 persen bisnis pariwisata menggunakan OTA, sehingga banyak turis yang datang secara last minute.

Banjir menjadi salah satu isu yang mengkhawatirkan wisatawan. Berita banjir yang viral di media nasional maupun internasional telah memengaruhi persepsi wisatawan terhadap Bali.

Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Puspa, juga menyampaikan bahwa kondisi pariwisata di Bali sudah mulai membaik. Data penumpang pax internasional Bandara Ngurah Rai Bali menunjukkan peningkatan. Meskipun terjadi fluktuasi, jumlah kunjungan wisatawan asing mulai meningkat.

Pastikan Bali Tak Kalah dari Thailand

Menurut Ketua PHRI Badung, Bali tidak menjadi second choice bagi wisatawan asing. “Bali sudah lama dikenal dan memiliki banyak repeat guest. Wisatawan ingin mencoba destinasi baru seperti Chiang Mai, Vietnam, Filipina,” ujarnya.

Rai menekankan pentingnya komitmen bersama untuk mengatasi isu-isu negatif yang viral di media sosial. Ia juga menilai bahwa Bali harus tetap menjaga keunikan budaya dan tradisi serta sifat ramah dan hospitable masyarakat Bali.

General Manager The Nusa Dua, I Made Agus Dwiatmika, menilai isu wisman lebih memilih Thailand sebagai tantangan. Ia yakin bahwa Bali masih diminati karena daya tarik uniknya.

Analisis Berita Negatif

Ketua Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) Bali Komang Artana menyebut bahwa okupansi hotel di Bali sebelum 20 Desember 2025 masih rendah. Okupansi rata-rata di bawah 65 persen. Penurunan ini disebabkan oleh pemberitaan negatif terhadap Bali, termasuk isu banjir, kemacetan, dan sampah.

Selain itu, semakin banyaknya akomodasi pariwisata di Bali juga memengaruhi okupansi. Akomodasi ilegal yang terdaftar di online juga ikut berkontribusi. Meski demikian, setelah 20 Desember, booking hotel mulai meningkat. Pada akhir tahun, rata-rata booking hotel di Bali mencapai 85 persen ke atas.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Jadwal KA Minangkabau Ekspres 2026: Pulau Air–BIM PP, Tiket Rp 10 Ribu

30 April 2026

Itinerary Hong Kong Ocean Park & Tur Panda 1 Hari dengan Budget Rp 1 Jutaan

30 April 2026

14 Oleh-Oleh Populer di Toko Don Quijote yang Diserbu Wisatawan

30 April 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Pedagogi Abad ke-21: Saat Pesantren Thailand Mencetak Founder Startup yang Hafiz

3 Mei 2026

Hasil Kejurnas ORADO 2026: Bangka Belitung Juara Senior, Sulawesi Selatan Juara Junior

3 Mei 2026

5 desain pagar stainless terkini untuk tampilan mewah

3 Mei 2026

Klasemen Moto3 Moto2 MotoGP Spanyol 2026: Live Streaming, Poin Veda Ega, Mario, Marquez

3 Mei 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?