Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Sunday, 25 October 2026
Trending
  • Ubah kardus bekas jadi rak buku cantik, ini bahan dan caranya
  • 5 rekomendasi soto seger di Sragen untuk kulineran, ada yang legendaris sejak 1953
  • Kenapa setiap ada demo, IHSG yang merah berubah jadi hijau?
  • Honda City Hatchback dapat penyegaran jadi makin canggih, harga mulai Rp 420 jutaan
  • 5 film romansa Inggris dengan cerita right person, wrong time
  • Pesona Braga: Jejak Eropa di Jantung Bandung
  • 6 alasan mengapa olahraga dapat mempersatukan orang, bahkan yang awalnya tidak saling mengenal
  • Rumah industri paper bag ludes terbakar, BPBD Bali catat 16 kejadian bencana dalam sepekan
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Pariwisata»Telinga berdenging saat terbang? Cek risiko ear barotrauma di sini!
Pariwisata

Telinga berdenging saat terbang? Cek risiko ear barotrauma di sini!

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover22 December 2025No Comments2 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link



Telinga yang terasa berdenging atau tersumbat saat melakukan perjalanan udara sering kali menjadi masalah yang mengganggu. Hal ini disebabkan oleh perubahan tekanan udara yang tiba-tiba, yang bisa memengaruhi keseimbangan telinga tengah. Kondisi ini dikenal dengan istilah ear barotrauma atau aerotitis.

Apa Itu Ear Barotrauma?

Ear barotrauma terjadi ketika tekanan udara di lingkungan sekitar tidak seimbang dengan tekanan di dalam telinga. Kondisi ini umumnya dialami saat seseorang naik ke ketinggian, seperti dalam penerbangan, menggunakan lift di gedung tinggi, atau menyelam. Saat pesawat lepas landas atau mendarat, perubahan tekanan tersebut dapat menyebabkan gendang telinga tidak bergetar secara normal, sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman.

Meski biasanya bersifat sementara, kondisi ini bisa sangat mengganggu dan bahkan berpotensi menyebabkan gangguan pendengaran jika tidak segera ditangani.

Gejala yang Muncul

Beberapa gejala umum dari ear barotrauma meliputi:

  • Rasa tidak nyaman di telinga
  • Telinga terasa tersumbat
  • Pendengaran terganggu hingga hilang

Dalam kasus yang lebih parah, penderita mungkin mengalami:

  • Rasa nyeri tinggi
  • Tekanan di telinga
  • Hilangnya pendengaran
  • Telinga mendenging
  • Vertigo
  • Pendarahan di telinga

Jika gejala-gejala tersebut bertahan selama beberapa hari, disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter agar dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Siapa yang Berisiko Terkena?

Risiko mengalami ear barotrauma meningkat apabila seseorang sedang mengalami demam, flu, atau alergi yang menyebabkan hidung tersumbat. Kondisi ini dapat memicu peradangan pada saluran eustachius, yaitu saluran penghubung antara telinga tengah dan tenggorokan. Akibatnya, telinga sulit menyeimbangkan tekanan.

Bayi dan anak-anak kecil juga cenderung lebih rentan karena saluran eustachius mereka masih kecil dan belum berkembang sepenuhnya. Selain itu, orang-orang dengan bentuk tubuh abnormal, seperti polip hidung atau septum hidung bengkok, serta mereka yang memiliki infeksi atau penyakit pada pendengaran, juga lebih rentan terhadap kondisi ini.

Cara Menghindari atau Mengobati

Untuk mencegah atau mengurangi risiko ear barotrauma, ada beberapa cara yang bisa dilakukan:

  • Tetap terjaga saat akan terbang atau mendarat.
  • Lakukan gerakan menelan, mengunyah, atau menguap, terutama saat pesawat sedang lepas landas atau mendarat.
  • Hindari terbang saat sedang mengalami infeksi pada pernapasan atau pendengaran.
  • Minum obat alergi sekitar satu jam sebelum pesawat lepas landas.
  • Lakukan Gerakan Valsalva: cubit hidung dan tiup melalui hidung perlahan-lahan sambil mulut tertutup. Ulangi beberapa kali, terutama saat mendarat.
  • Gunakan semprotan hidung untuk mengurangi hidung tersumbat.

Dengan melakukan langkah-langkah di atas, risiko terjadinya ear barotrauma dapat diminimalisir. Namun, jika gejala tetap terasa setelah beberapa hari, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter untuk penanganan yang tepat.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Pesona Braga: Jejak Eropa di Jantung Bandung

24 October 2026

Jadwal Kapal Pelni KM Labobar Hingga 25 November,Fakfak-Jakarta 3Kali Lewat Kaimana,Dobo,Makassar

24 October 2026

Pesona Skyline Hong Kong: 5 Destinasi Terbaik, Ada yang Gratis!

22 October 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Ubah kardus bekas jadi rak buku cantik, ini bahan dan caranya

25 October 2026

5 rekomendasi soto seger di Sragen untuk kulineran, ada yang legendaris sejak 1953

25 October 2026

Kenapa setiap ada demo, IHSG yang merah berubah jadi hijau?

24 October 2026

Honda City Hatchback dapat penyegaran jadi makin canggih, harga mulai Rp 420 jutaan

24 October 2026
TAGS
akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?