Pada masa lalu, ketika teknologi belum sehebat sekarang, banyak orang yang masih mampu mengingat nomor telepon rumah, nomor teman dekat, atau bahkan nomor pribadi yang sudah tidak digunakan lagi. Angka-angka tersebut terus tersimpan rapi dalam pikiran, seolah menjadi bagian dari identitas seseorang. Namun, kini di era smartphone, banyak orang justru tidak bisa mengingat nomor telepon pasangan mereka sendiri. Semua informasi disimpan dalam perangkat elektronik.
Menurut sebuah artikel yang sempat viral, berikut ini adalah tujuh kemampuan memori penting yang dulu kuat, tetapi kini semakin melemah karena ketergantungan pada teknologi:
1. Kemampuan Menyimpan Informasi di Kepala (Working Memory)
Dulunya, orang terbiasa menghafal nomor sambil berjalan menuju telepon. Informasi disimpan di otak selama beberapa menit tanpa bantuan alat. Itulah yang disebut working memory atau memori kerja. Ia seperti catatan tempel di otak. Semakin sering digunakan, semakin kuat daya ingat ini.
Sekarang, banyak orang bahkan tidak mau menahan informasi selama 10 detik karena langsung disimpan di ponsel. Padahal, otak justru perlu dilatih agar tetap tajam.
2. Kemampuan Mengelompokkan dan Melihat Pola
Menghafal nomor melatih otak mengenali pola. Misalnya membagi angka menjadi beberapa bagian atau mengingat angka yang berulang. Teknik ini disebut chunking, dan sangat penting untuk menghafal hal kompleks seperti bahasa, musik, atau pidato. Tanpa sadar, generasi lalu sudah melatihnya sejak kecil.
3. Mengingat Tanpa Bantuan (Recall), Bukan Sekadar Mengenali
Sekarang kita mengenali nama di kontak, bukan mengingatnya. Ini disebut recognition, yang jauh lebih mudah daripada recall.
Padahal, daya ingat sejati adalah kemampuan memanggil informasi tanpa petunjuk. Orang yang bisa berbicara tanpa catatan atau mengingat detail lama adalah hasil latihan recall yang kuat.
4. Daya Ingat Arah dan Ruang
Sebelum GPS, orang harus memperhatikan jalan, patokan, dan rute. Dari situ, otak membangun peta mental.
Kini, kita bisa sampai tujuan tanpa tahu bagaimana jalurnya. Akibatnya, memori spasial dan kesadaran lingkungan ikut melemah.
5. Kekuatan Mengulang Tanpa Bosan
Menghafal nomor berarti mengulangnya berkali-kali. Ini disebut rehearsal, teknik dasar memperkuat memori.
Sekarang, rasa bosan langsung dihindari dengan membuka ponsel. Padahal, pengulangan kecil adalah kunci agar informasi melekat kuat.
6. Menahan Dorongan “Nanti Tinggal Cari di Google”
Kebiasaan bergantung pada pencarian membuat otak malas menyimpan informasi. Lama-lama, otak kehilangan kepercayaan diri untuk mengingat.
Setiap kali kita memilih untuk mencoba mengingat sebelum mencari, kita sedang melatih fokus dan perhatian, yang merupakan fondasi memori.
7. Mengaitkan Memori dengan Cerita
Dulu, nomor telepon bukan sekadar angka, tapi terhubung dengan teman, rumah, dan pengalaman. Inilah yang membuatnya mudah diingat.
Otak menyukai cerita. Ketika informasi dikaitkan dengan emosi dan kejadian, ia lebih mudah disimpan dalam jangka panjang.
Dengan perkembangan teknologi yang pesat, kita cenderung mengandalkan alat-alat digital untuk menyimpan informasi. Namun, hal ini juga berdampak pada kemampuan memori manusia. Jika tidak dilatih secara rutin, kemampuan seperti working memory, chunking, recall, dan lainnya akan semakin melemah. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk tetap melatih otak dengan cara-cara tradisional, seperti menghafal, mengulang, dan mengaitkan informasi dengan cerita. Dengan demikian, kita tetap bisa menjaga fungsi otak agar tetap tajam dan aktif.



