Perbedaan Niqab dan Khimar yang Perlu Kamu Ketahui
Istilah niqab dan khimar mungkin sudah tidak asing lagi bagi kamu, terutama jika sering membicarakan busana muslimah. Kedua item fashion ini memang selalu menjadi bagian dari pakaian perempuan Muslim. Namun, beberapa orang mungkin masih bingung membedakan antara niqab dan khimar karena keduanya sama-sama berkaitan dengan penutup aurat. Padahal, sebenarnya ada perbedaan yang cukup jelas antara keduanya. Berikut adalah lima perbedaan utama antara niqab dan khimar yang bisa kamu ketahui.
1. Sejarah Niqab vs Khimar
Niqab merupakan salah satu bentuk busana yang telah digunakan oleh sebagian perempuan sejak masa Jahiliyah. Jenis pakaian ini terus berlanjut hingga masa Islam tiba. Pada masa Nabi Muhammad saw, penggunaan niqab tidak dipermasalahkan, namun juga tidak sampai diwajibkan, dianjurkan, ataupun disunahkan. Pada saat itu, pemakaian niqab awalnya terkait dengan norma sosial dan budaya untuk menjaga kehormatan perempuan di ruang publik. Seiring waktu, niqab menjadi simbol kesopanan dan privasi yang tetap dipilih oleh sebagian perempuan Muslim di berbagai negara.
Sementara itu, khimar memiliki sejarah yang berbeda. Kata “khimar” sendiri berasal dari bahasa Arab yang berarti “penutup kepala”. Pada masa Rasulullah saw, khimar memiliki dua bentuk, yaitu khimar polos (sadzij) dan khimar yang dicelup dengan pewarna maupun minyak (mashbugh). Dalam salah satu hadis disebutkan bahwa Aisyah pernah mengenakan khimar yang dicelup dengan za‘faran atau saffron. Awalnya, khimar dipakai oleh perempuan muslim di Madinah dan sekitarnya sebagai penutup kepala dan dada yang praktis. Tradisi penggunaan khimar ini kemudian berkembang ke berbagai wilayah, termasuk Asia Tenggara dan Mesir.
2. Bentuk Niqab vs Khimar
Perbedaan niqab dan khimar yang paling mencolok bisa dilihat dari bentuk dan bagian tubuh yang ditutupi, Bela. Niqab merupakan kain panjang yang menutupi kepala dan hampir seluruh bagian wajah, kecuali mata. Niqab ini cukup panjang untuk menutupi bagian leher, muka, dan dada perempuan. Bahkan, kini ada beberapa model niqab yang punya lapisan tambahan untuk menutupi area mata demi memberikan tingkat privasi lebih tinggi. Sementara itu, khimar adalah kerudung panjang yang menutupi kepala, leher, dan dada, tetapi wajah tetap dibiarkan terbuka. Dengan kata lain, khimar tidak menutupi wajah sama sekali.

3. Ukuran Niqab vs Khimar
Secara umum, niqab punya desain yang lebih sederhana dan lurus. Jenis pakaian ini biasanya menutupi wajah dan leher dengan kain yang tidak terlalu panjang di bagian tubuh. Beberapa niqab modern justru dipadukan dengan gamis untuk menutupi tubuh sepenuhnya. Di sisi lain, khimar biasanya lebih panjang dan lebar. Panjang khimar sendiri bervariasi, di mana ukurannya bisa mencapai pinggang atau bahkan lutut, tergantung modelnya. Menariknya lagi, model khimar bisa dikatakan lebih fleksibel karena cocok dipakai dengan berbagai jenis pakaian Islami lainnya.

4. Tujuan Pemakaian Niqab vs Khimar
Tujuan niqab dan khimar memang sama-sama menutupi aurat, Bela. Namun, niqab difokuskan untuk menutupi wajah agar identitas perempuan lebih terlindungi. Model ini sering dipilih oleh mereka yang ingin lebih privasi saat berada di tempat umum. Sebaliknya, khimar lebih berfungsi sebagai penutup kepala dan dada. Selain itu, perempuan yang mengenakan khimar tetap menunjukkan wajahnya. Oleh karena itu, khimar cocok digunakan sehari-hari, baik untuk kegiatan di rumah maupun luar rumah.

5. Variasi Warna Niqab vs Khimar dalam Fashion Muslimah
Terakhir, perbedaan niqab dan khimar terletak pada variasi warnanya. Niqab umumnya hadir dalam warna-warna yang gelap. Warna gelap seperti hitam dianggap warna yang sopan karena tidak mencolok dan menarik perhatian laki-laki. Sementara khimar menawarkan lebih banyak pilihan warna dan motif. Banyak perempuan muslimah memilih khimar dengan warna lembut untuk menyesuaikan dengan pakaian sehari-hari. Hal ini menjadikan khimar lebih variatif dan bisa dipadukan dengan berbagai gaya busana Islami modern.




