Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Kamis, 19 Februari 2026
Trending
  • Hanya 0,02 Liter per KM! Yamaha Zuma 2026 Kalahkan Motor Lain
  • Harga dan Spesifikasi Samsung A26 5G Terbaru Februari 2026: Masih Layak Dibeli?
  • Anggaran MBG Melonjak, Sektor Ini Paling Menguntungkan di Awal 2026
  • Profil Polwan Aipda Dianita Agustina yang Terlibat Narkoba Bersama AKBP Didik Putra Kuncoro
  • 5 isu sosial penting dalam drakor The Art of Sarah
  • Bukan Wasit UEFA, Ini Alasan La Penna Pimpin Laga Inter vs Juventus
  • Menjelajah Bali: Wisata Tak Terlupakan dari Tanah Lot ke Pantai Eksotis
  • Tiga Teknologi Drone Iran Dikagumi Pakar UI
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Politik»5 isu sosial penting dalam drakor The Art of Sarah
Politik

5 isu sosial penting dalam drakor The Art of Sarah

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover18 Februari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Drama Korea The Art of Sarah dan Isu Sosial yang Muncul

Drama Korea The Art of Sarah menarik perhatian sejak penayangan pertamanya. Cerita ini berfokus pada karakter bernama Sarah Kim yang diperankan oleh Shin Hye Sun. Sarah Kim melakukan kebohongan yang memicu terjadinya berbagai kejahatan, baik yang dilakukannya sendiri maupun yang dilakukan orang lain.

Dalam drama ini, kehidupan Sarah Kim yang penuh liku menggambarkan berbagai isu sosial yang relevan. Awalnya adalah kasus pembunuhan, lalu setelah ditelusuri, pembunuhan ini dipicu oleh masalah lain seperti penipuan hingga pencurian. Berikut adalah beberapa isu sosial yang muncul dalam drama The Art of Sarah:

1. Pembunuhan



Park Mu Gyeong (Lee Jun Hyuk) adalah detektif yang menyelidiki kematian mayat anonim yang ditemukan di sebuah selokan. Mayat tersebut sulit diidentifikasi karena wajahnya sudah hancur. Dari penelusurannya, Park Mu Gyeong menduga mayat tersebut adalah Sarah Kim. Mayat itu ditemukan dalam kondisi mengenaskan dan diduga tewas karena kedinginan setelah diserang hingga terluka parah. Penyelidikan yang panjang membuat Park Mu Gyeong mengetahui bahwa mayat itu bukan Sarah Kim dan Sarah Kim membunuh orang lain agar bisa menggunakan identitasnya.

2. Pencurian



Sarah Kim awalnya bekerja di sebuah mall sebagai karyawan di bagian barang mewah. Suatu hari, ia terpaksa meninggalkan toko karena tidak tahan untuk buang air ke toilet. Jarak toiletnya cukup jauh sehingga butuh waktu lama untuk menjangkaunya. Saat ia tinggalkan, ada pengunjung yang mencuri barang-barang di toko dan ia disalahkan karena tidak siaga saat bertugas menjaga.

Saat masih menjadi karyawan di mall itu, ia pernah ditugaskan untuk membeli barang diskon. Ia lalu berinisiatif untuk menjual barang yang ia dapatkan layaknya barang branded secara daring. Ia sampai mencuri foto yang digunakan oleh influencer agar banyak yang tertarik. Tak hanya itu, ia juga mencuri ID card karyawan lain dan menggunakannya untuk mengelola bisnisnya itu.

3. Penipuan



Sukses mengelola bisnis kecil-kecilan secara daring, Sarah Kim terpicu untuk membuat gebrakan yang lebih besar. Ia bertekad untuk membuat brand sendiri dan menjangkau kaum sosialita. Park Mu Gyeong yang menyelidiki dirinya lalu mengetahui bahwa Sarah Kim tidak diketahui nama aslinya. Selama ini, tidak ada orang yang bernama Sarah Kim dan perempuan yang mengaku punya nama tersebut dikenal dengan nama orang lain di sekitarnya.

Gak hanya satu, Sarah Kim beberapa kali menggunakan identitas orang lain untuk melakukan penipuan. Penipuan yang ia lakukan itu terjadi secara bertahap, mulai dari yang sederhana hingga yang rumit. Ia dikenal sebagai pengusaha barang mewah, padahal yang ia produksi adalah barang-barang palsu.

4. Fenomena “tante girang” dan berondong



Salah satu karakter yang ditipu oleh Sarah Kim adalah Choi Chae U (Bae Jong Ok), pemilik mall Samwol, tempat Sarah Kim dulu bekerja. Gak banyak yang tahu bahwa Choi Chae U ingin kembali merasakan masa-masa muda. Oleh sebab itu, Sarah Kim memanfaatkan keadaan itu dengan baik. Ia menyuruh Kang Ji Hwon (Kim Jae Won) untuk menjadi simpanan Choi Chae U. Dengan menempatkan Kang Ji Hwon sebagai mata-mata, ia bisa mengetahui apa yang harus ia lakukan untuk memikat Choi Chae U.

5. FOMO dan gaya hidup konsumtif



Dalam drama ini, fenomena FOMO (Fear of Missing Out) atau takut ketinggal tren adalah hal yang terjadi di berbagai kalangan. Mulai dari anak-anak muda hingga orang dewasa menjadikan barang-barang branded sebagai patokan kekayaan dan kesuksesan. Gaya hidup konsumtif itulah yang membuat Sarah Kim nekat melakukan berbagai kejahatan.

Bukan sekadar tontonan biasa, drama The Art of Sarah ternyata menampilkan banyak isu sosial yang relateable. Dari drama ini, tampak bahwa sistem sosial dalam kehidupan masyarakat lebih bobrok dari yang biasa dilihat.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Pemantauan Hilal 2026, Pemerintah Gelar Sidang Isbat Besok di 96 Titik

18 Februari 2026

Menteri Pangan: Swasembada Turunkan Harga Beras Dunia

18 Februari 2026

9 Resolusi Tahun Baru yang Sering Gagal Karena Terlalu Ekstrem, Menurut Psikologi

18 Februari 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Hanya 0,02 Liter per KM! Yamaha Zuma 2026 Kalahkan Motor Lain

18 Februari 2026

Harga dan Spesifikasi Samsung A26 5G Terbaru Februari 2026: Masih Layak Dibeli?

18 Februari 2026

Anggaran MBG Melonjak, Sektor Ini Paling Menguntungkan di Awal 2026

18 Februari 2026

Profil Polwan Aipda Dianita Agustina yang Terlibat Narkoba Bersama AKBP Didik Putra Kuncoro

18 Februari 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?