Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Minggu, 22 Maret 2026
Trending
  • Emiten ini umumkan rencana buyback, begini prospek sahamnya
  • Strategi DRMA Dorong Penjualan Naik 10% Tahun Ini
  • Emiten ini umumkan rencana buyback, begini prospek sahamnya
  • Syahrul Yasin Limpo: Bukan Pemimpin Jika Hanya Bilang Suku Makassar di Sini, Bugis di Sana
  • 10 Ciri BPKB Asli dan Palsu, Perhatikan Tandanya!
  • PTE Pertama di Medan dan Sumut Hadir di Scholar Tuition Centre
  • Bongkar jaringan narkoba: Polisi amankan ganja dan sabu di dua lokasi
  • Andie Dinialdie, Ketua DPRD Sumsel, Dikaitkan Pengadaan Meja Biliar Rp486,9 Juta
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Ragam»5 Hewan Tangguh yang Berkembang Tanpa Orangtua
Ragam

5 Hewan Tangguh yang Berkembang Tanpa Orangtua

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover6 Maret 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Peran Orangtua dalam Kehidupan Hewan

Sama seperti manusia, peran induk atau orangtua hewan sangat penting dalam kehidupan dan keberlangsungan anak-anaknya. Induk mengajarkan banyak hal penting, mulai dari keterampilan berburu, membangun sarang, sampai menghindari predator. Semua keterampilan ini perlu dipelajari anak hewan supaya kelak mereka bisa bertahan hidup saat meninggalkan sarang atau induknya.

Namun, gak semua hewan tumbuh tanpa sosok orangtua. Bahkan, ada yang gak pernah melihat atau bertemu orangtuanya sama sekali. Hewan mana saja? Yuk, kenalan dengan lima hewan yang tumbuh tanpa sosok orangtua berikut ini!

Megapoda atau Burung Gosong



Megapoda atau burung gosong merupakan kelompok burung yang sangat unik. Alih-alih mengerami telur sendiri, burung ini justru memanfaatkan panas bumi, sinar matahari, dan panas hasil fermentasi untuk proses pengeraman telur. Burung ini membangun gundukan besar yang terbuat dari tumbuhan membusuk atau pasir, lalu meletakkan telurnya di dalam. Induk burung gosong rutin memeriksa suhu gundukan supaya tetap stabil untuk mengerami telurnya. Namun, peran induk burung gosong berhenti sampai di situ saja. Saat waktunya menetas, anak burung gosong harus menggali keluar sendiri dari gundukan tanpa bantuan dari induknya. Menurut penuturan Daniel Roby, seorang ahli ornitologi dari Universitas Oregon, anak burung gosong gak pernah bertemu atau melihat induknya sama sekali sepanjang hidupnya. Mereka mempelajari keterampilan bertahan hidup sendirian.

Kupu-Kupu



Kupu-kupu merupakan hewan selanjutnya yang membiarkan keturunannya bertahan hidup sendirian. Beberapa spesies kupu-kupu bahkan diketahui sengaja bertelur di dekat sarang semut. Hal ini dilakukan supaya semut bisa merawat anak-anaknya. Kupu-kupu biru besar atau large blue butterfly diketahui melakukan hal ini. Mengutip laman Britannica, larva kupu-kupu dari subfamili Polyommatinae ini menghasilkan cairan manis bernama madu serangga atau honeydew dari sistem pencernaannya. Cairan ini menarik perhatian semut merah, dan juga membuat ulat kupu-kupu ini punya bau seperti larva semut merah. Oleh karena itu, para semut merah membawa ulat tersebut ke dalam sarangnya. Larva kupu-kupu biru besar kemudian digabungkan bersama larva dari semut merah. Ulat tersebut memakan larva-larva semut untuk tumbuh besar.

Ngengat



Sama halnya kupu-kupu, ngengat juga membiarkan anak-anaknya bertahan hidup sendirian sejak kecil. Namun, bukan berarti larva ngengat gak punya pertahanan diri. Ulat kucing atau puss caterpilar merupakan larva dari ngengat flannel moth (Megalopyge opercularis). Ulat satu ini dikenal punya rambut fluffy yang terlihat sangat lembut. Meski terlihat cantik, ulat kucing sangat beracun. Ya, induk dari ulat kucing sengaja menutupi telur-telurnya dengan rambut fluffy dari bagian perutnya. Menurut Don Hall, seorang ahli entimologi dari Universitas Florida, rambut itu sebenarnya gak berbisa. Namun, rambut fluffy itu menutupi duri-duri kecil pada tubuh ulat kucing, terangnya. Duri-duri itu sangat beracun dan menyaktikan bila menusuk kulit. Perlindungan ini bikin ulat kucing tetap aman dari serangan predator sekalipun tanpa pengawasan dari orangtuanya.

Kadal Pagar Barat



Tahukah kamu kalau buaya adalah satu-satunya jenis reptil yang merawat anak-anaknya? Ya, ternyata sangat umum bagi kadal untuk gak membesarkan anaknya. Kebanyakan dari mereka cuma meletakkan telur, menutupinya, lalu ditinggal begitu saja. Bahkan mereka lupa kalau sudah bertelur. Kadal pagar barat atau western fence lizard (Sceloporus occidentalis), misalnya. Kadal asli Amerika Serikat dan Meksiko ini bisa menghasilkan 3—17 telur dalam sekali waktu. Dalam setahun, mereka bisa bertelur 1—3 kali, ungkap laman Animalia. Kadal punya kloaka, yakni satu lubang yang digunakan untuk sistem reproduksi, pencernaan, dan saluran kencing sekaligus. Kadal, seperti halnya kadal pagar barat, kemungkinan menganggap telurnya sebagai kotoran. Nassima Bouzid, seorang kandidat doktor di Universitas Washington, menjelaskan fenomena ini pada laman National Geographic. Kurangnya pengasuhan induk pada kadal kemungkinan bagian dari strateginya untuk punya keturunan sebanyak mungkin dengan harapan beberapa di antaranya bisa bertahan hidup.

Bunglon Labord



Mirisnya lagi, spesies kadal satu ini justru gak pernah bertemu dengan dewasa dari spesies mereka sendiri. Namanya bunglon Labord atau Labord’s chameleon (Furcifer labordi). Kelelesa asli Madagaskar ini cuma hidup selama 4—5 bulan usai menetas. Hidupnya paling banyak dihabiskan di dalam telur, yakni antara 8—9 bulan, ungkap laman Live Science. Seorang ahli herpetologi dari American Museum of Natural History, Chris Raxworthy, menjelaskan siklus hidup bunglon Labord yang unik ini pada laman Live Science. Betina mati beberapa jam setelah bertelur karena telah mengerahkan seluruh energinya. Jantan juga mati karena energi dan sumber dayanya habis untuk memperjuangkan kesempatan bereproduksi dengan betina. Seluruh populasi mati sebelum waktunya telur-telur tersebut menetas. Oleh karenanya, bunglon Labord jadi vertebrata berkaki empat dengan rentang hidup terpendek di dunia.

FAQ Seputar Hewan yang Tumbuh Tanpa Orang Tua

Apa contoh ulat yang tumbuh tanpa orangtua?

Ulat ngengat, terutama ulat kucing yang punya rambut pelindung dan duri beracun, berkembang sendirian tanpa pengawasan induk.

Bagaimana mereka bisa bertahan hidup?

Banyak dari hewan ini memiliki adaptasi khusus (misalnya perlindungan tubuh, strategi makan, atau perilaku hidup sendiri) yang memungkinkan mereka bebas dari pengawasan orangtua namun tetap mampu bertahan di alam.

Kenapa beberapa hewan tidak merawat anaknya?

Strategi ini merupakan bagian dari evolusi adaptif beberapa spesies menghasilkan banyak keturunan dan membiarkan yang paling kuat bertahan tanpa pengasuhan langsung.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

4 Alasan Penampilanmu Tak Sama dengan Orang Lain Meski Pakai Outfit Sama

22 Maret 2026

10 Ciri BPKB Asli dan Palsu, Perhatikan Tandanya!

22 Maret 2026

Harga dan Review Yamaha Mio M3 125 Blue Core: Skutik Irit yang Tetap Unggul

22 Maret 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Emiten ini umumkan rencana buyback, begini prospek sahamnya

22 Maret 2026

Strategi DRMA Dorong Penjualan Naik 10% Tahun Ini

22 Maret 2026

Emiten ini umumkan rencana buyback, begini prospek sahamnya

22 Maret 2026

Syahrul Yasin Limpo: Bukan Pemimpin Jika Hanya Bilang Suku Makassar di Sini, Bugis di Sana

22 Maret 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?