Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Kamis, 19 Maret 2026
Trending
  • 4 cara mengubah baju bekas jadi uang banyak
  • Dendi Mengarungi 400 KM Rally Raid dengan BAIC BJ40
  • Reece James tetap di Chelsea, kontrak diperpanjang hingga 2032
  • Mudik Lancar Tanpa Sinyal: Gunakan Google Maps Offline!
  • Purbaya: Jangan Takut dengan Outlook Negatif Fitch, Ekonomi RI Tetap Kuat
  • Borneo FC vs Persib Bandung: Thom Haye Tak Hadir, Bojan Hodak Beri Respons Menarik
  • 5 Benda Jadul 1970-an yang Kini Berharga Jutaan hingga Miliaran
  • Israel Ancam Bunuh Pemimpin Tertinggi Iran
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Hukum»5 fakta mengerikan pembunuhan di Bolmong Sulut, korban tewas ditikam saudara, motif cekcok
Hukum

5 fakta mengerikan pembunuhan di Bolmong Sulut, korban tewas ditikam saudara, motif cekcok

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover20 Januari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Ringkasan Berita: Kasus Pembunuhan di Desa Bilalang Tiga Induk Bolmong Sulut

Kasus pembunuhan yang terjadi di Desa Bilalang Tiga Induk, Kecamatan Bilalang, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menimbulkan duka mendalam. Kejadian tragis ini berlangsung pada Minggu 18 Januari 2026 dini hari. Korban tewas bernama Junaidi Pobela, seorang warga setempat. Pelaku dari kasus ini adalah saudara korban sendiri, yaitu Jefri Pobela.

Berikut beberapa fakta penting mengenai kasus tersebut:

1. Sosok Korban Dikenal Baik

Junaidi Pobela dikenal sebagai sosok yang baik, ramah, dan rajin. Ucapan duka pun mengalir dari berbagai kalangan masyarakat, khususnya melalui media sosial seperti Facebook. Beberapa akun pengguna memberikan pernyataan dukacita yang dalam dan menyebutkan sifat-sifat baik korban.

  • Akun Dani Mokodongan menyampaikan dukacita dengan mengatakan, “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun. Baru bangun pagi pegang hp langsung lihat kabar yang tidak mengenakan. Almarhum orang baik, rajin, murah senyum dan gemar bermain dengan anak-anak.”
  • Akun Femy Mokoagow juga menyampaikan dukacita, “Duka Keluarga, inna lillaahi wa innaa ilaihi raji’uun Tat Awu ee, Junaidi Andi Pobelabela.”
  • Mayra Apriliona, putri korban, mengunggah foto dan ucapan duka, “Hari di mana Anak 6thn kehilangan sosok seorang Papa.”

Ucapan duka ini menunjukkan betapa besar dampak yang ditimbulkan oleh kematian korban, terutama bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya.

2. Awal Mula Kejadian dan Kronologi

Kejadian bermula saat korban bersama kakak dari pelaku sedang mengonsumsi minuman keras di tempat kejadian perkara (TKP). Situasi memanas ketika keduanya terlibat selisih paham. Pelaku, Jefri Pobela, datang untuk melerai, namun justru terjadi cekcok antara korban dan pelaku.

Dalam kondisi emosi tinggi, korban disebut mengejar pelaku sambil membawa pisau. Saat pengejaran, korban terjatuh bersama pisau yang dibawanya. Pada momen itulah, pelaku mengambil pisau tersebut dan menikam korban. Korban mengalami 14 luka robek dan 3 luka lecet hingga akhirnya meninggal dunia.

3. Pelaku Ditangkap di Rumah Orang Tuanya

Setelah menerima laporan dari masyarakat, tim Resmob segera melakukan penyelidikan. Pelaku berhasil ditangkap di rumah orang tuanya. Selanjutnya, pelaku beserta barang bukti dibawa ke Mapolres Kotamobagu untuk proses penyidikan lebih lanjut.

4. Pelaku Masih Saudara Korban

Pelaku, Jefri Pobela, merupakan kerabat dekat korban. Hubungan kekeluargaan antara korban dan pelaku sudah lama ada. Mereka juga memiliki satu marga. Hal ini menunjukkan bahwa kasus ini bukanlah kejahatan biasa, melainkan terjadi karena konflik internal dalam lingkungan keluarga.

5. Motif Penikaman Berujung Pembunuhan

Motif utama dari pembunuhan ini diketahui berasal dari cekcok saat mengonsumsi miras. Kedua pihak terlibat dalam aktivitas yang sama, yaitu minum minuman keras, sehingga memicu perselisihan. Akibatnya, situasi memanas dan berujung pada pembunuhan.

Informasi Tambahan

Kecamatan Bilalang berada sekitar 4 jam 26 menit perjalanan dari Kota Manado, ibukota Sulut. Jaraknya sekitar 157 kilometer. Lokasi ini terletak di sepanjang Jalan Amurang-Kotamobagu dan Jalan Trans Sulawesi.








Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Alasan Hakim Bebaskan Delpedro, Tak Bersalah Tapi 6 Bulan Di Penjara, Polisi Lindungi Ojol

19 Maret 2026

Jejak Dokter Richard Lee yang Kini Ditahan, Dulu Dilaporkan Kartika Putri

18 Maret 2026

Berita Terpopuler Kotim: Kecelakaan di Eks Golden, 1 Orang Terluka, Arus Mudik 2026 Terlihat di Sampit

18 Maret 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

4 cara mengubah baju bekas jadi uang banyak

19 Maret 2026

Dendi Mengarungi 400 KM Rally Raid dengan BAIC BJ40

19 Maret 2026

Reece James tetap di Chelsea, kontrak diperpanjang hingga 2032

19 Maret 2026

Mudik Lancar Tanpa Sinyal: Gunakan Google Maps Offline!

19 Maret 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?