Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Senin, 23 Februari 2026
Trending
  • Frank dan Co. gelar pameran ‘Cinta yang Jujur’ di Mall Kelapa Gading 3
  • Ramalan Zodiak Leo Hari Ini: Hoki, Karier, Cinta, dan Kesehatan
  • Camat Air Periukan Seluma Kembali Digerebek Bersama Guru PPPK
  • Jadwal Imsakiyah Hari Ini: Waktu Imsak dan Buka Puasa 3 Ramadan 1447 H di Tarakan, Kalimantan Utara
  • Sriwijaya FC Terdegradasi ke Liga 3 Jika Kalah dari Sumsel United
  • 5 Restoran Favorit All You Can Eat di Surabaya untuk Buca Beramai-ramai dengan Keluarga dan Teman
  • Jangan Terjebak Macet! 4 Transportasi Cepat Jakarta Saat Ramadhan 2026 untuk Efisiensi Waktu
  • McDonald’s Indonesia: 35 Tahun Berdiri, Serap 10 Ribu Karyawan, Termasuk Teman Tuli
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Ragam»5 Dampak Sasaeng pada Kesehatan Mental Do Ra Ik di Idol I
Ragam

5 Dampak Sasaeng pada Kesehatan Mental Do Ra Ik di Idol I

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover10 Januari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Drama Korea “Idol I” dan Dampak Sasaeng terhadap Kesehatan Mental

Drama Korea “Idol I” tidak hanya mengangkat isu hukum dan pembunuhan, tetapi juga mengungkap sisi gelap dari fandom yang sering kali dinormalisasi. Melalui karakter Do Ra Ik (diperankan oleh Kim Jae Young), drama ini menunjukkan bagaimana kehadiran sasaeng—fans obsesif yang melampaui batas—tidak hanya mengganggu privasi idola, tetapi juga meninggalkan luka psikologis yang dalam dan berkepanjangan.

Do Ra Ik digambarkan sebagai idol papan atas yang tampak sempurna di layar, namun rapuh di balik sorotan. Popularitas yang ia miliki justru menjadikannya target empuk dari obsesi berlebihan. “Idol I” dengan berani menunjukkan bahwa teror mental dari sasaeng bisa sama berbahayanya dengan kekerasan fisik. Berikut lima dampak sasaeng terhadap kesehatan mental Do Ra Ik yang menjadi fondasi tragedi dalam drama ini.

1. Serangan Panik yang Terus Berulang



Salah satu dampak paling nyata yang dialami Do Ra Ik adalah serangan panik. Ia kerap mengalami sesak napas, jantung berdebar, dan ketakutan irasional, terutama ketika merasa ruang pribadinya tidak aman.

Kehadiran sasaeng yang mampu masuk ke rumahnya membuat batas antara “aman” dan “ancaman” sepenuhnya runtuh. “Idol I” menampilkan serangan panik ini bukan sebagai kelemahan karakter, melainkan sebagai respons wajar terhadap trauma berkepanjangan.

2. Hilangnya Rasa Aman di Ruang Pribadi



Rumah seharusnya menjadi tempat berlindung terakhir. Namun bagi Do Ra Ik, rumah justru menjadi sumber ketakutan. Fakta bahwa sasaeng pernah masuk tanpa izin membuatnya terus hidup dalam kewaspadaan ekstrem.

Ia tidak lagi merasa aman saat sendirian, sulit tidur nyenyak, dan selalu merasa diawasi. Kehilangan rasa aman ini memperlihatkan bagaimana obsesi fans bisa mengubah ruang privat idola menjadi medan teror psikologis.

3. Isolasi Emosional yang Semakin Parah



Tekanan dari sasaeng membuat Do Ra Ik semakin menarik diri dari lingkungan sekitar. Ia menjadi sulit percaya pada orang lain, bahkan pada rekan satu grupnya sendiri. Dalam “Idol I”, isolasi ini digambarkan sebagai mekanisme bertahan hidup.

Do Ra Ik memilih menyendiri bukan karena arogan, melainkan karena lelah dan takut. Sayangnya, isolasi ini justru memperburuk kondisi mentalnya dan membuatnya semakin rapuh saat tragedi terjadi.

4. Rasa Bersalah yang Tidak Rasional



Menariknya, “Idol I” menunjukkan bahwa Do Ra Ik justru menyalahkan dirinya sendiri atas obsesi sasaeng. Ia merasa popularitasnya adalah penyebab semua teror yang ia alami.

Rasa bersalah ini membuatnya menerima perlakuan tidak manusiawi dari publik dan industri seolah-olah itu adalah konsekuensi wajar menjadi idol. Pola pikir ini berbahaya karena menormalisasi kekerasan psikologis dan menghapus hak idola atas rasa aman.

5. Trauma yang Memperlemah Daya Tahan Mental



Akumulasi tekanan dari sasaeng membuat daya tahan mental Do Ra Ik runtuh secara perlahan. Ia tidak hanya lelah secara emosional, tetapi juga kehilangan kemampuan untuk melawan tuduhan yang diarahkan padanya.

Saat dituduh membunuh Kang Woo Seong (An Woo Yeon), kondisi mentalnya sudah berada di titik terendah. Trauma yang belum sembuh membuatnya tampak pasrah, bingung, dan mudah disalahpahami oleh publik maupun aparat hukum.

Pada akhirnya, “Idol I” menjadikan pengalaman Do Ra Ik sebagai kritik keras terhadap budaya fandom obsesif. Drama ini menolak narasi bahwa sasaeng hanyalah fans yang terlalu sayang. Sebaliknya, ia memperlihatkan bahwa perilaku tersebut adalah bentuk kekerasan psikologis yang dapat menghancurkan individu secara perlahan.

Melalui Do Ra Ik, “Idol I” mengingatkan bahwa idola tetaplah manusia dengan batas, rasa takut, dan kebutuhan akan ruang aman. Popularitas tidak pernah menjadi persetujuan untuk kehilangan privasi. Kesehatan mental tidak seharusnya menjadi harga yang harus dibayar demi hiburan publik.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Ancaman Tersembunyi: Spyware dan Keamanan Siber Indonesia

23 Februari 2026

Frank dan Co. gelar pameran ‘Cinta yang Jujur’ di Mall Kelapa Gading 3

23 Februari 2026

Ramalan Zodiak Leo Hari Ini: Hoki, Karier, Cinta, dan Kesehatan

23 Februari 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Frank dan Co. gelar pameran ‘Cinta yang Jujur’ di Mall Kelapa Gading 3

23 Februari 2026

Ramalan Zodiak Leo Hari Ini: Hoki, Karier, Cinta, dan Kesehatan

23 Februari 2026

Camat Air Periukan Seluma Kembali Digerebek Bersama Guru PPPK

23 Februari 2026

Jadwal Imsakiyah Hari Ini: Waktu Imsak dan Buka Puasa 3 Ramadan 1447 H di Tarakan, Kalimantan Utara

23 Februari 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?