
Indonesiadiscover.com, Pamekasan Pamekasan Kematian merupakan takdir Allah SWT yang tidak bisa di undur ataupun dimajukan dan tak mengenal usia dan waktu. Ketika kematian itu datang tentu keluarga yang di tinggalkan merasa sedih dan berduka sehingga perlu mendapat takziah dari keluarga, masyarakat, sahabat dan teman teman agar kuat menghadapi musibah.
Duka yang di rasakan oleh keluarga korban dari pasangan suami istri Sulaiman dan Riskiyah atas meninggalnya putra sulungnya M. Roif Rabbani akibat terkena ledakan serpihan petasan pada hari Senin 31/03/2025 di Desa Pangurayan kecamatan Proppo malam.
Karena masih dalam suasana berduka, beberapa perwakilan dari organisasi Ikatan Wartawan Online (IWO) pengurus daerah (PD( Pamekasan melakukan takziah/melayat ke rumah duka.
Kegiatan takziah dipimpin oleh Ketua Umum IWO Dyah Heny A di dampingi Ketua Bidang SDM, Ketua Bidang Kesra, Ketua Bidang Pendidikan, Seksi Perlengkapan dan Ketua Bidang Litbang.
” Setiba dirumah duka yang berada di kawasan Dusun Beltok, Desa Larangan Badung, kecamatan Palengaan kabupaten Pamekasan pada hari Jumat 04/04/2025 sore, memberikan ucapan belasungkawa sekaligus memberikan semangat keluarga yang ditinggalkan agar senantiasa bersabar, kuat dan tabah menghadapi musibah dan mendoakan almarhum,” ujar Heny.
Sulaiman 40 tahun orang tua dari M. Roif Rabbani korban ledakan serpihan petasan pada saat itu menyampaikan, ” Ia menyampaikan terimakasih atas belasungkawa nya dari teman teman organisasi IWO (pers) yang telah datang kerumah kami”.
Ia menambahkan, M. Roif Rabbani merupakan putra sulung dari tiga bersaudara, almarhum berusia 18 tahun kelas II di Ponpes Sumber Panjalin.
Selain itu, almarhum sosok anak yang baik, aktif di lembaga pendidikan,patuh dan tidak pernah melakukan perbuatan yang merugikan orang lain maupun orang tuanya, ujarnya Sulaiman.
Dijelaskan, sebelum kejadian itu, almarhum setelah selesai sholat ied, ia bersilaturahmi ke sanak saudara nya dan kerabatnya di Desa Klampar , usai silaturahmi korban berpamitan ke saya bersama teman temannya akan menyaksikan pesta petasan di Desa Pangurayan pada hari Senin 31/03/2025.
” Almarhum sebelum kejadian itu, setelah sholat ied ia langsung silaturahmi ke sanak saudara dan kerabatnya di Desa Klampar kemudian ia bersama teman temannya berpamitan akan menyaksikan pesta petasan di Desa Pangurayan,” tuturnya disela sela takziah.
Kata Sulaiman, sebelum peristiwa ini, ia tak memiliki firasat apa apa dengan korban, pasalnya saat berpamitan akan menyaksikan pesta petasan sekitar pukul 15.30 wib bersama teman temannya juga tidak melihat gelagat yang aneh.
Berselang waktu lama, tiba tiba Sulaiman menambahkan bahwa dirinya menerima kabar melalui telepon selulernya kalau korban sedang berada di rumah sakit Panglegur. Tanpa menunggu, saya bergegas berangkat ke rumah sakit melihat korban, paparnya.
” Sesampainya dirumah sakit, dengan kaget dan shock melihat putra sulungnya terkapar dengan kondisi tak sadarkan diri dengan luka diatas telinga kanan dan di kepala,” sebutnya dengan kesedihan.
Melihat kondisi korban yang tragis, hingga dirinya lemas lunglai dan pingsan, ucapnya menirukan kata keluarganya.
” Saya pingsan dari rumah sakit sampai dibawa pulang kerumah hingga pelaksanaan pemakaman putar kami itupun saya benar benar belum tersadar diri. Hingga setelah pemakaman itu selesai, dia dibangunkan dan barulah dirinya sadar dan hanya bisa menangis atas kepergian M. Roif”, urainya.
Kepergian M.Roif ini, kami telah ikhlas juga ini sudah menjadi takdir Allah SWT dan kami sekeluarga tidak menuntut bentuk apapun dan inipun murni musibah yang telah menimpa putra kami, pungkasnya. (*)