Uncategorized Pemuda Desa Badung, Tewas Akibat Terkena Serpihan Ledakan Petasan Dahsyat di Proppo 

Pemuda Desa Badung, Tewas Akibat Terkena Serpihan Ledakan Petasan Dahsyat di Proppo 

6
0

Indonesiadiscover.com, Pamekasan Momen lebaran Idul Fitri yang seharusnya berkumpul dengan keluarga dan kerabat kini pemuda asal Desa Badung, kecamatan Palengaan kabupaten Pamekasan terkena ledakan petasan dahsyat saat menyaksikan pesta petasan pada Senin (31/03).

Pemuda yang meninggal dunia sempat dilarikan ke RSUD Smart Pamekasan, namun sekitar pukul 01.15 Wib nyawanya tak dapat  tertolong.

Agenda petasan di Desa Pangurayan kecamatan Proppo kabupaten Pamekasan , sudah menjadi tradisi setiap tahun di momen  lebaran hari raya Idul Fitri tiba.

Pesta petasan dinyalakan sejak sore hingga malam pukul 21.00 wib baru selesai.

Hal itu di katakan oleh seorang warga Desa Pangurayan menjelaskan,  pesta petasan ini tidak sedikit mengeluarkan modalnya dan bahkan bisa ratusan juta rupiah untuk membeli bahan peledak dan bahan bakarnya

“Modal untuk membuat petasan ini tidak sedikit biayanya, akan tetapi bisa mencapai ratusan juta rupiah, pasalnya modal itu untuk membeli bahan peledak dan bahan bakarnya,” ujarnya pada media

Ia juga mengatakan, untuk menyaksikan tempat ajang  pesta petasan mencapai ribuan manusia bahkan ada yang dari luar  kabupaten Pamekasan, ungkapnya.

Tapi naas momen indah itu kali ini memakan korban jiwa, bahkan tak hanya itu, mirisnya lagi anggota polres Pamekasan tang standby di Polsek Proppo sejak siang dan ratusan personil gabungan itu terkesan membiarkan dan hanya berdiam diri saja.

Padahal, ini sudah jelas petasan yang daya ledaknya tinggi dilarang dan bisa dikenakan undang-undang darurat bagi yang menyimpan atau memilikinya

AKBP Hendra Eko Triyulianto, Kapolres Pamekasan saat dikonfirmasi melalui WhatsApp mengatakan, memang sudah ada pemberitahuan sebelumnya ke Kamtibmas kalau itu cuma kembang api biasa.

” Pesta petasan ini sebelumnya sudah memberitahukan ke pihak Kamtibmas kalau petasan yang akan di nyalakan itu hanya kembang api biasa,” terang Kapolres Pamekasan.

Tetapi yang terjadi di lapangan petasan dengan ukuran besar dan mempunyai daya ledak tinggi disertai kobaran api layaknya seperti bom

Dikesempatan itu, RF yang merupakan salah satu penonton saat diminta keterangan mengatakan, pesta petasan ini biasanya dinyalakan di siang hari, berhubung kendala hujan maka pesta petasan itu dimulai setelah hujan reda,

” Ajang petasan ini biasanya dinyalakan di siang hari, dikarenakan faktor hujan maka pesta petasan itu dimulai menunggu hujan reda,” pungkasnya.(*)

Tinggalkan Balasan