Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Jumat, 27 Maret 2026
Trending
  • 20 Ide Dekorasi Lebaran untuk Ruang Tamu
  • 5 rekomendasi film dan serial detektif penuh misteri dan lucu
  • Profil Irjen Pol Andries Hermanto, Bintang Dua dari Akpol 1992
  • Anies Baswedan: Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Bukan Kejahatan Biasa
  • Serba-Serbi Open House di Istana: Warga Antusias dan SBY-Jokowi Hadir
  • 5 Sneakers Trendi untuk Pria Aries, Nyaman dan Cocok!
  • Jadwal pertandingan Cagliari vs Napoli, prediksi pemain utama
  • 12 Prediksi Shio Penuh Cinta, Karier, dan Angka Keberuntungan Hari Sabtu 21 Maret 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Olahraga»Kisah di Stadion Lukas Enembe: Air Mata dan Cinta Bersatu
Olahraga

Kisah di Stadion Lukas Enembe: Air Mata dan Cinta Bersatu

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover1 Februari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Kehadiran Suporter Persipura Menciptakan Rekor di Stadion Lukas Enembe

Matahari terbenam di ufuk timur, namun cahaya di Stadion Lukas Enembe, Jayapura, Papua, justru kian benderang. Pada Sabtu (24/1/2026), sepak bola bukan hanya permainan 2×45 menit, tetapi sekaligus upacara rindu bagi masyarakat Papua. Kehadiran suporter Persipura dalam laga melawan PSS Sleman pada pekan ke-17 Championship 2025/2026 memecahkan rekor di kompetisi sepak bola kasta kedua di Indonesia.

Sebanyak 19.612 jiwa berjejal, menciptakan paduan suara yang menggetarkan fondasi stadion. Mereka datang bukan hanya untuk skor, tapi untuk memastikan bahwa detak jantung Persipura Jayapura masih berdenyut kencang di kasta kedua Indonesia. Persipura, sang raksasa yang tengah mencari jalan pulang, sempat tertahan napasnya. Menit ke-37, Dominikus Dion membungkam tuan rumah melalui gol tak terduga. Namun, di stadion ini, menyerah adalah kata yang haram diucapkan.

Menit ke-56, Matheus Silva, sang predator asal Brasil, meledakkan kegembiraan melalui gol penyeimbang. Skor 1-1 mungkin terasa kurang bagi ambisi kemenangan, tapi pelukan antar-suporter di tribun membuktikan bahwa mereka telah menang dalam hal kesetiaan. Angka 19.612 penonton bukan sekadar statistik di atas kertas. Ia adalah rekor baru, mematahkan catatan PSS Sleman saat menjamu Persiku Kudus yang menyentuh angka 13.979.

Peran Manajemen dan Keputusan Harga Tiket

Bagi Manajer Persipura, Owen Rahadiyan, fenomena ini adalah bukti sahih masyarakat Papua tak pernah meninggalkan timnya di titik nadir. Stadion Lukas Enembe yang megah kembali menemukan jiwanya, menjadi rumah yang penuh sesak oleh harapan dan air mata bangga.

“Saya mengucapkan rasa terima kasih kepada panpel, masyarakat Papua, pihak keamanan baik itu TNI dan kepolisian, yang sama-sama menyukseskan laga ini, itu paling penting,” kata Owen Rahadiyan dalam konferensi pers, usai laga.

Di balik rekor ini, ada kebijakan yang menyentuh akar rumput. Manajemen Persipura memilih untuk menurunkan ego demi suara rakyat. Harga tiket tribun umum diseragamkan menjadi Rp50.000, sebuah keputusan yang diambil setelah mendengarkan keresahan para pendukung setianya. Sementara untuk kategori 1 Selatan dan Utara dijual Rp125 ribu, VIP Rp200 ribu, dan VVIP Rp300 ribu.

“Sebelum putaran kedua, harga tiket berada di kisaran Rp50.000 hingga Rp75.000. Namun kami mengambil kebijakan menyamakan semua harga menjadi Rp50.000.” “Ini bukan menaikkan, justru menurunkan harga,” ujar Owen.

Kata Owen, melihat tribun penuh jauh lebih berharga daripada sekadar mengejar profit semata di tengah perjuangan kembali ke kasta tertinggi. Keamanan pun menjadi narasi penting dalam pesta ini. Manajemen secara sadar membatasi penjualan hanya di kisaran 60 hingga 75 persen dari kapasitas stadion demi menjaga nyawa dan kenyamanan para suporter. Mereka belajar dari sejarah, menghormati setiap nyawa yang datang.

Langkah Strategis untuk Keamanan dan Kenyamanan

Persipura tak ingin stadion sekadar penuh sesak tanpa kontrol. Manajemen ingin setiap anak kecil yang datang menonton bisa pulang dengan senyum dan cerita indah tentang pahlawan mereka. “Tujuannya adalah menjaga keamanan dan kenyamanan penonton.” “Ini musim pertama Persipura kembali menggelar pertandingan dengan jumlah penonton besar setelah sekian lama,” ujar Owen.

Kini, skuat Mutiara Hitam terus melangkah dengan sisa tenaga dan dukungan yang tak terbatas. Perjalanan menuju Super League masih panjang dan berliku, namun dukungan masif di Jayapura menjadi modal yang tak ternilai harganya. “Ke depan, jika Persipura naik ke Super League atas kehendak Tuhan, harga tiket tentu akan menyesuaikan karena kebutuhan biaya operasional juga meningkat,” ucap Owen.

Persipura mungkin sedang berada di kasta kedua, tapi dalam hal cinta dan fanatisme, mereka tetaplah penguasa takhta tertinggi di sepak bola Indonesia. Dengan dukungan luar biasa dari masyarakat Papua, Persipura tidak hanya bertarung di lapangan, tetapi juga membangun kembali semangat dan identitas yang telah lama hilang.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Jadwal pertandingan Cagliari vs Napoli, prediksi pemain utama

27 Maret 2026

Isu Transfer Liga Italia: Milan Incar Kone Jika Goretzka Tak Didapat

26 Maret 2026

Kabar Menarik Persib Bandung di Awal Musim 2026/2027: Kedatangan yang Berbeda dengan Satu Nama

26 Maret 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

20 Ide Dekorasi Lebaran untuk Ruang Tamu

27 Maret 2026

5 rekomendasi film dan serial detektif penuh misteri dan lucu

27 Maret 2026

Profil Irjen Pol Andries Hermanto, Bintang Dua dari Akpol 1992

27 Maret 2026

Anies Baswedan: Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Bukan Kejahatan Biasa

27 Maret 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?