Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Kamis, 7 Mei 2026
Trending
  • Direktur KAI Pantau Operasional, Layanan KRL Mulai Pulih
  • Tidak Perlu Bingung! Ini Waktu Tepat Beli Sapi Kurban dan Tips Memilihnya!
  • Daftar 14 Tim Peserta Super League Musim Depan: PSM Makassar Tunggu, Persipura Belum Aman
  • Berita Arema FC hari ini populer: Kantor Singo Edan digeruduk Aremania, Marcos Santos semprot pemain
  • Kematian Kelasi Dua Ghofirul Kasyfi di KRI Radjiman Janggal, Keluarga Temukan Luka Lebam
  • KRL vs Argo Bromo Anggrek, Siapa yang Bersalah?
  • 12 Ramalan Zodiak Hari Ini: Gemini Menarik Perhatian, Virgo Dapat Kesempatan Baik
  • 5 Ide Pintu Minimalis Modern untuk Ruang Kecil
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Politik»Dua Hakim Ronald Tannur Erintuah dan Mangapul tak Ajukan Banding
Politik

Dua Hakim Ronald Tannur Erintuah dan Mangapul tak Ajukan Banding

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover16 Juni 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Dua Hakim Ronald Tannur Erintuah dan Mangapul tak Ajukan Banding
erdakwa hakim nonaktif PN Surabaya, Erintuah Damanik (baju batik) dan Mangapul (baju putih) berpose di depan jurnalis.(MI/Usman Iskandar)

Dua hakim nonaktif Pengadilan Negeri (PN) Surabaya pemberi “vonis bebas” terpidana pembunuhan, Ronald Tannur, Erintuah Damanik dan Mangapul tidak mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi DKI Jakarta atas hukuman 7 tahun penjara dan denda Rp500 juta subsider 3 bulan kurungan.

Penasihat hukum Erintuah dan Mangapul, Philipus Harapenta Sitepu, mengatakan bahwa keputusan itu setelah berdiskusi dalam keadaan yang tenang pada saat pemindahan terdakwa dari Rumah Tahanan (Rutan) Kejaksaan Agung (Kejagung) ke Rutan Salemba pada hari Jumat (9/5).

“Keputusan ini diambil karena Pak Erintuah dan Mangapul ingin fokus memperbaiki diri dan keluarga,” ujar Philipus di Jakarta, hari ini.

Baca juga : Pengacara Ronald Tannur, Lisa Diperiksa Kejagung

Mewakili kliennya, Philipus menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Indonesia, institusi Mahkamah Agung (MA), dan keluarga atas perkara yang terjadi.

Erintuah dan Damanik, kata dia, berharap agar mereka diberikan kesempatan untuk memperbaiki kesalahan dan nantinya bisa menjadi berkat dan bermanfaat saat kembali ke tengah masyarakat.

Sebelumnya, Erintuah dan Mangapul divonis dengan masing-masing pidana penjara selama 7 tahun dan denda Rp500 juta subsider pidana kurungan selama 3 bulan setelah terbukti melakukan suap dan gratifikasi atas pemberian “vonis bebas” kepada Ronald Tannur pada tahun 2024.

Baca juga : Jaksa Masih Pelajari Vonis Tiga Hakim Pembebas Ronald Tannur yang Lebih Ringan dari Tuntutan

Atas perbuatannya, Erintuah dan Mangapul dinyatakan melanggar Pasal 6 ayat (2) dan Pasal 12B juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, sebagaimana dakwaan kumulatif pertama alternatif kedua dan dakwaan kumulatif kedua.

Sementara itu, hakim nonaktif lainnya yang menangani kasus Ronald Tannur, yakni Heru Hanindyo juga telah dijatuhkan vonis pidana dengan penjara selama 10 tahun dan denda Rp500 juta subsider pidana kurungan selama 3 bulan.

Dalam kasus itu, Erintuah, Mangapul, dan Heru didakwa menerima suap berupa hadiah atau janji sebesar Rp4,67 miliar.

Secara perinci, suap yang diduga diterima oleh tiga hakim meliputi sebanyak Rp1 miliar dan 308.000 dolar Singapura atau Rp3,67 miliar (kurs Rp11.900,00).

Selain suap, ketiga hakim juga diduga menerima gratifikasi berupa uang dalam bentuk rupiah dan berbagai mata uang asing, yakni dolar Singapura, ringgit Malaysia, yen Jepang, euro, serta riyal Saudi.(Ant/P-1)

 

Ajukan banding dan dua Erintuah Hakim Mangapul Ronald tak Tannur
Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Karier Politik Amien Rais: Dukungan untuk Prabowo dan Isu Teddy

7 Mei 2026

Gubernur Dorong Peternak Jatim Penuhi Pasar Global

7 Mei 2026

Jawaban Ahmad Dhani Soal Instagram Hilang, Ini Tanggapan Maia Estianty

7 Mei 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Direktur KAI Pantau Operasional, Layanan KRL Mulai Pulih

7 Mei 2026

Tidak Perlu Bingung! Ini Waktu Tepat Beli Sapi Kurban dan Tips Memilihnya!

7 Mei 2026

Daftar 14 Tim Peserta Super League Musim Depan: PSM Makassar Tunggu, Persipura Belum Aman

7 Mei 2026

Berita Arema FC hari ini populer: Kantor Singo Edan digeruduk Aremania, Marcos Santos semprot pemain

7 Mei 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?