Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Selasa, 21 April 2026
Trending
  • Pembaruan Info Haji 2026, Menhaj: InsyaAllah Berangkat
  • 5 Pelajaran Berharga dari Ki Su Jong di Mad Concrete Dreams
  • Timnas Indonesia Ikut, Media Vietnam Beberkan 3 Opsi Format FIFA ASEAN Cup 2026
  • SIM Keliling Tangerang 11 April 2026, Dua Titik Layanan
  • TAUD Lacak Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS
  • 6 Perbedaan Penting Ninja Van dan Ninja Xpress yang Wajib Diketahui
  • WhatsApp Harus Dibuka Dulu? Ini Penyebabnya
  • Jadwal MotoGP Spanyol 2026 dan Pujian Quartararo untuk Toprak, Cek Moto3 VedaEga-Mario Aji
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Politik»Andre Rosiade: Kasus Penambang Ilegal di Sumbar, Kapolri Pernah Turun Tapi Hilang
Politik

Andre Rosiade: Kasus Penambang Ilegal di Sumbar, Kapolri Pernah Turun Tapi Hilang

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover19 Januari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Kritik terhadap Penanganan Tambang Ilegal di Sumatera Barat

Anggota DPR dari Sumatera Barat, Andre Rosiade, menyoroti masih belum tuntasnya penanganan kasus tambang ilegal di wilayah tersebut. Meskipun sebelumnya mendapat perhatian langsung dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, praktik tambang ilegal tetap marak dan kembali muncul setelah beberapa waktu berhenti sementara.

Andre mengungkapkan bahwa keberadaan tambang ilegal di daerahnya sudah menjadi rahasia umum. Ia menyampaikan hal ini usai berkoordinasi dengan Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, pada Senin (12/1/2026).

“Dulu juga sudah pernah Pak Kapolri, Pak Listyo Sigit. Turun, hilang berapa bulan, habis itu muncul lagi,” kata Andre saat ditemui di lokasi.

Tujuan kedatangannya ke Bareskrim Mabes Polri adalah untuk mengoordinasikan penanganan kasus tambang ilegal. Menurut dia, kasus penganiayaan terhadap nenek Saudah di Kabupaten Pasaman hanyalah puncak gunung es dari masalah yang lebih besar.

“Jadi, kasus nenek Saudah yang ada di Pasaman itu adalah puncak gunung es. Kita tahu beberapa tahun belakang peti penambangan emas secara ilegal di Sumatera Barat itu marak. Ada di Kabupaten Pasaman, di tempat nenek Saudah itu. Lalu di Kabupaten Pasaman,” ujarnya.

Andre menegaskan bahwa aktivitas tambang ilegal tidak hanya terjadi di Kabupaten Pasaman, tetapi juga tersebar di Pasaman Barat, Kabupaten Solok Selatan, Kabupaten Sijunjung, serta sejumlah daerah lainnya.

Menurut politikus Partai Gerindra ini, keberadaan tambang ilegal sudah sangat diketahui oleh masyarakat luas.

“Masyarakat luas sangat tahu bahwa tambang-tambang ilegal di sungai-sungai, di Pasaman, Pasaman Barat, di Kabupaten Sijunjung, Kabupaten Solok Selatan itu ada. Untuk itu saya berkoordinasi hari ini (dengan bareskrim),” katanya.

Andre menilai, aparat penegak hukum di daerah seharusnya tidak menutup mata terhadap praktik tersebut, terutama di wilayah-wilayah yang sudah lama dikenal sebagai titik penambangan ilegal.

“Dan juga kita berharap aparat penegak hukum yang ada di Sumatera Barat, khususnya polres-polres yang punya titik penambangan ilegal ini tidak menutup mata. Karena penambangan ilegal di Sumatera Barat ini sudah merupakan rahasia umum,” tegas Andre.

Keterlibatan Oknum dalam Tambang Ilegal

Terkait kemungkinan keterlibatan oknum yang membekingi tambang ilegal, Andre mengakui hal tersebut sangat mungkin terjadi karena praktiknya sudah berlangsung lama dan masif. Namun, ia menyebut bahwa sejauh ini tidak ditemukan keterlibatan korporasi besar dalam praktik tambang ilegal di Sumatera Barat.

Aktivitas tersebut, menurut dia, dijalankan oleh para pemain lokal maupun dari luar daerah yang memiliki puluhan alat berat.

Andre menegaskan bahwa langkah koordinasi ini sejalan dengan komitmen Presiden Prabowo Subianto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk menindak tegas tambang ilegal dan tambang liar.

Terlebih kerusakan lingkungan akibat aktivitas tersebut berpotensi memicu bencana alam susulan.

“Masa menunggu bencana alam dulu, baru kita melakukan tindakan,” pungkas dia.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

SIM Keliling Tangerang 11 April 2026, Dua Titik Layanan

16 April 2026

Menjelang Penghargaan Pemda Berprestasi, Kemendagri Validasi 26 Indikator Tenaga Kerja di Sorong

16 April 2026

Janji miliaran dolar menguap, rencana Trump bangun Gaza terancam gagal total

16 April 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Pembaruan Info Haji 2026, Menhaj: InsyaAllah Berangkat

16 April 2026

5 Pelajaran Berharga dari Ki Su Jong di Mad Concrete Dreams

16 April 2026

Timnas Indonesia Ikut, Media Vietnam Beberkan 3 Opsi Format FIFA ASEAN Cup 2026

16 April 2026

SIM Keliling Tangerang 11 April 2026, Dua Titik Layanan

16 April 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?