Nasional Proses Geologis Luar Biasa di Balik Pembentukan Gunung di Bumi

Proses Geologis Luar Biasa di Balik Pembentukan Gunung di Bumi

42
0

IndonesiaDiscover –

Proses Geologis Luar Biasa di Balik Pembentukan Gunung di Bumi
Gunung-gunung yang menjulang merupakan hasil dari proses geologis yang melibatkan interaksi lempeng tektonik, aktivitas vulkanik, dan erosi. (freepik)

GUNUNG-gunung yang menjulang di berbagai penjuru dunia tidak hanya memukau dengan keindahannya, tetapi juga merupakan hasil dari serangkaian proses geologis yang kompleks dan luar biasa. 

Terbentuk melalui interaksi lempeng tektonik, aktivitas vulkanik, dan erosi, gunung-gunung ini terus berkembang sepanjang waktu, membentuk lanskap yang mempengaruhi iklim, cuaca, dan kehidupan manusia di sekitarnya. 

Proses pembentukannya, yang melibatkan kekuatan alam yang dahsyat, memberikan gambaran bagaimana Bumi senantiasa mengalami perubahan dan evolusi.

Proses Pembentukan Gunung

Gunung terbentuk melalui sejumlah proses geologis yang berhubungan erat dengan pergerakan lempeng tektonik Bumi. Proses ini dapat berlangsung dalam berbagai bentuk, mulai dari pergeseran lempeng yang mengakibatkan tabrakan dan subduksi, hingga aktivitas vulkanik yang menciptakan gunung baru. Secara garis besar, pembentukan gunung disebabkan pergerakan dan interaksi antara lempeng tektonik yang berada di lapisan luar Bumi.

 

Salah satu proses utama pembentukan gunung adalah pergerakan lempeng tektonik. Ketika dua lempeng tektonik bertabrakan, keduanya akan saling mendorong dan mengangkat lapisan batuan di sekitarnya. Hal ini menyebabkan terbentuknya gunung-gunung yang tinggi dan terjal, seperti yang terlihat pada pegunungan Himalaya. 

Tabrakan antara lempeng India dan lempeng Eurasia, yang dimulai sekitar 55 juta tahun lalu, terus berlangsung hingga sekarang dan membentuk beberapa gunung tertinggi di dunia, termasuk Gunung Everest yang mencapai ketinggian 8.850 meter.

 

Selain tabrakan lempeng, gunung juga dapat terbentuk melalui proses subduksi, di mana salah satu lempeng tektonik menyusup ke bawah lempeng lainnya. Ketika lempeng yang lebih berat tenggelam, magma naik ke permukaan dan membentuk gunung berapi. Proses ini terlihat pada pembentukan gunung-gunung yang ada di sepanjang Cincin Api Pasifik, termasuk pulau-pulau vulkanik seperti Jepang yang terbentuk akibat aktivitas vulkanik di zona subduksi.

 

Proses vulkanisme juga merupakan cara terbentuknya gunung. Gunung berapi terbentuk ketika magma dari dalam Bumi meletus melalui kerak dan menumpuk di permukaan. Contohnya adalah Pulau Hawaii, yang merupakan hasil dari gunung berapi bawah laut. Gunung-gunung vulkanik seperti Gunung St. Helens di Amerika Serikat dan Gunung Fuji di Jepang juga terbentuk melalui aktivitas vulkanik ini.

 

Selain pergerakan lempeng dan vulkanisme, erosi yang disebabkan angin, hujan, dan aliran air juga berperan dalam pembentukan gunung. Erosi ini dapat mengikis batuan di lereng gunung, namun dalam beberapa kasus, erosi justru mengangkat permukaan Bumi dan meningkatkan ketinggian gunung. Proses ini terjadi pada gunung-gunung dome, yang terbentuk ketika magma mendorong kerak Bumi ke atas tanpa meletus.

 

Selain itu, gunung juga dapat terbentuk akibat pergerakan vertikal pada kerak Bumi, di mana blok-blok batuan naik dan turun akibat tekanan yang terjadi. Salah satu contohnya gunung fault-block, seperti yang terlihat pada Sierra Nevada di Amerika Serikat, yang terbentuk akibat retakan dan patahan pada permukaan Bumi.

 

Secara keseluruhan, berbagai proses ini bekerja bersama-sama untuk membentuk gunung-gunung yang ada di permukaan Bumi. Gunung-gunung tidak hanya menjadi keajaiban alam, tetapi juga mempengaruhi iklim, cuaca, dan bahkan geopolitik, karena ketinggiannya dapat mempengaruhi pola cuaca dan bertindak sebagai pembatas alamiah antar negara. (nationalgeographic/livescience/Z-3)

Tinggalkan Balasan