Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Jumat, 24 April 2026
Trending
  • Jadwal Kapal Pelni 5 Mei: Perjalanan 8 KM Gunung Dempo, Jakarta-Jayapura via Sorong-Manokwari
  • 9 cara mengembangkan diri di luar jam kerja untuk tingkatkan skill dan penghasilan
  • 7 tanda kecil hubungan jiwa yang mendalam, tak terbatas jarak
  • Bapenda Bekasi Selidiki Tagihan PBB Fantastis, Diduga Akibat Kesalahan Manusia atau Sistem
  • Penggelapan Dana Gereja Rp28 Miliar, BNI Pastikan Tak Ada Pejabat Lain Terlibat
  • Banyak Emiten Peroleh Dana Tambahan Melalui Rights Issue, Ini Keunggulannya
  • Sektor Kreatif Dapat Akses Modal Melalui KUR Kreatif
  • Jadwal Race MotoGP 2026: Perbedaan Aprilia dan Ducati diungkap Jorge Martin
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Olahraga»Pemain Dihargai dan Dibatasi, Aturan Baru BWF Diuji di Indonesia Masters 2026
Olahraga

Pemain Dihargai dan Dibatasi, Aturan Baru BWF Diuji di Indonesia Masters 2026

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover5 Januari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Indonesia Masters 2026 Jadi Uji Coba Aturan Baru Bulu Tangkis

Indonesia Masters 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi bagi atlet bulu tangkis dunia, tetapi juga menjadi uji coba aturan baru yang diharapkan mampu mengatasi berbagai pro dan kontra dalam olahraga ini. Salah satu aturan yang akan diuji coba adalah Time Clock, yaitu batas waktu konsisten sepanjang 25 detik untuk jeda antar-reli ketika tidak ada insiden yang terjadi.

Aturan ini sedang didorong oleh Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) dan akan diterapkan secara penuh dalam turnamen Indonesia Masters 2026. Informasi ini disampaikan oleh Bambang Roedyanto, pengurus bidang hubungan luar negeri PP PBSI yang juga menjabat sebagai direktur turnamen Indonesia Masters 2026.

“Time Clock akan dites dari kualifikasi sampai main draw di Daihatsu Indonesia Masters,” tulis Bambang melalui akun X-nya, @R_RB6767. Ia juga menyebut bahwa sistem ini telah diuji coba di Australia (Open) pada babak kualifikasi. “Sistem Time Clock akan dijalankan penuh sebelum kualifikasi Olimpiade.”

Penerapan sistem jam waktu ini diumumkan oleh BWF pada 10 September 2025 dan sudah dimasukkan ke dalam instruksi untuk ofisial pertandingan pada 17 November 2025. Uji coba secara komprehensif di beberapa turnamen BWF World Tour telah disepakati oleh Dewan BWF dalam pertemuan yang berlangsung pada 29 Agustus 2025. Uji coba akan dilakukan sepanjang tahun 2026 untuk turnamen-turnamen tertentu.

Dengan aturan ini, para pemain mendapatkan kebebasan lebih dalam melakukan aktivitas seperti minum air, mengelap keringat, atau memotong senar raket yang rusak tanpa perlu meminta izin kepada umpire atau wasit lapangan. Namun, aktivitas tersebut harus dilakukan dalam batasan waktu tertentu. Misalnya, pemain bisa melakukan perawatan mandiri dengan plester, kompres, dan semprotan pendingin, tetapi harus sesuai aturan.

Masalah semprotan pendingin sempat menjadi kontroversi. Pada akhir tahun 2024, BWF membuat aturan yang melarang perawatan medis bagi pemain kecuali saat interval, artinya setelah poin ke-11 atau akhir gim. Kritik keras muncul, terutama setelah cedera serius yang dialami tunggal putra Malaysia, Lee Zii Jia, saat terkena getahnya di BWF World Tour Finals 2024. Akibatnya, BWF mengubah aturan soal penanganan medis sebelum Time Clock diterapkan sepenuhnya.

Kembali berbicara tentang aturan Time Clock, penghitung waktu dimulai saat umpire memperbarui skor pertandingan. Pemain yang mendapat giliran memberikan servis harus sudah berada dalam posisi siap sebelum batas waktu 25 detik berakhir. Sementara itu, pemain yang mendapat giliran menerima servis tidak boleh mengulur-ulur waktu sesudahnya.

Wasit memiliki hak memberi pengecualian untuk protes dari pemain, cedera, dan memberi waktu ekstra kepada petugas untuk mengelap lapangan. Sebelumnya, pemain yang dinilai mengulur-ulur waktu akan mendapat peringatan terlebih dulu sebelum menerima kartu.

Tahun ini, BWF juga akan mengevaluasi sistem poin baru 3×15 yang berpeluang menggantikan 3×21 sebagai pakem utama di bulu tangkis. Sistem poin baru ini telah diuji coba di berbagai ajang sepanjang tahun 2025 dan akan ditentukan kelanjutannya dalam Sidang Umum Tahunan BWF pada 2026.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Pembaruan klasemen Liga Inggris: City Kalahkan Arsenal 2-1, Gunners Terancam

24 April 2026

Drama Injury Time, Persiraja Gagal Menang Usai Ditahan Garudayaksa 2-2

24 April 2026

Update klasemen Liga Inggris memanas: City mendekati Arsenal, MU jaga posisi tiga

24 April 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Jadwal Kapal Pelni 5 Mei: Perjalanan 8 KM Gunung Dempo, Jakarta-Jayapura via Sorong-Manokwari

24 April 2026

9 cara mengembangkan diri di luar jam kerja untuk tingkatkan skill dan penghasilan

24 April 2026

7 tanda kecil hubungan jiwa yang mendalam, tak terbatas jarak

24 April 2026

Bapenda Bekasi Selidiki Tagihan PBB Fantastis, Diduga Akibat Kesalahan Manusia atau Sistem

24 April 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?