Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Minggu, 22 Maret 2026
Trending
  • Daftar 5 Program Mudik Gratis 2026 untuk Solo Raya, Kuota Terbatas
  • OJK Atur Perwakilan Lembaga Pembiayaan Asing di Indonesia
  • Pupuk Indonesia Perkuat Bisnis dengan Revitalisasi Pabrik
  • Desakan keluar dari BoP, pakar: Pemerintah butuh rencana keberangkatan
  • Harga HP Samsung Murah Jelang Lebaran 2026: A07, A17, A26 5G, A36 5G, A56 5G Terbaru
  • Cara Menghitung Cicilan KPR dengan Aman dan Strategi Pengajuan
  • Polres Bangka Selatan Amankan 100 Botol Miras dan 12 Orang Ditangkap
  • Iran Miliki Pemimpin Tertinggi Baru, Mojtaba Ditetapkan oleh Majelis Pakar
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Olahraga»Pemain Dihargai dan Dibatasi, Aturan Baru BWF Diuji di Indonesia Masters 2026
Olahraga

Pemain Dihargai dan Dibatasi, Aturan Baru BWF Diuji di Indonesia Masters 2026

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover5 Januari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Indonesia Masters 2026 Jadi Uji Coba Aturan Baru Bulu Tangkis

Indonesia Masters 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi bagi atlet bulu tangkis dunia, tetapi juga menjadi uji coba aturan baru yang diharapkan mampu mengatasi berbagai pro dan kontra dalam olahraga ini. Salah satu aturan yang akan diuji coba adalah Time Clock, yaitu batas waktu konsisten sepanjang 25 detik untuk jeda antar-reli ketika tidak ada insiden yang terjadi.

Aturan ini sedang didorong oleh Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) dan akan diterapkan secara penuh dalam turnamen Indonesia Masters 2026. Informasi ini disampaikan oleh Bambang Roedyanto, pengurus bidang hubungan luar negeri PP PBSI yang juga menjabat sebagai direktur turnamen Indonesia Masters 2026.

“Time Clock akan dites dari kualifikasi sampai main draw di Daihatsu Indonesia Masters,” tulis Bambang melalui akun X-nya, @R_RB6767. Ia juga menyebut bahwa sistem ini telah diuji coba di Australia (Open) pada babak kualifikasi. “Sistem Time Clock akan dijalankan penuh sebelum kualifikasi Olimpiade.”

Penerapan sistem jam waktu ini diumumkan oleh BWF pada 10 September 2025 dan sudah dimasukkan ke dalam instruksi untuk ofisial pertandingan pada 17 November 2025. Uji coba secara komprehensif di beberapa turnamen BWF World Tour telah disepakati oleh Dewan BWF dalam pertemuan yang berlangsung pada 29 Agustus 2025. Uji coba akan dilakukan sepanjang tahun 2026 untuk turnamen-turnamen tertentu.

Dengan aturan ini, para pemain mendapatkan kebebasan lebih dalam melakukan aktivitas seperti minum air, mengelap keringat, atau memotong senar raket yang rusak tanpa perlu meminta izin kepada umpire atau wasit lapangan. Namun, aktivitas tersebut harus dilakukan dalam batasan waktu tertentu. Misalnya, pemain bisa melakukan perawatan mandiri dengan plester, kompres, dan semprotan pendingin, tetapi harus sesuai aturan.

Masalah semprotan pendingin sempat menjadi kontroversi. Pada akhir tahun 2024, BWF membuat aturan yang melarang perawatan medis bagi pemain kecuali saat interval, artinya setelah poin ke-11 atau akhir gim. Kritik keras muncul, terutama setelah cedera serius yang dialami tunggal putra Malaysia, Lee Zii Jia, saat terkena getahnya di BWF World Tour Finals 2024. Akibatnya, BWF mengubah aturan soal penanganan medis sebelum Time Clock diterapkan sepenuhnya.

Kembali berbicara tentang aturan Time Clock, penghitung waktu dimulai saat umpire memperbarui skor pertandingan. Pemain yang mendapat giliran memberikan servis harus sudah berada dalam posisi siap sebelum batas waktu 25 detik berakhir. Sementara itu, pemain yang mendapat giliran menerima servis tidak boleh mengulur-ulur waktu sesudahnya.

Wasit memiliki hak memberi pengecualian untuk protes dari pemain, cedera, dan memberi waktu ekstra kepada petugas untuk mengelap lapangan. Sebelumnya, pemain yang dinilai mengulur-ulur waktu akan mendapat peringatan terlebih dulu sebelum menerima kartu.

Tahun ini, BWF juga akan mengevaluasi sistem poin baru 3×15 yang berpeluang menggantikan 3×21 sebagai pakem utama di bulu tangkis. Sistem poin baru ini telah diuji coba di berbagai ajang sepanjang tahun 2025 dan akan ditentukan kelanjutannya dalam Sidang Umum Tahunan BWF pada 2026.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

50 Soal Essay PJOK Kelas 9 SMP MTs 2026 Lengkap Kunci Jawaban

21 Maret 2026

Pembaruan klasemen Super League: Borneo FC kejar Persib, Malut United bangkit lagi dalam perburuan gelar

21 Maret 2026

Prediksi Skor Milan vs Inter: Derby Panas, Rossoneri Harus Menang

21 Maret 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Daftar 5 Program Mudik Gratis 2026 untuk Solo Raya, Kuota Terbatas

22 Maret 2026

OJK Atur Perwakilan Lembaga Pembiayaan Asing di Indonesia

22 Maret 2026

Pupuk Indonesia Perkuat Bisnis dengan Revitalisasi Pabrik

21 Maret 2026

Desakan keluar dari BoP, pakar: Pemerintah butuh rencana keberangkatan

21 Maret 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?