
IndonesiaDiscover –

BADAN Pengembangan dan Pembinaan Bahasa akan mencanangkan program residensi sastrawan Indonesia di luar negeri pada 2025. Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Endang Aminudin aziz mengungkapkan, residensi sastrawan di luar negeri merupakan sebuah program yang mempertemukan sastrawan yang ada di tanah air untuk bisa bermitra dengan sastrawan di luar negeri yang sudah punya nama dan reputasi baik.
“Dan mereka kami minta untuk menghasilkan karya sehingga nanti karyanya bisa bersama-sama dikaji oleh sastrawan terkemuka di negara tujuan,” kata Amin dalam acara Seminar Nasional dan Peluncuran Buku Seratus Tahun A.A Navis di Jakarta, Kamis (28/11).
Nantinya, kata dia, karya tersebut kemudian diterbitkan dalam bahasa setempat, disebarluaskan dan dibahas dalam bentuk-bentuk diskusi yang ada di negara tersebut. Amin berharap, agenda tersebut bisa memperluas cakupan pembaca karya sastra Indonesia hingga ke ruang mancanegara.
Ia pun sudah mendiskusikan program tersebut dengan Global Network Diaspora Indonesia. “Mereka menyanggupi untuk bekerja sama, memfasilitasi para sastrawan kalau ingin berhubungan dengan sastrawan yang ada di mancanegara. Oleh karena itu saya sangat mendorong para sastrawan Indonesia untuk bermitra dengan mereka,” imbuh Amin.
Ia pun berkomitmen untuk mendukung pembiayaan residensi sastrawan di luar negeri tersebut. “Saya tidak tahu akan berapa banyak sastrawan yang kemudian akan berminat menyampaikan karyanya, kemudian bermitra dengan mitranya yang ada di luar negeri,” ucap Amin.
“Namun demikian kami akan mulai membuka sosialisasi program ini pada bulan Desember yang akan datang, dan kami akan melakukan pembicaraan secara mendetail tentang mekanisme kegiatan residensi sastrawan ini, sehingga nanti program ini bisa mencapai tujuan sebagaimana yang kita harapkan,” pungkas dia. (H-3)