
IndonesiaDiscover –

MENTERI Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding menjelaskan bahwa saat ini negara Jepang menjadi salah satu tujuan favorit penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI). Adapun alasan Jepang menjadi tempat Favorit penempatan PMI jelas Abdul mengingat usia warga Jepang sebagaian besar tengah menua sementara tingkat vertilitas atau kelahiran cenderung rendah.
“Dengan fenomena seperti ini, Jepang membutuhkan tenaga-tenaga produktif dari luar negeri untuk mengisi kekosongan lapangan pekerjaan yang ditinggalkan oleh generasi sebelumnya. Untuk itu kepada segenap lulusan dari berbagai kampus di Indonesia, saya berharap para wisudawan/wati yang akan berminat menjadi PMI dapat mempelajari budaya Jepang agar lebih mudah diterima di negeri matahari terbit tersebut,” ungkapnya disela-sela acara wisuda yang digelar di Universitas Darma Persada, Jakarta, Sabtu (23/11).
Runtuhnya tenaga kerja produktif di Jepang akibat minimnya minat untuk memiliki anak, saat ini pemerintah Indonesia terus menjalin kerja sama dengan pihak Jepang dalam empat bentuk kategori. Keempat bentuk kategori tersebut tandas Abdul adalah Government to Government (G to G), Private (P) to Private (P), G to P, serta Usaha Untuk Kepentingan Perusahaan Sendiri (UKPS).
Khusus untuk G to G pada tahun 2023 lanjut Abdul, pemerintah telah memberangkatkan sebanyak 1.476 Pekerja Migran Indonesia. Adapun untuk program visa Special Skilled Worker (SSW) yang dibuka oleh pemerintah Jepang semenjak tahun 2019, pemerintah telah memberangkatkan sebanyak 24.002 pekerja.
“Tahun 2024, Jepang membuka peluang tenaga kerja sebanyak 70.000 orang. Untuk itu kepada segenap lulusan Universitas Darma Persada maupun perguruan tinggi lainnya, saya berharap para lulusan bisa mempelajari bahasa Jepang dengan tingkat toefl atau N yang bernilai N5 atau N4,” lanjut Abdul.
Pada kesempatan yang sama, Rektor Universitas Darma Persada, Drs. Agus Salim Dasuki menyatakan bahwa untuk menembus peluang kerja di negeri Jepang, pihak kampus tidak hanya memberikan keterampilan keilmuan berupa pelajaran mata kuliah tetapi juga menanamkan pendidikan karakter. “Ada 3 prinsip ala Jepang yang kita tekankan yaitu ikigai (perencanaan), kaiseng (peningkatan hasil dibidang apapun) serta gaman (sabar/tidak terburu-buru),” jelas Agus.
Kerja sama Jepang dengan Universitas Darma Persada yang sudah terjalin selama ini lanjut Agus harus dimanfaatkan oleh para wisudawan/wati untuk bisa magang dan bekerja di negara Jepang. Kunjungan Kaisar Jepang Hironomiya Naruhito dan Permaisuri Masako pada tahun lalu ke Darma Persada dengan membawa 48 CEO dari berbagai perusahaan raksasa Jepang tandas Agus terus membuka peluang kerja sama antara pihaknya dengan pihak Jepang.
Seperti diketahui, Universitas Darma Persada (UNSADA) menggelar acara wisuda angkatan ke-34. Dengan mengusung tema ‘Optimalisasi Teknologi Digital dalam Menciptakan Generasi Inovatif di Era Global’, UNSADA mewisuda 504 lulusan baik dari D3, S1 maupun S2.
504 wisudawan tersebut berhasil menyelesaikan pendidikannya di berbagai program studi dari empat fakultas di antaranya Fakultas Bahasa dan Budaya, Fakultas Teknik, Fakultas Teknologi Kelautan, Fakultas Ekonomi, dan Sekolah Pasca Sarjana.
Sejumlah 15 wisudawan berprestasi juga diberikan penghargaan atas pencapaian predikat cumlaude dari enam prodi diantaranya, Prodi Bahasa dan Kebudayaan Jepang, Bahasa Mandarin dan Kebudayaan Tiongkok, Bahasa dan Kebudayaan Inggris, Bahasa Jepang, Bahasa Inggris, Teknologi Informasi, Manajemen dan Prodi Teknik Energi Terbarukan Sekolah Pasca Sarjana. (H-2)