Nasional Akibat Hujan Deras dan Luapan Sungai, 12 Kecamatan di Pidie Terendam Banjir

Akibat Hujan Deras dan Luapan Sungai, 12 Kecamatan di Pidie Terendam Banjir

39
0

IndonesiaDiscover –

Akibat Hujan Deras dan Luapan Sungai, 12 Kecamatan di Pidie Terendam Banjir
Lahan sawah baru ditanami padi 1 hari hingga sepekan yang terendam banjir di Kecamatan Delima, Pidie.(MI/AMIRUDDIN ABDULLAH REUBEE)

SETELAH diguyur hujan lebat mulai sore hingga Sabtu (22/11) tengah malam, sedikitnya 13 kecamatan di Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh terendam banjir. Lalu empat sungai yang hulunya di kawasan pengunungan dan dataran tinggi setempat juga meluap hingga menumpahkan banjir ke permukiman warga.

Sesuai amatan Media Indonesia, Sabtu (23/11) lokasi terendam banjir itu antara lain meliputi Kecamatan Delima, Grong-Grong, Indrajaya,  Padang Tijii, Sakti, Mutiara Timur dan Kecamatan Pidie. Lalu Kecamatan Titeue, Keumala, Tiro Truseb, Glumpang Tiga, Kembang Tanjung dan Kecamatan Peukan Baro. 

Di Kecamatan Delima misalnya banjir akibat hujan deras dan luapan Sungai Krueng Teuku Chik Di Reubee dan Sungai Krueng Baro itu merendam puluhan desa. Seperti di Desa Mesjid Reubee, belasan rumah warga ikut tergenang. 

Ketingggian air berkisar 30 cm-50 cm, sehingga arus banjir sempat masuk ke sebagian rumah warga. Mereka yang rumahnya terendam sibuk menyelamatkan barang dalam rumah ke tempat lebih tinggi. 

Selain merendam ratusan rumah warga, ratusan hektare (ha) lahan sawah yang baru ditami berumur 1 hari hingga sepekan di Kecamatan Delima juga terendam. Lalu ratusan ha benih yang baru ditabur di persemaian juga tergenang luapan banjir. 

“Tiga hari tenggelam air tidak surut semua yang sudah ditanami atau baru benih di persemaian rusak dan gagal tumbuh” tutur Muhammad Nasir, tokoh adat tani di Kebupaten Pidie. 

Sedangkan di Kecamatan Indrajaya, akibat meluap arus sungai Krueng Baro ratusan rumah warga juga sempat terendam. Tapi setelah debit air sungai surut, warga harus membersihkan sendimen lumpur banjir yang masuk ke dalam rumah. 

“Di Desa Gampong Pukat Kecamatan Pidie, akibat ambalas tanggul beton ke dalam sungai, arus banjir masuk ke permukiman warga. Untuk membersihkan sendimen banjir kami siap membersihkan dengan alat beras becho, tutur Aris Munandan Kabid PUPR Kebupaten Pidie. (H-2) 

Tinggalkan Balasan