Ringkasan Berita
Khutbah Jumat merupakan salah satu rukun yang sangat penting dalam pelaksanaan salat Jumat. Tanpa khutbah, maka salat Jumat tidak dianggap sah. Khutbah berperan sebagai sarana penyampaian pesan-pesan keagamaan dan ajakan untuk meningkatkan ketakwaan serta melakukan amal kebaikan.
Pada kesempatan kali ini, tema khutbah mengangkat isu penting tentang “Menjaga Diri dan Keluarga dari Api Neraka”. Pesan ini menjadi peringatan bagi setiap Muslim untuk memikul tanggung jawab moral dalam membimbing orang-orang terdekatnya.
Khutbah Pertama
Arab Latin:
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ أَرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِالْهُدَى وَدِيْنِ الْحَـقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُوْنَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا اِلٰهَ إِلاَّ اللّٰه وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللّٰه، اَللّٰهُـمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ، أَمَّا بَعْدُ: فَيَا عِبَادَ اللّٰه، أُوْصِيْنِيِ نَفْسِيْ وَإِيَّاكُمْ بِتَقْوَى اللّٰه، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. وَقَالَ تَعَالَى يَا اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اتَّقُوْا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. صَدَقَ اللّٰهُ الْعَظِيمْ.
Artinya:
“Segala puji bagi Allah yang telah mengutus Rasul-Nya dengan petunjuk dan agama yang benar, sehingga menjadikannya menang atas semua agama meskipun kaum musyrik membencinya. Aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi Muhammad adalah utusan Allah. Ya Allah, berikanlah rahmat atas junjungan kita Nabi Muhammad SAW atas keluarga beliau serta para sahabatnya seluruhnya. Wahai hamba-hamba Allah, aku menasihati diriku dan kamu untuk bertakwa, karena orang-orang yang bertakwalah yang menang. Dan Yang Maha Kuasa berfirman, Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebagaimana Dia patut ditakuti, dan janganlah kamu mati kecuali sebagai orang Islam. Maha benar Allah dengan segala firman-Nya.”
Saudara-saudara seiman, rahimakumullah,
Marilah kita bersyukur atas nikmat kesehatan dan kehidupan yang masih Allah anugerahkan. Semoga rasa syukur ini membuka pintu karunia yang lebih luas. Allah berfirman:
“Jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah nikmatmu, dan jika kamu mengingkari, sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS. Ibrahim: 7)
Setiap muslim hendaknya menjadikan akhirat sebagai tujuan utama. Dunia hanyalah sarana untuk menuju kehidupan yang kekal. Firman Allah:
“Ketahuilah, bahwa kehidupan dunia hanyalah permainan dan senda gurau, perhiasan dan bermegah-megahan di antara kamu, seperti hujan yang tanamannya mengagumkan para petani, kemudian menjadi kering dan hancur…” (QS. Al-Hadid: 20)
Menurut Ibnu Katsir, ayat ini menggambarkan kefanaan dunia dan kekalnya akhirat. Oleh sebab itu, setiap muslim harus menyiapkan diri dan keluarganya agar selamat dari azab neraka. Anak merupakan amanah dari Allah yang harus dijaga dan dididik dengan baik. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda:
“Setiap kalian adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya.” (HR. Bukhari, Muslim, Ahmad, dan At-Tirmidzi dari Ibnu Umar)
Allah berfirman:
“Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu.” (QS. At-Tahrim: 6)
Ali bin Abi Thalib menafsirkan ayat ini dengan berkata: “Didik dan ajarilah keluargamu.” Adh-Dhahak dan Muqatil menambahkan bahwa kewajiban seorang muslim adalah mendidik keluarga tentang perintah dan larangan Allah.
Jamaah Jumat yang Dimuliakan Allah
Orang tua wajib memperhatikan pendidikan anak-anaknya, baik iman maupun akhlak. Kelalaian dalam hal ini berarti menyia-nyiakan amanah Allah. Firman Allah mengingatkan tentang siksa bagi mereka yang lalai:
“Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti dengan kulit yang lain agar mereka merasakan azab.” (QS. An-Nisa: 56)
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam juga bersabda tentang siksa paling ringan di neraka:
“Penduduk neraka yang paling ringan azabnya adalah Abu Thalib. Ia memakai dua terompah dari api neraka yang membuat otaknya mendidih karenanya.” (HR. Muttafaqun ‘Alaih)
Khutbah Kedua
Arab Latin:
الْحَمْدُ لِلّٰهِ وَ الْحَمْدُ لِلّٰهِ ثُمَّ الْحَمْدُ لِلَّهِ. أَشْهَدُ أنْ لآ إلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِيْ لَا نَبِيّ بعدَهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ القِيَامَةِ
أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يٰأَ يُّها الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ. اللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ، اَلْأَحْياءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ والقُرُوْنَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتَنِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا إِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عامَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ
اللّٰهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلًا وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ. رَبَّنَا آتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. وَاَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ
عٍبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتاءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشاءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ، وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ

