Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Senin, 8 Juni 2026
Trending
  • Wuling Alvez: Desain SUV Modern dengan Teknologi Suara dan Keselamatan Canggih
  • Produsen Tiongkok Percepat Pengembangan Baterai Sasis Padat, Siap Masuk Pasar 2027
  • 5 Berita Terpopuler: Gaji ke-13 PPPK Sudah Cair, Kapan Alih Status P3K Jadi PNS? Ada Sinyal Positif!
  • Vespa GTS Super Tech 250 Resmi Hadir: Skuter Premium dengan Teknologi Canggih dan Performa Hebat
  • Rupiah Tembus Rp18.000, Perbankan Kencangkan Penyaluran Kredit Valas
  • Pencuri Mobil Dokter Diamankan Warga Setelah Korban Berteriak
  • Raih WTP 13 kali berturut-turut, Muhammad Safri minta Pemprov kejar potensi pajak hilang
  • Salam perpisahan Persib untuk Layvin Kurzawa, dari Andrew Jung hingga Adam Alis
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Keamanan pangan, tanggung jawab bersama
Nasional

Keamanan pangan, tanggung jawab bersama

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover6 Juni 2026Tidak ada komentar5 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Peran Pangan Aman dalam Masa Depan Bangsa

“Bukan pangan kalau tidak aman.” Kalimat ini mungkin sederhana namun memiliki makna mendalam, merupakan penegasan bahwa aspek keamanan pangan harus menjadi perhatian semua pihak. Pangan bukan sekadar sesuatu yang dapat dimakan atau mengenyangkan, tetapi titik beratnya adalah terjamin keamananya agar tidak membahayakan kesehatan masyarakat.

Setiap tanggal 7 Juni, dunia memperingati Hari Keamanan Pangan Sedunia (World Food Safety Day). Bagi saya, peringatan ini bukan sekadar agenda tahunan, tetapi momentum penting untuk mengingatkan kita semua bahwa pangan aman merupakan hak dasar setiap masyarakat tanpa mengenal status sosial. Apa yang kita dan keluarga konsumsi setiap hari sejatinya berpengaruh besar terhadap kesehatan, kualitas hidup, dan masa depan generasi bangsa. Karena itu, keamanan pangan tidak boleh diabaikan.

Tahun 2026 ini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melalui Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) mengangkat tema “From burden to solutions – safe food everywhere” atau “Dari Beban Menjadi Solusi – Pangan Aman di Mana Saja.” Tema ini mengajak seluruh negara, termasuk Indonesia, untuk memperkuat pengawasan, edukasi, dan kolaborasi dalam mencegah risiko pangan yang tidak aman di semua lini.

Maluku Utara bukan sekedar sebuah wilayah di peta Indonesia timur. Ia adalah gugusan pulau sejak ratusan tahun lalu telah menjadi titik temu berbagai peradaban dunia. Provinsi ini resmi berdiri pada 4 Oktober 1999 terdiri dari 10 kabupaten/kota seiring waktu dan perubahan administratif Sofifi resmi ditetapkan sebagai ibukota provinsi tanggal 4 Agustus 2010. Sejarahnya jauh melampaui tanggal tersebut menyusuri jejak panjang kejayaan perdagangan rempah-rempah yang pernah mengubah sejarah dunia. Dimasa lalu Maluku menjadi magnet bagi bangsa-bangsa besar. Kapal-kapal Eropa berlayar ribuan kilometer menembus samudera hanya untuk mencapai pulau-pulau kecil yang menyimpan kekayaan luar biasa cengkeh dan pala.

Komoditas ini bukan hanya bernilai tinggi tetapi juga menjadi simbol kejayaan, kekuasaan dan perebutan pengaruh antar bangsa. Menariknya Maluku Utara juga memiliki kekuatan lokal yang telah berdiri kokoh jauh sebelum bangsa asing datang. Kesultanan Ternate, Tidore, Bacan dan Jailolo merupakan pilar utama yang membentuk peradaban, dan keempat kesultanan tersebut dikenal sebagai Moloku Kie Raha, sebuah konsep yang bukan hanya menggambarkan kekuasaan politik tetapi juga mencerminkan kesatuan nilai, adat dan filosofi hidup masyarakat.

Sebagai Kepala Balai POM di Sofifi, saya melihat bahwa tantangan wilayah, kompleksitas geografis dan dinamika menjadikan keamanan pangan khususnya di wilayah Maluku Utara saat ini semakin kompleks. Di tengah dinamika geografis yang unik dan menantang, pulau Halmahera merupakan pulau terbesar di Maluku Utara yang menjadi tulang punggung dan dikelilingi oleh gugusan pulau-pulau kecil yang tersebar luas seperti untaian zamrud di lautan.

Keberagaman masyarakat menjadi kekuatan yang memberdayakan dan menyatukan sebab laut bukanlah pemisah justru menjadi penghubung kehidupan masayarakat Maluku Utara meskipun akses antar pulau sangat bergantung pada transportasi laut serta kondisi krusial cuaca. Senada dengan tema Hari Keamanan Pangan Sedunia (World Food Safety Day) tanggal 7 Juni 2026 “From burden to solutions – safe food everywhere” atau “Dari Beban Menjadi Solusi – Pangan Aman di Mana Saja.”

Meningkatnya aktivitas produksi dan panjangnya rantai distribusi pangan di wilayah kepulauan Indonesia terutama Indonesia timur seperti Maluku Utara. Penerapan praktik higiene dan sanitasi belum konsisten sesuai standar, menyebabkan pangan tercemar secara biologis, kimia, maupun fisik sehingga menimbulkan berbagai gangguan kesehatan, mulai dari keracunan hingga penyakit serius lainnya, bahkan jika tidak segera ditangani nyawa masyarakat menjadi taruhanya.

Oleh karena itu, pengawasan pangan harus dilakukan secara komprehensif, kolaboratif dan berkelanjutan mulai dari proses produksi, pengolahan, distribusi, hingga penyajian pangan sampai ke tangan Masyarakat (from farm to table). Keamanan pangan adalah tanggungjawab bersama bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata.

Badan POM RI (Indonesian Food and Drug Authority) terus memperkuat sistem pengawasan guna meningkatkan efektifitas pengawasan obat dan makanan, selain pengawasan Badan POM juga menginisiasi berbagai program strategis mendukung kemanan pangan seperti Gerakan Keamanan Pangan Desa (GKPD), Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) dan Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas (PPBAK) dan bersama Kementerian/Lembaga lain meluncurkan Kabupaten/Kota aman di seluruh indonesia. Sinergi antar lembaga dan pelaku usaha pangan meningkatkan kepatuhan serta pemahaman masyarakat mewujudkan keamanan pangan.

Rantai distribusi kerap menentukan keamanan pangan, dibutuhkan perhatian serius dari pemerintah untuk melakukan pemerataan pembangunan infrastruktur dasar serta memperbaiki konektivitas antar wilayah sebagai wujud nyata komitmen hadirnya negara menyediakan hak dasar masyarakat di seluruh negeri. Sekali lagi, Ini adalah ikhtiar dan tanggung jawab kita bersama. Pangan aman dimana saja.

Pelaku usaha memiliki tanggung jawab untuk menghasilkan pangan yang aman dan bermutu. Masyarakat memiliki peran penting untuk proaktif meningkatkan awareness menjadi konsumen yang cerdas, teliti, dan peduli terhadap keamanan pangan yang akan dikonsumsi diri sendiri maupun keluarga.

Hal-hal sederhana tetapi menjadi langkah besar memastikan keamanan pangan dan melindungi keluarga adalah dengan menerapkan 5 (lima) kunci keamanan pangan mulai dari menjaga kebersihan saat mengolah makanan, memisahkan pangan mentah dengan pangan matang, memastikan makanan dimasak hingga matang sempurna, menyimpan pangan pada suhu yang sesuai, menggunakan air dan bahan baku pangan yang aman.

Dalam memilih pangan olahan yang dikemas, masyarakat wajib menerapkan prinsip “Cek KLIK”, yaitu memeriksa Kemasan apakah masih utuh dan tidak berkarat, rusak, bocor atau kembung, cek Label dengan seksama apakah dilengkapi dengan komposisi dan nilai gizi, cek Izin edar apakah ada nomor izin edar MD/ML (BPOM) ataupun izin edar PIRT (Dinas Kesehatan), dan terlahir cek Kedaluwarsa apakah masih berlaku.

Tips sederhana ini sangat penting jika ingin memastikan produk yang dikonsumsi aman dan bermutu. Cek KLIK hari ini melindungi diri sendiri dan keluarga setiap hari. Masyarakat juga dapat mengetahui pangan aman melalui aplikasi “BPOM Mobile”

Melalui momentum Hari Keamanan Pangan Sedunia tahun ini, saya Ermanto Siahaan selaku Kepala Balai POM di Sofifi, mengajak semua komponen memperkuat sinergi dan kolaborasi meningkatkan efektifitas pengawasan keamanan pangan, dan kepada seluruh masyarakat Maluku Utara tercinta, mari bersama melindungi diri sendiri dan keluarga membangun budaya sadar keamanan pangan dilingkungan masing-masing. Pangan aman dimana saja.
Pangan aman bukan hanya melindungi kesehatan hari ini, tetapi investasi untuk masa depan bangsa yang sehat, produktif, dan berkualitas.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Raih WTP 13 kali berturut-turut, Muhammad Safri minta Pemprov kejar potensi pajak hilang

8 Juni 2026

Libur Panjang Tingkatkan Kunjungan Mal, APPBI Percaya Ritel Tetap Dinamis

8 Juni 2026

Pencuri Mobil Dokter Diamankan Warga Setelah Korban Berteriak

8 Juni 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Wuling Alvez: Desain SUV Modern dengan Teknologi Suara dan Keselamatan Canggih

8 Juni 2026

Produsen Tiongkok Percepat Pengembangan Baterai Sasis Padat, Siap Masuk Pasar 2027

8 Juni 2026

5 Berita Terpopuler: Gaji ke-13 PPPK Sudah Cair, Kapan Alih Status P3K Jadi PNS? Ada Sinyal Positif!

8 Juni 2026

Vespa GTS Super Tech 250 Resmi Hadir: Skuter Premium dengan Teknologi Canggih dan Performa Hebat

8 Juni 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?