Nasional Liam Payne Meninggal Akibat Politrauma Pahami Politrauma dan Dampaknya

Liam Payne Meninggal Akibat Politrauma Pahami Politrauma dan Dampaknya

69
0

IndonesiaDiscover –

Liam Payne Meninggal Akibat Politrauma: Pahami Politrauma dan Dampaknya
Autopsi mengungkan penyebab kematian Liam Payne adalah politrauma akibat perdarahan internal dan eksternal, dengan 25 cedera parah yang dialaminya. (Instagram)

KABAR mengejutkan datang dari dunia musik ketika mantan anggota One Direction, Liam Payne, meninggal dunia pada 16 Oktober. Penyanyi berusia 31 tahun ini ditemukan tewas setelah jatuh dari balkon lantai tiga sebuah hotel di Palermo, Argentina. 

Laporan autopsi yang dirilis sehari setelah kejadiannya memberikan rincian lebih lanjut tentang penyebab kematian yang menyedihkan ini.

Apa itu Politrauma?

Dalam laporan resmi dari Kantor Kejaksaan Nasional Argentina, penyebab kematian Liam Payne diidentifikasi sebagai politrauma yang diakibatkan perdarahan internal dan eksternal. Politrauma, secara sederhana, merujuk pada kondisi di mana seseorang mengalami beberapa cedera berat secara bersamaan, yang dapat berakibat fatal. 

Dalam kasus Payne, laporan mencatat ia mengalami 25 cedera yang konsisten dengan jatuh dari ketinggian, termasuk cedera otak dan tengkorak yang parah.

Kejadian ini bermula ketika polisi menerima panggilan darurat mengenai seorang pria yang tampaknya agresif, mungkin dalam pengaruh alkohol atau obat-obatan. Beberapa menit setelah laporan tersebut, Liam ditemukan dengan luka parah dan dinyatakan meninggal di lokasi kejadian. Kementerian Keamanan Buenos Aires mengonfirmasi penyanyi itu telah melompat dari balkon kamarnya.

Rincian Autopsi

Menurut hasil autopsi, cedera yang diderita Liam sangat serius. Ia mengalami pendarahan internal dan eksternal di berbagai bagian tubuh, termasuk tengkorak, dada, dan perut. Ini menambah kompleksitas kasusnya, karena tim penyelidik juga menemukan dia mungkin sendirian saat jatuh dan mengalami gangguan akibat penyalahgunaan zat.

Analisis forensik menunjukkan tidak ada tanda-tanda pertahanan pada tubuhnya, yang mengindikasikan tidak ada intervensi pihak ketiga. Hal ini menimbulkan pertanyaan apakah Liam berada dalam keadaan setengah sadar atau tidak sadar saat tragedi terjadi.

Investigasi Berlanjut

Setelah insiden ini, pihak berwenang menyita sejumlah zat dari kamar Payne yang mungkin akan membantu menentukan apakah ada alkohol atau obat-obatan dalam sistemnya pada saat kejadian. Dengan demikian, penyelidikan masih berlangsung untuk mendapatkan gambaran lebih jelas tentang apa yang sebenarnya terjadi pada malam yang tragis itu.

Kematian Liam Payne adalah kehilangan besar bagi dunia musik dan penggemarnya. Meskipun laporan autopsi telah memberikan beberapa jawaban, pertanyaan tetap ada. Politrauma bukan hanya sekadar istilah medis; itu mencerminkan realitas pahit dari penyalahgunaan zat dan dampaknya yang menghancurkan. (Today/Z-3)
 

Tinggalkan Balasan