Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Jumat, 10 April 2026
Trending
  • BBWS Brantas Gelar Rapat Monev 2026, Fokus Percepatan Program dan Antisipasi Bencana
  • JW Group Perkuat Sinergitas Lewat Halalbihalal Bernuansa Jawa Kuno
  • Tiga prajurit Indonesia tewas dalam 24 jam di Lebanon, saatnya mundur?
  • Arus balik bandara Minangkabau membludak, antrean check-in mengular
  • Sinyal Kuat Timnas Indonesia: Dua Bintang Luar Negeri Bergabung dengan FCV Dender
  • Makna Nama Anak AHY dan Annisa Pohan: Filosofi Kuat Arjuna Hanyokrokusumo Yudhoyono
  • Tumpukan Sampah 6 Meter di Pasar Induk Kramat Jati Ganggu Pengunjung
  • 5 Shio Paling Beruntung Bulan April 2026, Kaya dan Berkembang
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Investasi asing melonjak Rp3,98 triliun jelang Natal dan Tahun Baru
Nasional

Investasi asing melonjak Rp3,98 triliun jelang Natal dan Tahun Baru

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover25 Desember 2025Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Aliran Modal Asing ke Pasar Keuangan Indonesia

Bank Indonesia (BI) mencatat aliran modal asing yang masuk ke pasar keuangan Indonesia menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 sebesar Rp3,98 triliun. Data ini didapatkan dari transaksi yang berlangsung pada 22 hingga 23 Desember 2025. Dalam periode tersebut, investor nonresiden tercatat melakukan pembelian bersih sebesar Rp3,98 triliun.

Pembelian bersih ini terdiri dari dua komponen utama. Pertama, sebesar Rp1,59 triliun di pasar saham. Kedua, sebesar Rp0,74 triliun di Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Selain itu, investor asing juga tercatat melakukan pembelian bersih di pasar Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp1,66 triliun, yang merupakan kategori dengan aliran modal terbesar.

Dari data tahunan atau year-to-date (ytd) hingga 23 Desember 2025, tercatat bahwa investor nonresiden melakukan penjualan bersih sebesar Rp21,08 triliun di pasar saham, serta Rp110,74 triliun di SRBI. Namun, mereka juga melakukan pembelian bersih sebesar Rp0,44 triliun di pasar SBN.

Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menyampaikan bahwa Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait. Tujuannya adalah untuk mengoptimalkan strategi bauran kebijakan guna mendukung ketahanan eksternal ekonomi Indonesia.

Pergerakan Credit Default Swap (CDS)

Secara terkini, premi credit default swap (CDS) RI lima tahun pada 23 Desember 2025 sebesar 67,99 bps. Angka ini sedikit turun dibandingkan dengan tanggal 19 Desember 2025 yang mencapai 68,97 bps. Premi CDS menjadi indikator persepsi investor terhadap risiko gagal bayar utang pemerintah atau default.

Pergerakan Rupiah dan Yield SBN

Mata uang rupiah terpantau menguat saat dibuka pada Rabu, 24 Desember 2025, dengan level (bid) sebesar Rp16.750 per dolar AS. Pada saat yang sama, imbal hasil atau yield SBN 10 tahun stabil di angka 6,13%.

Sebelumnya, pada Selasa, 23 Desember 2025, rupiah ditutup pada level (bid) Rp16.765 per dolar AS. Yield SBN pada hari itu juga stabil di 6,13%.

Analisis dan Proyeksi

Aliran modal asing yang masuk ke pasar keuangan Indonesia menunjukkan optimisme investor terhadap stabilitas ekonomi negara. Meskipun terjadi penjualan bersih dalam skala besar di pasar saham dan SRBI, adanya pembelian bersih di SBN menunjukkan bahwa investor tetap percaya pada prospek jangka panjang pemerintah.

Selain itu, penurunan premi CDS menjadi tanda positif bagi stabilitas keuangan negara. Penurunan ini menunjukkan bahwa risiko default pemerintah semakin diminimalkan. Sementara itu, kenaikan nilai tukar rupiah menunjukkan bahwa permintaan terhadap mata uang Garuda meningkat, baik dari kalangan investor maupun pelaku bisnis.

Dengan situasi ini, BI dan pihak terkait akan terus memantau perkembangan pasar keuangan secara berkala. Hal ini dilakukan agar bisa segera mengambil langkah-langkah yang tepat dalam menghadapi fluktuasi pasar dan menjaga keseimbangan ekonomi nasional.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

BBWS Brantas Gelar Rapat Monev 2026, Fokus Percepatan Program dan Antisipasi Bencana

10 April 2026

JW Group Perkuat Sinergitas Lewat Halalbihalal Bernuansa Jawa Kuno

10 April 2026

5 Shio Paling Beruntung Bulan April 2026, Kaya dan Berkembang

7 April 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

BBWS Brantas Gelar Rapat Monev 2026, Fokus Percepatan Program dan Antisipasi Bencana

10 April 2026

JW Group Perkuat Sinergitas Lewat Halalbihalal Bernuansa Jawa Kuno

10 April 2026

Tiga prajurit Indonesia tewas dalam 24 jam di Lebanon, saatnya mundur?

7 April 2026

Arus balik bandara Minangkabau membludak, antrean check-in mengular

7 April 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?