Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Kamis, 26 Februari 2026
Trending
  • Jadwal MotoGP Thailand 2026, Lorenzo: Gaya Marquez Kini Lebih Halus
  • Sebelum Tampil Cantik 6 Jam, Ini Daftar Film Christian Bale dengan Perubahan Tubuh Ekstrem
  • Ramalan Zodiak Aries dan Taurus 20 Februari 2026: Cinta, Karir, Kesehatan, dan Keuangan
  • Anak 15 Tahun di TTS yang Bunuh Pelaku Pemerkosaan Kini Bebas
  • Gubernur AS Minta Trump Kembalikan Dana Usai MA Batalkan Tarif Global
  • Peluang Persebaya Surabaya Terancam, Persijap Jepara Catatkan Produktivitas Gol Terendah Musim Ini
  • 7 Rekomendasi Mukena Travel Terbaru 2026, Ringan dan Nyaman Dibawa
  • 5 Lagu dengan Pembuka Paling Mengenalimu
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Investasi asing melonjak Rp3,98 triliun jelang Natal dan Tahun Baru
Nasional

Investasi asing melonjak Rp3,98 triliun jelang Natal dan Tahun Baru

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover25 Desember 2025Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Aliran Modal Asing ke Pasar Keuangan Indonesia

Bank Indonesia (BI) mencatat aliran modal asing yang masuk ke pasar keuangan Indonesia menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 sebesar Rp3,98 triliun. Data ini didapatkan dari transaksi yang berlangsung pada 22 hingga 23 Desember 2025. Dalam periode tersebut, investor nonresiden tercatat melakukan pembelian bersih sebesar Rp3,98 triliun.

Pembelian bersih ini terdiri dari dua komponen utama. Pertama, sebesar Rp1,59 triliun di pasar saham. Kedua, sebesar Rp0,74 triliun di Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Selain itu, investor asing juga tercatat melakukan pembelian bersih di pasar Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp1,66 triliun, yang merupakan kategori dengan aliran modal terbesar.

Dari data tahunan atau year-to-date (ytd) hingga 23 Desember 2025, tercatat bahwa investor nonresiden melakukan penjualan bersih sebesar Rp21,08 triliun di pasar saham, serta Rp110,74 triliun di SRBI. Namun, mereka juga melakukan pembelian bersih sebesar Rp0,44 triliun di pasar SBN.

Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menyampaikan bahwa Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait. Tujuannya adalah untuk mengoptimalkan strategi bauran kebijakan guna mendukung ketahanan eksternal ekonomi Indonesia.

Pergerakan Credit Default Swap (CDS)

Secara terkini, premi credit default swap (CDS) RI lima tahun pada 23 Desember 2025 sebesar 67,99 bps. Angka ini sedikit turun dibandingkan dengan tanggal 19 Desember 2025 yang mencapai 68,97 bps. Premi CDS menjadi indikator persepsi investor terhadap risiko gagal bayar utang pemerintah atau default.

Pergerakan Rupiah dan Yield SBN

Mata uang rupiah terpantau menguat saat dibuka pada Rabu, 24 Desember 2025, dengan level (bid) sebesar Rp16.750 per dolar AS. Pada saat yang sama, imbal hasil atau yield SBN 10 tahun stabil di angka 6,13%.

Sebelumnya, pada Selasa, 23 Desember 2025, rupiah ditutup pada level (bid) Rp16.765 per dolar AS. Yield SBN pada hari itu juga stabil di 6,13%.

Analisis dan Proyeksi

Aliran modal asing yang masuk ke pasar keuangan Indonesia menunjukkan optimisme investor terhadap stabilitas ekonomi negara. Meskipun terjadi penjualan bersih dalam skala besar di pasar saham dan SRBI, adanya pembelian bersih di SBN menunjukkan bahwa investor tetap percaya pada prospek jangka panjang pemerintah.

Selain itu, penurunan premi CDS menjadi tanda positif bagi stabilitas keuangan negara. Penurunan ini menunjukkan bahwa risiko default pemerintah semakin diminimalkan. Sementara itu, kenaikan nilai tukar rupiah menunjukkan bahwa permintaan terhadap mata uang Garuda meningkat, baik dari kalangan investor maupun pelaku bisnis.

Dengan situasi ini, BI dan pihak terkait akan terus memantau perkembangan pasar keuangan secara berkala. Hal ini dilakukan agar bisa segera mengambil langkah-langkah yang tepat dalam menghadapi fluktuasi pasar dan menjaga keseimbangan ekonomi nasional.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

7 Rekomendasi Mukena Travel Terbaru 2026, Ringan dan Nyaman Dibawa

25 Februari 2026

Gubernur AS Minta Trump Kembalikan Dana Usai MA Batalkan Tarif Global

25 Februari 2026

Satu Tahun Pemerintahan Mas Rusdi-Gus Shobih: Jalan Baik, Sekolah Diperbaiki, Ekonomi Meningkat

25 Februari 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Jadwal MotoGP Thailand 2026, Lorenzo: Gaya Marquez Kini Lebih Halus

25 Februari 2026

Sebelum Tampil Cantik 6 Jam, Ini Daftar Film Christian Bale dengan Perubahan Tubuh Ekstrem

25 Februari 2026

Ramalan Zodiak Aries dan Taurus 20 Februari 2026: Cinta, Karir, Kesehatan, dan Keuangan

25 Februari 2026

Anak 15 Tahun di TTS yang Bunuh Pelaku Pemerkosaan Kini Bebas

25 Februari 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?