Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Selasa, 2 Juni 2026
Trending
  • 5 model sofa mewah minimalis yang nyaman untuk ruang tamu
  • Daftar artis naik haji 2026: Raffi Ahmad cium Hajar Aswad, ulang tahun Anang-Ashanty hingga Aiman
  • Mengapa Honda Supra Disebut “Supra Bapak”? Ini Alasannya, Masih Eksis di Jawa Tengah
  • ASUS ExpertBook Ultra dan Tantangan Keamanan Firmware di Era AI
  • Permainan papan jadi alat edukasi perubahan iklim, anak-anak jadi fokus
  • ART Erin Diam Usai Bersaksi di Polres Jaksel, Pengacara Sebut Kliennya Takut
  • Bripda Muhammad Kadafi, Polisi Berjiwa Sosial Tinggi Bantu Biaya Rumah Sakit dan Pemakaman Bayi
  • 5 Bintang Igor Tolic Akan Dipecat Musim Depan: Peluang Dipinjam Persib Bandung, Label Grade A Eropa
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Investasi asing melonjak Rp3,98 triliun jelang Natal dan Tahun Baru
Nasional

Investasi asing melonjak Rp3,98 triliun jelang Natal dan Tahun Baru

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover25 Desember 2025Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Aliran Modal Asing ke Pasar Keuangan Indonesia

Bank Indonesia (BI) mencatat aliran modal asing yang masuk ke pasar keuangan Indonesia menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 sebesar Rp3,98 triliun. Data ini didapatkan dari transaksi yang berlangsung pada 22 hingga 23 Desember 2025. Dalam periode tersebut, investor nonresiden tercatat melakukan pembelian bersih sebesar Rp3,98 triliun.

Pembelian bersih ini terdiri dari dua komponen utama. Pertama, sebesar Rp1,59 triliun di pasar saham. Kedua, sebesar Rp0,74 triliun di Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Selain itu, investor asing juga tercatat melakukan pembelian bersih di pasar Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp1,66 triliun, yang merupakan kategori dengan aliran modal terbesar.

Dari data tahunan atau year-to-date (ytd) hingga 23 Desember 2025, tercatat bahwa investor nonresiden melakukan penjualan bersih sebesar Rp21,08 triliun di pasar saham, serta Rp110,74 triliun di SRBI. Namun, mereka juga melakukan pembelian bersih sebesar Rp0,44 triliun di pasar SBN.

Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menyampaikan bahwa Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait. Tujuannya adalah untuk mengoptimalkan strategi bauran kebijakan guna mendukung ketahanan eksternal ekonomi Indonesia.

Pergerakan Credit Default Swap (CDS)

Secara terkini, premi credit default swap (CDS) RI lima tahun pada 23 Desember 2025 sebesar 67,99 bps. Angka ini sedikit turun dibandingkan dengan tanggal 19 Desember 2025 yang mencapai 68,97 bps. Premi CDS menjadi indikator persepsi investor terhadap risiko gagal bayar utang pemerintah atau default.

Pergerakan Rupiah dan Yield SBN

Mata uang rupiah terpantau menguat saat dibuka pada Rabu, 24 Desember 2025, dengan level (bid) sebesar Rp16.750 per dolar AS. Pada saat yang sama, imbal hasil atau yield SBN 10 tahun stabil di angka 6,13%.

Sebelumnya, pada Selasa, 23 Desember 2025, rupiah ditutup pada level (bid) Rp16.765 per dolar AS. Yield SBN pada hari itu juga stabil di 6,13%.

Analisis dan Proyeksi

Aliran modal asing yang masuk ke pasar keuangan Indonesia menunjukkan optimisme investor terhadap stabilitas ekonomi negara. Meskipun terjadi penjualan bersih dalam skala besar di pasar saham dan SRBI, adanya pembelian bersih di SBN menunjukkan bahwa investor tetap percaya pada prospek jangka panjang pemerintah.

Selain itu, penurunan premi CDS menjadi tanda positif bagi stabilitas keuangan negara. Penurunan ini menunjukkan bahwa risiko default pemerintah semakin diminimalkan. Sementara itu, kenaikan nilai tukar rupiah menunjukkan bahwa permintaan terhadap mata uang Garuda meningkat, baik dari kalangan investor maupun pelaku bisnis.

Dengan situasi ini, BI dan pihak terkait akan terus memantau perkembangan pasar keuangan secara berkala. Hal ini dilakukan agar bisa segera mengambil langkah-langkah yang tepat dalam menghadapi fluktuasi pasar dan menjaga keseimbangan ekonomi nasional.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

5 rekomendasi Airbnb indah di Boston, nyaman dan cocok untuk foto!

31 Mei 2026

Permainan papan jadi alat edukasi perubahan iklim, anak-anak jadi fokus

31 Mei 2026

Menuju Kota Global Top 50, Sinema Jadi Unggulan Jakarta

31 Mei 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

5 model sofa mewah minimalis yang nyaman untuk ruang tamu

31 Mei 2026

Daftar artis naik haji 2026: Raffi Ahmad cium Hajar Aswad, ulang tahun Anang-Ashanty hingga Aiman

31 Mei 2026

Mengapa Honda Supra Disebut “Supra Bapak”? Ini Alasannya, Masih Eksis di Jawa Tengah

31 Mei 2026

ASUS ExpertBook Ultra dan Tantangan Keamanan Firmware di Era AI

31 Mei 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?