
IndonesiaDiscover.com – Rektor baru Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Ir Bambang Pramujati ST MSc Eng PhD menegaskan, kampus yang dirinya pimpin bakal selalu terbuka terhadap para mahasiswa berprestasi dari kalangan kurang beruntung. Selain ada program KIP (kartu Indonesia pintar) kuliah dari pemerintah, ITS mengalokasikan dana sendiri.
“Dari peraturan pemerintah yang minimal memberi beasiswa 20 persen, hingga saat ini ITS alhamdulillah sudah mengalokasikan 26 persen,’’ kata pria yang akrab disapa BP tersebut setelah dilantik sebagai rektor baru ITS masa bakti 2024–2029 kemarin (30/4).
ITS, kata BP, memiliki dana abadi yang mencapai hampir Rp 100 miliar dari mitra dan alumni untuk kepentingan beasiswa kepada mahasiswa dari kalangan kurang beruntung. ’’Untuk mereka yang tidak teralokasi di KIP kuliah dan kondisinya memang belum mampu,” katanya.
Pelantikan kemarin digelar di Graha Sepuluh Nopember ITS Surabaya. Bambang dilantik langsung oleh Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) ITS Prof Mohammad Nuh. Pria kelahiran Jogjakarta, 3 Desember 1969 itu menggantikan Prof Mochamad Ashari yang telah menyelesaikan masa jabatan.
Dalam sambutannya, Nuh berpesan kepada rektor baru ITS agar tetap memperkuat sosio-kohesivitas. “Perkuat the power of we karena kekuatan itu ada pada ’kita’, bukan saya,’’ jelasnya.
Hal itu, lanjut dia, perlu dilakukan ITS jika ingin menjadi ’’pencerahan” bagi yang lainnya. ’’Selain itu, kita perlu kembangkan mind of ideas. Yang perlu diterjemahkan menjadi mind of action dan akhirnya bisa menghasilkan achievement,” kata mantan menteri pendidikan dan kebudayaan itu.
Baca Juga: Rancang Mobil Bertenaga H2O2, Karya Mahasiswa ITS Juara di Kompetisi Amerika Serikat
’’Rencana transformasi ITS sebagai hub perindustrian dalam bidang inovasi juga segera dibahas,’’ ungkapnya.
Selain itu, dia menuturkan bahwa penggunaan energi di ITS cukup tinggi. Dengan begitu, ada kesepakatan bersama untuk berusaha melakukan penghematan. Baik itu dengan meterisasi penggunaan energi di setiap gedung ataupun yang lainnya.
’’Hal ini perlu dibahas kembali agar tujuan tersebut bisa terus dilaksanakan,” katanya.
Pria yang menyelesaikan pendidikan S-1 pada 1993 itu menambahkan, ITS juga akan selalu adaptif terhadap kebutuhan masyarakat. Dalam hal ini dengan diadakannya jurusan baru, dengan segala pertimbangan yang matang. ’’Karena kami tidak ingin asal buka tutup jurusan,’’ ujarnya. (ann/c7/ttg)