Otomotif Mitsubishi XForce dan Xpander Pakai Satu Platform, Kenapa Rasa Berkendara Beda?

Mitsubishi XForce dan Xpander Pakai Satu Platform, Kenapa Rasa Berkendara Beda?

42
0
Mitsubishi XForce dan Xpander Pakai Satu Platform, Kenapa Rasa Berkendara Beda?

IndonesiaDiscover –

Berbagi platform menjadi hal lazim bagi pabrikan otomotif dalam meracik kendaraan terbaru. Sebab hal ini dapat memangkas ongkos riset, sekaligus mempercepat pengembangan (R&D) produk. Contohnya XForce. Mitsubishi Motors gunakan struktur dasar sama seperti Xpander series. Hal itu mencakup pemakaian sasis, enjin MIVEC 4A91, transmisi CVT dengan sedikit tuning. Lalu, apa saja yang bikin sensasi berkendara bersamanya terasa sangat berbeda?

Pertama, dari respons mesin. Jantung pacu XForce memang sama seperti Xpander bervolume 1,5 liter. Dengan format empat piston DOHC 16 valve, keluaran tenaga puncak mencapai 105 PS di 6.000 rpm dan momen puntir maksimal sampai 141 Nm pada 4.000 rpm. Perlu digarisbawahi, angka itu merupakan tenaga statis hanya dari mesin. Belum tereduksi di transmisi dan tersalur ke roda.

Mitsubishi XForce

Ketika kita menggunakan mobil secara riil di jalan raya dengan simulasi hanya digunakan satu pengemudi saja. Dorongan XForce terasa lebih cekatan. Faktor pemicunya ialah lantaran SUV baru ini punya bobot 100 kg lebih ringan dari Xpander. Sehingga ukuran power to weight ratio pastilah berbeda. Opsi penggerak juga sama melalui roda depan (FWD). Ia menggunakan penyaluran tenaga via matik jenis CVT, terkenal memiliki penyaluran mulus. Termasuk bisa bikin irit bahan bakar kalau piawai menjaga putaran tetap optimal.

Lalu jenis CVT diklaim memiliki friksi rendah. Kemudian minim terjadi power loss sehingga tidak membuang tenaga dan bahan bakar secara berlebih karena rpm lebih stabil. Menurut Mitsubishi, transmisi juga sama dibuat 8-percepatan virtual gear. Namun rasionya dibuat berbeda. Milik XForce, untuk rentang drive (D) mencapai 2,480 – 0,396 lalu reverse 2,604 dan final drive 5,698.

Baca Juga: Deret Fitur Mitsubishi XForce untuk Berkendara saat Musim Hujan

“Dalam hal ini, kami melakukan ubahan mengenai pattern transmisi agar mampu memberikan driving feeling mengemudi selayaknya SUV. Bahkan Continuously Variable Transmission (CVT) di dalam XForce bisa mendeteksi jalan yang dilewati oleh mobil. Sehingga memberikan respons dengan cepat. Mobil ini juga lebih ringan dari Xpander. Banyak tuning agar memberikan sensasi dan karakter berbeda,” terang Ngabehi Marzuq, Product Planning Department PT MMKSI, dalam sesi media drive akhir tahun lalu.

Mitsubishi Xpander Ultimate

Hasilnya, saat pengujian OTO dan Carvaganza. Mitsubishi XForce menuju Semarang lewat tol Bawen, ia terasa lebih tangkas. Ketika jalan datar, untuk berakselerasi mulus hingga 100 km/jam. Tertera putaran mesin 2.000 rpm hingga 2.500 rpm di layar 8 inci digital driver display. Karakter redaman guncangan juga beda dengan Xpander.

Suspensi depan Mitsubishi XForce menggunakan MacPherson Strut dan penyangga roda belakang Torsion Beam. Caster trail redaman depan diperlebar guna meningkatkan stabilitas maupun handling. Lalu ukuran pelek 18 inci dengan ketebalan ban 225/50 mm menambah karakter tersendiri. Sedangkan milik Xpander pakai ring 17 inci berikut ban 205/55 mm. Bantingannya pasti tak sama. “Suspensi di dalam Mitsubishi XForce sudah dilakukan tuning khusus, sehingga lebih nyaman. Makin stabil, tetapi tidak menghilangkan karakter sebuah SUV. Terutama ketika mobil diajak bermanuver, kepresisian berkendara senantiasa terjaga,” imbuh Ngabehi. (ALX/ODI)

 

Baca Juga: Mitsubishi Masih Pertimbangkan Xpander dan XForce Hybrid untuk Indonesia Karena Alasan Harga

Tinggalkan Balasan