
IndonesiaDiscover.com – Memelihara kucing merupakan sebuah kesenangan tersendiri bagi sebagian besar orang. Pasalnya, hewan imut nan menggemaskan ini dianggap sebagai hewan yang mampu menghibur dikala stress dan bosan.
Tak heran bila para pemiliknya selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk kucing peliharaannya, termasuk dalam hal pemberian makanan yang berkualitas.
Tetapi, tidak jarang ditemui bahwa banyak pemilik kucing masih memilih untuk memberikan makanan kering (dry food) kepada kucing kesayangan mereka. Padahal, terdapat sejumlah alasan bahwa makanan kering (dry food) tidak baik bagi kesehatan kucing, simak penjelasan berikut.
- Komposisi
Dry Food umumnya terbuat dari bahan hasil dari proses rendering seperti chicken meal, poultry by-product meal, dan meat and bone meal (MBM) yang didapatkan dari rumah potong ayam, sisa makanan restoran, dan lain sebagainya.
Di sisi lain, MBM adalah “tempat pembuangan” dari bahan mentah, yang bisa saja meliputi bagian non-daging yang tidak cocok untuk dijadikan makanan hewan.
Dari proses ini, tentunya kita tidak mengetahui kualitas daging dan campuran lainnya yang digunakan, apakah masih memenuhi standar keamanan dan kualitas atau sudah tidak sesuai lagi.
Baca Juga: 5 Cara Tepat Pelihara Kucing Agar Sehat dan Lincah, Beberapa Poin Penting Kerap Diabaikan oleh Pemilik
- Kalori
- Dehidrasi
Dry food mengandung minim sekali air yang dapat menyebabkan dehidrasi pada kucing. Dehidrasi dapat menyebabkan kucing mengidap penyakit pada saluran kemih, penyakit ginjal, sembelit, dan lain-lain.
Dilansir dari Cornell University College, memberi makan kucing dengan dry food diperbolehkan, asalkan tetap diseimbangkan dengan makanan kaleng serta diberi asupan air minum yang lebih banyak.
“Dry food is fine as long as it is complete and balanced” ujar Dr. Kallfelz.
Baca Juga: Inilah 7 Alasan Kucing Tiba-Tiba Suka Duduk di Pangkuan Anda, Intip Alasannya di Bawah Ini!
- Kontaminasi
Berdasarkan komposisi yang telah dijelaskan pada poin satu, komposisi yang digunakan dalam membuat dry food tak menutup kemungkinan terkontaminasi bakteri, obat-obatan, mikotoksin, residu kimia, dan lain-lain yang dapat menimbulkan penyakit bagi kucing.