Sosial Budaya Kuningan Biennale Seri Niaga 2021-2028 Siap Dipresentasikan

Kuningan Biennale Seri Niaga 2021-2028 Siap Dipresentasikan

30
0

IndonesiaDiscover.com–Menjelang akhir 2023, proses terus bergulir dalam kerja kreatif Tudgam menuju Kuningan Biennale. Rencananya dengan mengangkat tajuk Catu yang akan siap dipresentasikan pada awal 2024 hingga mencapai puncaknya pada 14-30 September 2024.

Direktur Eksekutif Kuningan Biennale Agung M. Abul menjelaskan, Kuningan Biennale kali ini memilih fokus melanjutkan rantai gagasan Seri Niaga 2021-2028. Yakni dengan mengupas lebih dalam gerak perniagaan yang sebelumnya telah diusung pada 2021.

Kuningan Biennale Catu berusaha menelisik lebih detail tentang pola niaga di lingkungan masyarakat yang lebih luas dan mendasar, yang begitu bersinggungan dengan keadaan dan cara masyarakat Kuningan dalam bertahan hidup,” ujar Agung M. Abul.

Menurut dia, proses kurasi berjalan selama proses Kuningan Biennale 2023 itu berdasar riset yang telah dihasilkan sebelumnya oleh Yayasan Tulisan dan Gambar (Tudgam) sebagai penyelenggara.

”Proses kurasi kami berdasar hasil riset dan sudah ada nama yang ditunjuk untuk mengkuratori Kuningan Biennale 2023. Dipilih langsung karena kelekatan dengan tema yang kami usung, Catu,” ungkap Agung M. Abul.

Perniagaan, lanjut dia, Tudgam suarakan sejak 2021 dengan tagline besar Kuningan Biennale Niaga, sebagai perhelatan besar seni dua tahunan yang berfokus pada daerah non seni. Niaga menjadi titik berangkat yang menjadi seri Biennale Kuningan dalam tenggat waktu yang cukup panjang.

Baca Juga: Dapur Sastra FKIP Universitas Kuningan Hadirkan Pertunjukan Musik Agung M. Abul Pereda Nyeri + Vitamin Neurotropik

Dia mengatakan, Catu diangkat sebagai lanjutan niaga secara umum untuk menemukan kemungkinan bagi hasil yang dapat dijumpai keterkaitannya dengan seni. Peran yang timbul dari niaga di Kuningan dinilai menjadi penting untuk hal yang belum sepenuhnya mendapatkan perhatian dari masyarakat hingga lini pemegang kepentingan pemajuan roda ekonomi di Kuningan.

”Hal ini kami angkat karena secara mendasar, realitanya kebudayaan Kuningan adalah kebudayaan perniagaan, dan bisa memungkinkan Kuningan menjadi sebuah kabupaten perniagaan di Jawa Barat,” tutur Agung M. Abul.

Baca Juga: Polisi Tetapkan 18 Tersangka Dugaan Penganiayaan Santri di Kuningan

Untuk seniman pada Kuningan Biennale 2023/2024, lanjut dia, Tudgam memprioritaskan seniman Kuningan lintas generasi. Mereka dapat mewakili pandangan setiap angkatan, ditambah seniman luar Kuningan sebagai undangan khusus.

Untuk mengisi kegiatan selama proses, program Kuningan Biennale mengangkat kembali nga-biennale yaitu sesi ngobrol dengan seniman atau membahas sesuatu perihal tema tentang niaga. Selain itu, launching buku puisi penyair muda yang cukup lama tertunda akan diadakan pada awal 2024. Juga musik kisum merupakan program musik dua tahunan Kuningan Biennale yang akan menghadirkan beberapa musisi dan kelompok musik dari berbagai daerah.

Tinggalkan Balasan