Otomotif Electria Vol. 2: Efisien Mengolah Energi, Jakarta ke Bandung Naik MG 4...

Electria Vol. 2: Efisien Mengolah Energi, Jakarta ke Bandung Naik MG 4 EV Irit Banget!

38
0
Electria Vol. 2: Efisien Mengolah Energi, Jakarta ke Bandung Naik MG 4 EV Irit Banget!

IndonesiaDiscover –

Rasanya pantas memasukkan MG 4 EV dalam kandidat mobil listrik untuk Anda. Karena teknologi terkandung di dalamnya tak perlu diragukan lagi. Ia dilengkapi baterai lithium iron phosphate berkapasitas 51 kW. Terpasang di atas Nebula Pure Electric Platform. Konstruksi yang memiliki fleksibilitas sekaligus memudahkan penggantian baterai ketika performanya menurun seiring usia pakai.

Ada lagi teknologi Rubik’s Cube. Merupakan rancangan agar distribusi berat baterai rata dan ukurannya kompak. Tercatat hanya setebal 110 mm, membuatnya baterai paling tipis di kelasnya. Tak cuma mempengaruhi kelapangan kabin, ia turut meningkatkan pengendalian. Inovasi tersebut turut disokong passive thermal diffusion sehingga tiap sel baterai terkena pendinginan optimal. Lebih lanjut, sumber daya MG 4 EV sudah disertifikasi IP69 yang memastikan tahan air, debu dan panas.

MG 4 EV

Unit yang kami gunakan adalah varian Magnify i-Smart sebagai yang tertinggi. Kami memulai perjalanan Electria Vol.2 dari Jakarta, tepatnya di PLN Gambir untuk mengisi daya hingga penuh. Sementara tujuannya Lembang, Bandung dengan total jarak 149 km. Sementara klaim kemampaian jelajah MG 4 EV berdasarkan standar NEDC adalah 425 km.

Baca Juga: Mengulik Kelengkapan Fitur MG 4 EV yang Memudahkan Berkendara

Rute dilewati bervariasi. Kombinasi padat lalu lintas, jalan tol, menanjak curam dan turunan terjal. Kami mengaplikasikan gaya berkendara normal. Terkadang melakukan akselerasi cepat, kecepatan tinggi sambil tetap menyalakan pendingin kabin. Hal ini sengaja dilakukan untuk mengetahui performa sepenuhnya dari MG 4 EV.

MG 4 EV

Motor penggerak punya output tertinggi 125 PS dan torsi maksimal 250 Nm. Pengemudi diberikan kebebasan dalam memilih kinerja dapur pacu melalui mode berkendara, terdiri dari Snow, Eco, Normal, Sport dan Custom. Selama perjalanan, kami pun turut bermain dengannya. Bahkan mengaplikasikan fitur yang tergabung dalam Advanced Driving Assistance System (ADAS) yaitu Adaptive Cruise Control. Tak hanya membuat berkendara menjadi nyaman, tapi juga membantu dalam pencapaian konsumsi bahan bakar seefisien mungkin.

Tiba di Lembang, tercatat kami telah menggunakan 70 persen baterai. Berdasarkan indikator di panel instrumen digital, ia masih bisa berjalan sejauh 100 km dengan sisa baterai. Lantas berapa biaya yang dikeluarkan untuk sekali perjalanan dari Jakarta ke Bandung?

Melalui perhitungan kami, berarti persenan daya terpakai dikali kapasitas baterai dan harga daya listrik per kWh (70 persen x 51 kWh x Rp2.466). Maka didapatkan biaya sebesar Rp88.036. Angka segini tentunya sangat menarik jika dibandingkan dengan kendaraan peminum bensin konvensional. Apalagi performa disuguhkan oleh mobil listrik khususnya MG 4 EV sangat menyenangkan dan memuaskan. Walaupun terdapat kendala minor seperti waktu tunggu pengisian yang meskipun diklaim cepat sekitar 35 menit. Tapi tetap saja tidak secepat mobil bensin. Belum lagi beberapa SPKLU nyatanya tidak bisa digunakan dan aplikasi untuk mengoperasikannya error. (HFD/ODI)

 

Baca Juga: MG 4 EV Memberi Banyak Kejutan dan Kesenangan

Tinggalkan Balasan