Ekonomi & Bisnis Brantas Abipraya Bangun Infrastruktur Terdampak Gempa Cianjur

Brantas Abipraya Bangun Infrastruktur Terdampak Gempa Cianjur

32
0


Jakarta, IndonesiaDiscover – PT Brantas Abipraya (Persero) membangun kembali infrastruktur terdampak bencana gempa di Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat, yang terjadi pada akhir 2022 lalu.

“Setelah menyelesaikan pembangunan Hunian Tetap (Huntap) Tahap I yang berada di Kecamatan Cilaku sebanyak 200 unit dan Huntap Tahap II yang berada di Kecamatan Mande sebanyak 151 unit, dan akan ditambahkan 190 unit di Kecamatan Cipanas,” ujar Direktur Operasi II Brantas Abipraya, Purnomo, dalam keterangannya seperti dikutip pada Jumat (21/7/2023).

Menurut Purnomo, pembangunan infrastruktur di daerah terdampak gempa Cianjur itu menunjukkan keseriusan perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bidang jasa konstruksi itu dalam upaya pemulihan dan peningkatan infrastruktur di Jawa Barat, khususnya Kabupaten Cianjur. 

Adapun beberapa pekerjaan infrastruktur pendukung yang dilakukan Brantas Abipraya selain huntap antara lain membangun kembali RSUD di Kabupaten Cianjur, bangunan Gedung DPRD, Gedung Markas Komando Distrik Militer (Makodim) Cianjur, sekolah di Cilaku Kabupaten Cianjur serta Proyek Tempat Pembuangan Akhir Sementara (TPAS) dan penataann landfill sementara pasir sembung di Kecamatan Cilaku.

Pada pengerjaan TPAS, Brantas Abipraya membangun di atas lahan seluas tujuh hektare (ha) dengan penggunaan lahan seluas kurang lebih empat ha. 

“(Proyek TPAS) Dikerjakan dengan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN), pembangunan ini dimulai Desember 2022 dan ditargetkan tuntas pada akhir Juli 2023 ini,” ungkap Direktur Operasi II Brantas Abipraya.

Labih lanjut Purnomo mengatakan, pengerjaan RSUD Sayang Cianjur ditargetkan tuntas pada Agustus tahun ini.

Brantas Abipraya juga membangun fasilitas Pendidikan berupa 35 sekolah di Kecamatan Cilaku dan Kecamatan Warungkondang, Kabupaten Cianjur yang keseluruhan ditargetkan tuntas pada Juli dan Agustus 2023.

“Kami berharap pembangunan infrastruktur di Cianjur ini dapat membangkitkan kembali perekonomian dan tentunya kami selalu mengutamakan keunggulan mutu serta kualitas bangunan. Semoga pembangunan ini dapat memberikan kehidupan yang nyaman untuk aktivitas sehari-hari dan layak untuk masyarakat,” tutup Purnomo.

Sekedar informasi, gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,6 menimpa Kabupaten Cianjur pada 21 November 2022 lalu. 

Dampak Gempa Cianjur ini cukup besar sehingga bisa dirasakan hingga Jakarta dan menelan korban jiwa hingga 600 orang.

Foto: Brantas Abipyara

Tinggalkan Balasan