Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Sabtu, 14 Maret 2026
Trending
  • 7 destinasi Balikpapan yang bisa dikunjungi dengan mobil rental
  • Hasil F1 GP Australia 2026 – Strategi Pit Stop Mengalahkan Ferrari, Mercedes Finis 1-2 dengan Russell dan Antonelli
  • Pembaruan Liga Italia: Bintang AS Roma Hubungi Barcelona untuk Transfer Musim Panas
  • 7 Tips Cari Sudut Terbaik untuk Selfie
  • Jam Tayang Moto3 di Thailand 2026: Live SpoTV, Veda Ega Pratama Posisi 5 Klasemen
  • Masih Layak Dibeli? Kelebihan dan Kekurangan Yamaha Jupiter Z1 untuk Penggunaan Harian
  • Ungkapan promosi baju di WA, untung besar dan laris manis
  • Kronologi kasus restoran Bibi Kelinci: CCTV curi dugaan pencurian, pemilik jadi tersangka
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»16 Orang Korban Banjir Bandang Arfak Meninggal Dunia
Nasional

16 Orang Korban Banjir Bandang Arfak Meninggal Dunia

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover23 Mei 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

IndonesiaDiscover –

16 Orang Korban Banjir Bandang Arfak Meninggal Dunia
Banjir dan longsor melanda Distrik Catubouw, Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Bara(Antara)

KEPALA Badan SAR Nasional Manokwari Yefri Sabaruddin mengungkap pihaknya kembali menemukan satu korban pada Jumat (23/5) malam saat operasi pencarian hari ketujuh korban banjir bandang yang terjadi di Kampung Jim, Distrik Catubouw, Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat.

Jumlah keseluruhan korban dalam peristiwa itu sebanyak 24 orang, terdiri atas lima orang selamat, 16 korban meninggal dunia, sedangkan tiga korban lainnya belum berhasil ditemukan.

“Satu jenazah yang dievakuasi hari ini langsung dikirim ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Papua Barat untuk proses identifikasi,” kata Yefri.

Baca juga : 274 Personel Brimob Cari Iptu Tomi yang Hilang di Teluk Bintuni sejak Desember 2024

Dia menjelaskan, lima orang yang berhasil menyelamatkan diri ketika bencana terjadi yaitu Fretswan Unas, Juandi Takaliumang, Yeskiel Takaliumang, Karunyak Takaliumang, dan Erik. Tim SAR gabungan kemudian melakukan operasi pencarian terhadap 19 orang yang dinyatakan hilang, namun hingga pelaksanaan operasi hari ketujuh hanya ditemukan 16 korban.

“Kami masih berdiskusi dengan keluarga korban, apakah operasi akan dilanjutkan atau ditutup,” ungkapnya.

Dari 16 korban yang meninggal dunia, kata dia, terdapat satu korban atas nama Harun Maidodga yang tidak dilakukan proses identifikasi karena langsung diambil oleh pihak keluarga. Sebanyak 15 jenazah dilakukan identifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) dan Tim Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (INAFIS) Polda Papua Barat.

Baca juga : Cahaya Fajar dari Balik Gunung Mbaham: Jejak Kepemimpinan Ali Baham Temongmere 

“Satu jenazah itu langsung diambil pihak keluarga karena masih dapat dikenali,” tuturnya.

Kepala Biddokes Polda Papua Barat Kombes Pol dr Iskandar mengatakan ada 13 jenazah yang sudah teridentifikasi, yaitu Yoseph Ermilianus Efrem, Porman Takaliumang, Okden Wote, dan Joni Rahawari. Kemudian Once Takaliumang, Lauriensius Denilson Armanto, George Takaliumang, Harispen Tampil, Reki Wote, Melkianus Isba, Oktavianus Petrus Alwandi, Yan Leo, dan Robertus Edison Nurak.

“Sisanya masih dalam proses identifikasi oleh Tim DVI Biddokes dan INAFIS Ditreskrimum Polda,” ucap Iskandar.

Baca juga : 12 Ribu Pelajar di Manokwari Papua Barat Sudah Dapatkan MBG

Menurut dia, tujuh jenazah telah diserahterimakan kepada keluarga korban, sedangkan enam lainnya dalam proses untuk melengkapi berita acara sebelum diserahkan kepada keluarga. Kondisi sebagian besar jenazah yang membusuk dan dipenuhi material longsor menyulitkan tim melakukan pencocokan data antemortem sekunder dengan post mortem primer.

“Kendala yang paling krusial itu karena kondisi jenazah penuh lumpur dan sudah membusuk, sehingga butuh waktu untuk identifikasi.”

Bencana alam berupa banjir bandang dan tanah longsor melanda Kampung Jim (Meyes), Distrik Catubouw, pada 16 Mei 2025 sekira pukul 21.00 WIT.(M-2)

Arfak Bandang Banjir Dunia Korban meninggal orang
Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

7 destinasi Balikpapan yang bisa dikunjungi dengan mobil rental

14 Maret 2026

Ungkapan promosi baju di WA, untung besar dan laris manis

14 Maret 2026

Mojtaba Khamenei, Anak Kedua Pemimpin Tertinggi Iran, Terpilih Jadi Pemimpin Baru

14 Maret 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

7 destinasi Balikpapan yang bisa dikunjungi dengan mobil rental

14 Maret 2026

Hasil F1 GP Australia 2026 – Strategi Pit Stop Mengalahkan Ferrari, Mercedes Finis 1-2 dengan Russell dan Antonelli

14 Maret 2026

Pembaruan Liga Italia: Bintang AS Roma Hubungi Barcelona untuk Transfer Musim Panas

14 Maret 2026

7 Tips Cari Sudut Terbaik untuk Selfie

14 Maret 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?