Penyakit Superflu: Penyakit Menular yang Tidak Menimbulkan Kegawatan
Superflu, atau influenza varian baru, merupakan penyakit menular yang mudah menyebar. Meskipun tidak memiliki tingkat kegawatan seperti COVID-19, masyarakat tetap diminta untuk waspada. Langkah pencegahan utama termasuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), menjaga daya tahan tubuh, serta memastikan cukup waktu istirahat.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit serta Pengelolaan Data dan Sistem Informasi Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Lana Unwanah, menjelaskan bahwa superflu terutama rentan menyerang kelompok lansia, anak-anak, serta penderita penyakit penyerta (komorbid). Ia menekankan pentingnya pola makan bergizi dan istirahat yang cukup untuk meningkatkan daya tahan tubuh.
Menurut data Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, satu kasus superflu telah terdeteksi pada September 2025. Pasien tersebut sudah menjalani perawatan dan dinyatakan pulih. Hingga saat ini, belum ada tambahan kasus baru di wilayah Kota Yogyakarta.
Secara nasional, jumlah kasus superflu yang terkonfirmasi hingga akhir 2025 mencapai lebih dari 60 kasus dan tersebar di sejumlah provinsi. Namun, situasi di Kota Yogyakarta masih terkendali, menurut pernyataan Lana.
Langkah Pencegahan yang Efektif
Penerapan PHBS tetap menjadi langkah utama dalam mencegah penyebaran superflu. Penggunaan masker juga dianjurkan bagi warga yang sedang sakit maupun berada di kerumunan. “Jika sakit sebaiknya memakai masker. Saat berada di kerumunan juga dianjurkan karena bisa menekan penularan,” ujarnya.
Lana menyebutkan bahwa peningkatan kasus flu umumnya terjadi pada bulan September hingga Oktober. Pada periode tersebut, gejala flu cenderung lebih berat dan berlangsung lebih lama. Beberapa klaster penularan juga sempat ditemukan di lingkungan sekolah.
“Ada laporan klaster di sekolah. Anak-anak yang sakit kami minta istirahat agar tidak menularkan ke yang lain,” kata Lana.
Meski sempat meningkat, tren kasus saat ini menunjukkan penurunan. Berdasarkan laporan fasilitas pelayanan kesehatan, peningkatan yang tercatat lebih banyak mengarah pada kasus infeksi saluran pernapasan akut secara umum.
Potensi Lonjakan Kasus Setelah Libur
Adapun potensi lonjakan kasus setelah libur panjang dan meningkatnya mobilitas wisatawan masih terus dipantau. Masa inkubasi penyakit diperkirakan berlangsung satu hingga dua pekan. “Potensi itu ada, tapi belum tentu terjadi. Kami tetap memantau melalui sistem surveilans,” ujarnya.
Lana menegaskan bahwa superflu tergolong penyakit yang dapat sembuh dengan sendirinya, bergantung pada daya tahan tubuh. Namun, masyarakat diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika gejala tidak membaik dalam dua hingga tiga hari.
Ia memastikan bahwa superflu hanya menyerang saluran pernapasan atas dan tidak menimbulkan kegawatan seperti COVID-19. Pemeriksaan laboratorium dilakukan secara terbatas melalui sistem sentinel di fasilitas kesehatan tertentu.
Kelompok dengan penyakit penyerta seperti hipertensi dan diabetes, kata Lana, perlu mendapat perhatian khusus karena kondisi tersebut dapat memperberat penyakit menular. Karena itu, masyarakat juga didorong rutin melakukan pemeriksaan kesehatan minimal satu kali dalam setahun.
“Dengan gaya hidup sehat dan pemeriksaan rutin, risiko penyakit menular maupun tidak menular bisa ditekan,” kata Lana.
Mutasi Virus Influenza
Dosen Mikrobiologi FK-KMK UGM, Tri Wibawa, menjelaskan bahwa virus Influenza A ”subclade” K secara genetik memiliki perbedaan dengan virus yang sebelumnya bersirkulasi. Meskipun begitu, subclade K ini tetap memiliki kekerabatan yang dekat dengan virus flu musiman yang kerap dialami oleh banyak orang.
Para ahli virus menganggap saat ini belum ada tanda yang menunjukkan sesuatu yang tidak biasa dalam cara virus ini berevolusi, sebab virus tersebut selalu berubah dalam revolusinya. “Sejauh ini, tidak ada bukti dari studi laboratorium maupun studi populasi bahwa varian ini dapat menghindari kekebalan tubuh manusia yang terbentuk oleh infeksi influenza sebelumnya atau dari vaksin yang telah didapatkan,” katanya.



