Penangkapan WNA Uganda yang Diduga Akan Melintasi Ilegal ke Australia
Polres Rote Ndao berhasil mengamankan seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Uganda yang diduga hendak melintasi perbatasan secara ilegal menuju Australia. Insiden ini terjadi di Pantai Sanama, Desa Fua Funi, Kecamatan Rote Barat Daya, Kabupaten Rote Ndao, pada Senin (2/2/2026) malam.
Penangkapan ini dilakukan setelah adanya informasi dari masyarakat setempat yang mencurigai aktivitas tidak biasa di kawasan pesisir. Koordinasi antara Polres Rote Ndao dan Imigrasi Kupang juga dilakukan untuk menindaklanjuti dugaan pelanggaran hukum keimigrasian yang dilakukan oleh tersangka.
Peran Masyarakat dalam Pencegahan Kejahatan
Peran aktif masyarakat pesisir sangat penting dalam menggagalkan aksi penyusupan ilegal tersebut. Mereka memberikan informasi kepada aparat kepolisian sehingga memungkinkan tindakan cepat dilakukan. Hal ini menunjukkan komitmen masyarakat dalam menjaga keamanan wilayahnya serta mendukung upaya pemberantasan kejahatan lintas batas.
Kepala Polisi Resor (Kapolres) Rote Ndao, AKBP Mardiono, menyampaikan bahwa lokasi Rote Ndao yang berdekatan dengan Australia sering dimanfaatkan sebagai jalur perlintasan ilegal oleh WNA. Menurutnya, modus operandi para pelaku adalah memanfaatkan letak geografis daerah ini untuk melakukan perjalanan tanpa izin.
Penjelasan Kapolres tentang Modus Pelaku
“Modus yang digunakan oleh WNA adalah memanfaatkan posisi Rote Ndao yang dekat dengan Australia. Meskipun daerah ini menjadi tujuan wisata bagi WNA, beberapa kali dimanfaatkan untuk perlintasan ilegal,” ujar AKBP Mardiono.
Ia juga mengapresiasi kerja sama yang baik antara polisi dan masyarakat. Dengan respon cepat dari warga, praktik people smuggling dapat dicegah dan kemitraan antara Polri dan komunitas pesisir semakin kuat.
Proses Penyelidikan dan Penahanan Tersangka
Saat ini, tersangka yang bernama Ronald Mogga Wani (RMW) telah diamankan di Mapolres Rote Ndao untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Petugas sedang melakukan penyelidikan terkait rencana perjalanan ilegal RMW dan kemungkinan adanya pelaku lain yang terlibat.
Unit Intelkam, Unit Tipidter, dan Unit Resmob Sat Reskrim Polres Rote Ndao turut berperan dalam proses penyelidikan. Kerja sama antar unit ini membantu mempercepat proses penanganan kasus tersebut.
Pentingnya Kolaborasi dalam Pemberantasan Kejahatan
Kapolres Rote Ndao menekankan bahwa kolaborasi antara aparat kepolisian dan masyarakat merupakan kunci dalam pencegahan kejahatan lintas batas. Dengan kesadaran masyarakat akan bahaya people smuggling dan kejahatan keimigrasian, diharapkan dapat mencegah tindakan ilegal yang merugikan negara dan masyarakat.
Dalam konteks yang lebih luas, kasus ini menjadi peringatan bagi seluruh pihak untuk tetap waspada terhadap ancaman kejahatan lintas batas. Selain itu, pentingnya koordinasi antara instansi terkait seperti Imigrasi dan Polisi dalam mengatasi masalah keimigrasian ilegal.



