Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Senin, 30 Maret 2026
Trending
  • 5 alasan mulai bisnis sampingan setelah Lebaran adalah pilihan bijak
  • Mitsubishi Xpander HEV Versi Terbaru, Harga Rp 480 Jutaan
  • Kisah Yuma Soerianto, Anak Indonesia Jadi Pengembang Apple di Usia 10 Tahun
  • Pemimpin intelijen Bali, ini jejak karier Kombes Pol Andy Ervyn yang mengesankan
  • Dinamika Politik Denmark: Pemilu 2026 dan Isu Greenland
  • Prediksi Skor Chile vs Cape Verde: Head-to-Head dan Statistik di FIFA Series 2026
  • Ramalan Zodiak Besok: Leo, Virgo, Libra, Scorpio, 29 Maret 2026 – Kenaikan Saldo & Hadapi Konflik
  • Renungan Katolik Jumat 27 Maret 2026: Bapa Ada dalam Aku
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Pariwisata»Wisata Wellness Bangkit Pasca Pandemi, Ini 5 Destinasi Terbaiknya
Pariwisata

Wisata Wellness Bangkit Pasca Pandemi, Ini 5 Destinasi Terbaiknya

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover17 Januari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link



Indonesia kini sedang mengalami perubahan besar dalam dunia pariwisata. Tren wisata berbasis healing dan wellness semakin berkembang, terutama setelah pandemi Covid-19. Perubahan ini menunjukkan bahwa para wisatawan kini lebih memprioritaskan kesehatan fisik dan mental, serta pengalaman yang lebih holistik. Pemerintah melihat segmen ini sebagai salah satu produk pariwisata berkualitas dengan prospek jangka panjang.

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) telah menempatkan wellness tourism sebagai bagian dari strategi pengembangan pariwisata nasional untuk periode 2025–2026. Dengan adanya konsep ini, diharapkan mampu memberikan nilai tambah ekonomi sekaligus memperkuat daya saing pariwisata Indonesia di pasar global.

Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggara Kegiatan Kemenpar, Vinsensius Jemadu, menjelaskan bahwa setelah pandemi berakhir, pola perjalanan wisata mengalami pergeseran signifikan. Wisatawan kini lebih memilih destinasi yang menawarkan kebugaran, kesehatan mental, serta akomodasi yang berkelanjutan.

“Wisata wellness merupakan salah satu produk pariwisata berkualitas yang pertumbuhannya sangat terlihat setelah pandemi. Wisatawan mencari pengalaman wellness yang holistik,” ujarnya.

Menurut Vinsensius, konsep wellness tidak hanya terbatas pada aktivitas spa atau relaksasi. Konsep ini mencakup spektrum luas mulai dari kesehatan fisik dan mental, pola makan sehat, hingga gaya hidup berkelanjutan. Pendekatan ini dinilai memiliki nilai tambah lebih tinggi dibanding pariwisata massal konvensional.

“Sebelumnya perkembangannya cenderung sporadis, namun kini kami mengangkat wellness sebagai salah satu pilar program unggulan Kemenpar 2025–2026,” jelasnya.

Untuk mendukung pengembangan tersebut, Kemenpar telah memetakan sejumlah destinasi prioritas wellness tourism. Tiga daerah utama yang dipilih adalah Bali, Yogyakarta, dan Solo. Ketiga daerah ini dinilai memiliki kesiapan ekosistem serta respons pasar yang positif, baik dari wisatawan domestik maupun mancanegara.

Pemerintah juga aktif mempromosikan potensi wellness Indonesia melalui program familiarization trip (famtrip) bagi wisatawan asing. “Kami mengundang wisatawan mancanegara untuk melihat langsung potensi wellness Indonesia, dan responsnya sangat positif,” kata Vinsensius.

Selain tiga destinasi tersebut, Batam dan Bintan turut diidentifikasi sebagai kawasan dengan potensi besar, khususnya untuk pasar Malaysia dan Singapura yang sering melakukan perjalanan singkat akhir pekan.

Dari sisi produk, wisata healing dan wellness dikemas dalam paket terintegrasi, mulai dari yoga, spa, relaksasi, sound healing, hingga pemanfaatan rempah-rempah dan kearifan lokal sebagai bagian dari perawatan dan konsumsi sehat. “Preferensi wisatawan beragam. Ada yang fokus yoga, ada yang workshop, ada pula yang tertarik pada pemanfaatan bahan alami Indonesia untuk kesehatan dan kecantikan. Karena itu paketnya kami kombinasikan,” jelasnya.

Pengembangan wellness tourism juga dinilai memberikan dampak ekonomi berlapis. Di sejumlah daerah seperti Yogyakarta dan Solo, penguatan sektor wellness mendorong keterlibatan desa wisata, petani rempah, dan pelaku UMKM dalam rantai pasok. Melalui konsep from farm to table, hasil pertanian terutama rempah-rempah memperoleh nilai tambah dan pasar yang lebih berkelanjutan.

“Dampaknya cukup nyata. Petani yang sebelumnya menganggap rempah sebagai komoditas biasa kini memiliki saluran distribusi yang lebih jelas,” ujarnya.

Dari sisi kebijakan, Kemenpar menegaskan pengembangan wellness tourism dilakukan secara terintegrasi dengan sektor kesehatan. Pemerintah telah menjalin nota kesepahaman dengan Kementerian Kesehatan untuk memastikan aspek standarisasi, perizinan, dan pengawasan layanan wellness. “Kami tidak ingin bisnis wellness tumbuh tanpa kendali. Standar dan regulasi harus jelas, dan ini menjadi peran penting Kementerian Kesehatan,” tegas Vinsensius.

Ia juga menekankan bahwa wellness tourism berbeda dengan medical tourism. Wellness bersifat preventif, sementara wisata medis bersifat kuratif. Indonesia, menurutnya, fokus mengembangkan aspek preventif tanpa mengesampingkan pengembangan wisata medis.

Saat ini, wisatawan domestik masih mendominasi pasar wellness tourism. Namun, pertumbuhan wisatawan mancanegara menunjukkan tren positif, terutama dari Malaysia, Singapura, China, Jepang, Korea, dan India.

Keunggulan Indonesia dibanding negara ASEAN lainnya terletak pada kekayaan bahan baku alami dan keanekaragaman hayati. “Bahan baku kita sangat kuat. Tantangannya adalah bagaimana meramunya menjadi paket wellness yang memiliki narasi budaya dan alam yang solid,” tutup Vinsensius.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Jadwal KM Tilongkabila 26 Maret – 19 April 2026: Rute Kendari, Raha, Bau Bau

30 Maret 2026

10 destinasi wisata Bogor hemat, indah, tiket di bawah Rp50 ribu

29 Maret 2026

Jadwal Kapal Nggapulu Terbaru 2026: Rute Lengkap dan Informasi

29 Maret 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

5 alasan mulai bisnis sampingan setelah Lebaran adalah pilihan bijak

30 Maret 2026

Mitsubishi Xpander HEV Versi Terbaru, Harga Rp 480 Jutaan

30 Maret 2026

Kisah Yuma Soerianto, Anak Indonesia Jadi Pengembang Apple di Usia 10 Tahun

30 Maret 2026

Pemimpin intelijen Bali, ini jejak karier Kombes Pol Andy Ervyn yang mengesankan

30 Maret 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?