Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Sabtu, 4 April 2026
Trending
  • Andrie Yunus: Terima Kasih Dukungan, Saya Tetap Kuat Hadapi Teror Penjilat
  • Wisata Bahari Jadi Incaran Wisatawan Cirebon Saat Lebaran
  • Final Piala Dunia 2026: Strategi Timnas Indonesia vs Bulgaria, Kecerdikan John Herdman
  • AHY Bocorkan Peran SBY di Balik Nama Putra Kedua, Asal Usul Arjuna Hanyokrokusumo
  • Pengamen Tewas Saat Ditangkap, Keluarga Belum Temukan Identitas dan Barangnya
  • Risiko meminjamkan akun keuangan terhadap laporan kredit
  • Cara Aktifkan 2 WhatsApp di Satu Ponsel untuk Bisnis dan Pribadi
  • Mengapa Mobil Baru Lebih Rentan Perawatan Rutin?
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Pariwisata»Wisata Bahari Jadi Incaran Wisatawan Cirebon Saat Lebaran
Pariwisata

Wisata Bahari Jadi Incaran Wisatawan Cirebon Saat Lebaran

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover4 April 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Peningkatan Kunjungan Wisatawan Selama Libur Lebaran 2026 di Kota Cirebon

Selama periode libur Lebaran 2026, yang berlangsung dari 16 hingga 25 Maret, sebanyak 44.895 wisatawan mengunjungi enam destinasi utama di Kota Cirebon. Angka ini menunjukkan bahwa sektor pariwisata masih menjadi salah satu penggerak ekonomi lokal, terutama selama momen libur panjang.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Cirebon, Agus Sukmanjaya, menyatakan bahwa tingkat kunjungan wisatawan tahun ini tetap tinggi dan stabil dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Ia menekankan bahwa keberlanjutan ini memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah.

Dari total kunjungan tersebut, mayoritas wisatawan berasal dari dalam negeri. Hal ini menunjukkan bahwa pasar domestik masih menjadi tulang punggung pergerakan wisata di daerah. Selain itu, hal ini juga membantu meningkatkan aktivitas ekonomi sektor informal seperti kuliner, transportasi, dan pelaku usaha mikro di sekitar destinasi wisata.

Distribusi Kunjungan Wisatawan di Berbagai Destinasi

Secara distribusi, kunjungan wisatawan terkonsentrasi di beberapa objek wisata unggulan. Wisata Bahari Kejawanan mencatat jumlah pengunjung tertinggi, yaitu sebanyak 37.343 orang atau sekitar 83 persen dari total kunjungan. Dominasi ini menunjukkan tingginya minat wisatawan terhadap destinasi berbasis wisata bahari yang menawarkan ruang terbuka dan aktivitas rekreasi keluarga.

Di posisi kedua, Keraton Kasepuhan mencatat 3.021 kunjungan, dengan rincian 3.009 wisatawan domestik dan 12 wisatawan mancanegara. Sementara itu, Gua Sunyaragi dikunjungi oleh 2.191 wisatawan domestik, disusul oleh Cirebon Waterland dengan 1.846 pengunjung. Keraton Kacirebonan menerima 449 kunjungan, terdiri atas 443 wisatawan domestik dan enam wisatawan mancanegara.

Data ini menunjukkan bahwa destinasi wisata budaya masih memiliki pangsa pasar, meskipun jumlahnya belum sebesar wisata rekreasi terbuka. Namun, potensi ini tetap dapat dikembangkan melalui inovasi dan agenda wisata yang lebih menarik.

Puncak Kunjungan pada Minggu 22 Maret

Puncak kunjungan terjadi pada hari Minggu, 22 Maret 2026, dengan total lebih dari 14 ribu wisatawan yang datang ke berbagai objek wisata di Kota Cirebon. Lonjakan ini sejalan dengan pola musiman saat libur Lebaran, di mana mobilitas masyarakat meningkat signifikan dan berdampak langsung terhadap perputaran ekonomi lokal.

Agus Sukmanjaya menilai capaian ini memberikan efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian daerah. Tingginya mobilitas wisatawan mendorong peningkatan pendapatan pelaku usaha di sektor pendukung, seperti pedagang kaki lima, penginapan, restoran, serta jasa transportasi lokal.

Tantangan dalam Pengelolaan Pariwisata

Meski demikian, ia mengakui masih terdapat ketimpangan distribusi kunjungan antardestinasi. Konsentrasi wisatawan yang tinggi di satu titik dinilai menjadi tantangan bagi pengelolaan pariwisata ke depan, terutama dalam mendorong pemerataan ekonomi di seluruh kawasan wisata.

Untuk meningkatkan daya tarik destinasi lain, Disbudpar menyiapkan sejumlah agenda wisata. Salah satunya adalah festival cahaya di Gua Sunyaragi yang akan berlangsung dari 27 Maret hingga 3 Mei 2026. Agenda ini diharapkan mampu menarik lebih banyak wisatawan serta memperpanjang masa tinggal (length of stay) pengunjung.

“Dengan adanya agenda tersebut, kami optimistis kunjungan wisatawan bisa meningkat lebih signifikan,” ujar Agus.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Menginap di Obim Villa dan Resto Kuningan, Nikmati Kolam Renang dan Mini Zoo

3 April 2026

Jadwal Kapal Manokwari ke Sorong 2026: KM Gunung Dempo, Ciremai, Sinabung

3 April 2026

Harga tiket masuk Bukit Mongkrang untuk pendakian

3 April 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Andrie Yunus: Terima Kasih Dukungan, Saya Tetap Kuat Hadapi Teror Penjilat

4 April 2026

Wisata Bahari Jadi Incaran Wisatawan Cirebon Saat Lebaran

4 April 2026

Final Piala Dunia 2026: Strategi Timnas Indonesia vs Bulgaria, Kecerdikan John Herdman

4 April 2026

AHY Bocorkan Peran SBY di Balik Nama Putra Kedua, Asal Usul Arjuna Hanyokrokusumo

4 April 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?