Sidak Parkir di RSUD Djoelham Binjai, Wakil Walikota Beri Peringatan Keras
Wakil Walikota Binjai, Hasanul Jihadi atau yang akrab disapa Jiji, melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Djoelham Binjai pada hari Kamis, 8 Januari 2025 pagi. Tujuan dari sidak ini adalah untuk meninjau dan mendengar langsung tentang tata kelola parkir di rumah sakit tersebut. Ia menekankan pentingnya memberikan informasi yang sebenarnya terkait apa yang dirasakan oleh masyarakat, karyawan, dan manajemen rumah sakit.
Jiji disambut oleh Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Djoelham Binjai, dr. Romi Ananda Lukman, serta beberapa staf, Kepala Dinas Perhubungan Harimin Tarigan, dan Kepala Inspektorat Heny Sridewi SE. M.Sp. Dalam kesempatan ini, Jiji menyampaikan bahwa ia telah beberapa kali melakukan sidak di RSUD Djoelham Binjai, dan kali ini ia ingin melihat secara langsung kondisi tata kelola parkir yang saat ini menggunakan sistem otomatis.
Penolakan Terhadap Pengelolaan Parkir dengan Pihak Ketiga
Jiji mengungkapkan bahwa pihaknya belum mengetahui adanya pihak ketiga yang mengelola parkir di RSUD Djoelham Binjai, yang merupakan rumah sakit milik Pemerintah Kota Binjai. Ia meminta kepada Inspektorat untuk memeriksa dengan baik dan benar mengenai keputusan pengelolaan parkir tersebut.
“Kami tidak mengetahui dan tidak terinformasi mengenai keputusan pihak ketiga. Untuk itu saya minta kepada inspektorat agar memeriksa dengan baik dan benar,” tegas Jiji.
Ia juga menyampaikan bahwa tata kelola parkir di RSUD Djoelham Binjai yang saat ini menggunakan sistem otomatis belum ada kajian resmi. Hal ini menjadi keluhan masyarakat yang membuat pihaknya merasa perlu untuk mencari solusi.
Penghapusan Sistem Parkir Otomatis
Jiji menjelaskan bahwa sistem parkir otomatis di RSUD Djoelham Binjai saat ini sudah dinonaktifkan. Alasannya, karena menuai berbagai permasalahan. Banyak masyarakat akhirnya memilih untuk memarkir kendaraannya di kantor Walikota.
“Parkiran ini jadi masalah. Banyak masyarakat yang akhirnya parkir di kantor Walikota. Saya minta kepada Inspektorat, agar segera periksa siapa yang membuat masalah ini. Jangan korbankan masyarakat untuk mencari keuntungan,” ujarnya.
Perbaikan yang Sudah Dilakukan
Meskipun demikian, Jiji mengakui bahwa pada bulan Ramadhan tahun lalu, telah ada perbaikan di beberapa tempat. Namun kini muncul keluhan lagi dari masyarakat terkait tata kelola parkir. Ia menyebutkan bahwa jumlah pasien meningkat hampir 30 persen sejak peluncuran Universal Health Coverage (UHC).
“Artinya, kota Binjai tidak hanya menampung warga Binjai, tapi juga warga Deli Serdang, Langkat, bahkan hari ini ada pasien dari Simalungun,” jelasnya.
Tanggung Jawab Pelayanan kepada Masyarakat
Jiji menegaskan bahwa fokus utama adalah pelayanan kepada masyarakat, bukan mencari keuntungan dari tata kelola perparkiran yang ada. Ia menegaskan bahwa keluhan masyarakat akan segera ditindaklanjuti dan parkir otomatis telah dinonaktifkan.
“Keluhan masyarakat kita tindaklanjuti dan sudah kita nonaktifkan perparkiran ini,” ujar Jiji sembari disambut tepuk tangan dari warga yang ikut menyaksikan.
Langkah Ke depan
Jiji berjanji bahwa permasalahan tata kelola parkir ini akan menjadi atensi bersama guna memberikan rekomendasi dan saran kepada Walikota Binjai. Ia menekankan pentingnya laporan yang diberikan ke walikota tidak hanya berdasarkan hasil rapat, tetapi juga pengamatan langsung di lapangan.
“Terkadang saran dan masukan saat rapat sering berbeda dan kontraproduktif dengan apa yang tejadi di lapangan. Makanya saya langsung turun ke sini agar laporan saya ke walikota tidak ABS, tidak Asal Bapak Senang,” tutup Jiji.
Kunjungan ke Ruangan dan Interaksi dengan Pasien
Selain meninjau tata kelola parkir, Jiji juga melihat beberapa ruangan yang ada di RSUD Djoelham. Ia juga menyempatkan diri berbincang dengan beberapa pasien dan pihak keluarga.



