Kejuaraan Tinju AMPRO 2026: Membangun Jalur Pembinaan untuk Petinju Amatir
Kejuaraan tinju Amateur Professional Boxing (AMPRO) yang dipromotori oleh Victoria Boxing akan digelar pada tanggal 13 Februari 2026. Ajang ini menjadi bagian dari upaya membangun jalur pembinaan berkelanjutan bagi petinju amatir agar mampu naik kelas hingga level internasional.
AMPRO rencananya akan memperebutkan enam sabuk prestisius, yakni Sabuk Pangdam Jaya, Kapolda Metro Jaya, Hendropriyono, Hercules, serta Mahakarya Bumi Hambalang. Kejuaraan ini akan mempertandingkan laga profesional dan amatir dalam satu panggung pembinaan, sehingga memberikan kesempatan bagi para petinju untuk menunjukkan kemampuan mereka di tingkat nasional maupun internasional.
Promotor event, Victoria Novianti Widjaja, menegaskan bahwa kepercayaan yang diberikan kepadanya merupakan amanah besar, bukan hanya untuk kepentingan pribadi, tetapi juga demi masa depan tinju Indonesia. Ia mengatakan bahwa tugas ini dilakoninya bukan untuk kepentingan pribadi, melainkan untuk Indonesia, khususnya generasi muda di cabang olahraga tinju.
“Kita berharap dari amatir bisa naik kelas sampai internasional. Kita mendapat dukungan penuh dari banyak pihak. Sudah banyak yang mulai berdatangan dan menghubungi saya, bahwa para petinju kita tidak boleh memikirkan soal bagaimana mereka hidup, makan, dan minum. Hal-hal itu tidak perlu dipikirkan, yang terpenting mereka fokus untuk berlatih. Pasti akan banyak yang mendukung,” harapnya.
Victoria juga meminta meski sudah ada wadahnya, para petinju Indonesia juga harus mempunyai mentalitas dan kerja keras pantang menyerah di dalam dirinya. Ia menekankan bahwa tidak ada keberhasilan tanpa perjuangan. Jika ingin naik ke tingkat internasional, petinju harus disiplin, tahan banting, dan tidak mudah menyerah. Keberhasilan ada di tangan masing-masing.
Sementara itu, Ketua Pelaksana AMPRO, Letkol Inf. G. Borlak, S.Sos., M.M., mengakui bahwa tantangan utama dalam penyelenggaraan tinju profesional adalah dukungan modal. Namun ia optimistis Victoria Boxing bisa menggelar AMPRO 2026 dengan baik berkat kolaborasi yang solid.
“Tanpa modal, event tidak akan bisa berjalan. Ini tantangan promotor selama ini. Karena itu kami memilih promotor yang kami percaya mampu secara manajerial dan finansial. Saya melihat beliau mampu dan kami mendukung penuh,” kata Borlak.
Ia menjelaskan bahwa kolaborasi dengan promotor dibangun melalui manajemen tinju yang profesional, termasuk pengelolaan keuangan yang transparan, dengan tujuan menerapkan standar tinju yang sesuai dengan perkembangan tinju dunia. Terkait pembinaan, AMPRO akan dimulai dari Jakarta dan secara bertahap menjaring petinju terbaik dari daerah, termasuk petinju amatir. Seluruh petinju yang tampil dipastikan melalui proses seleksi objektif dan profesional tanpa unsur kedekatan personal.
Dalam aspek kerja sama, seluruh kontrak petinju dijalankan sesuai regulasi. Sebanyak 30 persen nilai kontrak dibayarkan saat penandatanganan, sementara 70 persen sisanya dibayarkan 24 jam sebelum pertandingan, disertai pemeriksaan kesehatan bagi petinju dan perangkat pertandingan.
“Penandatanganan kerja sama hari ini kami laporkan kepada teman-teman. Semua sesuai dengan regulasi. Penandatanganan kontrak petinju, 30 persen kami bayar hari ini, dan sisanya 70 persen dibayarkan 24 jam sebelum pertandingan dimulai. Ada pemeriksaan kesehatan yang kami berikan, termasuk kepada instruktur pertandingan. Jadi sebelum turun, semuanya sudah dibayar, sehingga tidak ada kolusi dan semua sesuai aturan,” ungkapnya yang disambut tepuk tangan para petinju yang hadir di acara ini.
AMPRO sendiri akan mempertandingkan lima partai profesional dan tiga partai amatir. Petinju amatir yang tampil merupakan hasil seleksi terbaik dan melibatkan pengurus tinju amatir sebagai bagian dari sistem pembinaan. “Event ini hanya digelar pada tanggal 13 Februari. Setelah itu, kami akan melakukan evaluasi dan perencanaan ulang untuk memilih petinju terbaik pada bulan berikutnya, sesuai target jangka pendek, menengah, dan panjang,” pungkas Borlak.
Melalui AMPRO, diharapkan lahir petinju-petinju potensial yang siap membawa nama Indonesia bersaing di level internasional.



