Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Jumat, 20 Maret 2026
Trending
  • Jenis-jenis Infaq Beserta Arti dan Contoh
  • Koalisi Masyarakat Sipil: TNI Belum Perlu Siaga I, Kondisi Aman
  • Kesadaran hak cipta tumbuh, DJKI ajak kreator lindungi karya sejak awal
  • Panic buying tak hanya di Aceh: Warga Australia, Inggris, dan Korea rebut BBM
  • Wawancara Eksklusif – Refpin: Lebih Baik Dipenjara Daripada Mengakui Menyentuh Anak Anggota DPRD Bengkulu
  • Apa Itu Parliamentary Threshold? Penjelasan Singkat dan Aturannya
  • Prediksi Pertandingan Athletic Bilbao vs Barcelona, El Barca Unggul Statistik
  • Cek Jadwal Bus AKAP Bali-Jawa Sabtu (7/3), Tiket Mudik Sudah Dijual!
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Ekonomi»Vale (INCO) Percepat 3 Proyek Smelter Nikel, Selesai Bertahap Hingga 2027
Ekonomi

Vale (INCO) Percepat 3 Proyek Smelter Nikel, Selesai Bertahap Hingga 2027

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover21 Januari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Progres Pembangunan Smelter Vale di Sulawesi

PT Vale Indonesia Tbk (INCO) terus mempercepat langkah hilirisasi nikel sejalan dengan kebijakan pemerintah yang mendorong peningkatan nilai tambah sumber daya mineral di dalam negeri. Sebagai salah satu produsen nikel terbesar di Indonesia, perseroan tengah menggarap sejumlah proyek strategis berupa pembangunan fasilitas pemurnian dan pengolahan atau smelter di berbagai wilayah Sulawesi.

Proyek-proyek tersebut menjadi kunci bagi Vale untuk memperkuat posisi dalam rantai pasok industri baterai kendaraan listrik yang berkembang pesat secara global. Investasi besar yang digelontorkan perusahaan tidak hanya bertujuan meningkatkan kapasitas produksi, tetapi juga memperkuat keberlanjutan operasional jangka panjang.

Direktur Utama Vale, Bernardus Irmanto atau akrab disapa Anto, menyatakan bahwa tiga proyek pembangunan fasilitas pemurnian dan pengolahan (smelter) mereka di Pulau Sulawesi ditargetkan selesai secara bertahap hingga 2027. Direktur Utama ini menegaskan bahwa pembangunan proyek-proyek ini merupakan komitmen hilirisasi perusahaan yang dimandatkan dalam izin usaha pertambangan khusus (IUPK).

“Progres pembangunan smelternya sudah sangat baik, tambangnya sudah siap,” kata Anto dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi XII DPR RI, Senin (19/1).

Anto menjelaskan tiga proyek smelter yang kini tengah digarap yaitu IGP Sorowako Limonite, IGP Morowali, dan IGP Pomalaa. Berikut perkembangan pembangunan ketiga smelter tersebut:

Progres Proyek Smelter Vale

IGP Sorowako Limonite

Pada proyek IGP Sorowako Limonite yang dikerjakan bersama Huayou, nilai investasi mencapai US$2,2 miliar atau sekitar Rp37,25 triliun untuk pembangunan smelter HPAL dan tambang. Untuk sisi tambang, progres konstruksi telah mencapai 37% dengan kapasitas produksi yang ditargetkan sebesar 11,5 juta dmt jika memang dry metric ton limonite per tahun.

Sementara itu, pada fasilitas smelter HPAL, produk yang akan dihasilkan berupa Mixed Hydroxide Precipitate (MHP) dengan kapasitas 60 ktpa. Progres konstruksi smelter baru mencapai 17% dan ditargetkan mulai beroperasi pada 2027.

IGP Morowali

Proyek IGP Morowali melibatkan kerja sama Vale, GEM, dan EcoPro, dengan total investasi sebesar US$2 miliar untuk pembangunan smelter HPAL dan tambang. Tambang di wilayah Bahodopi telah mulai beroperasi sejak kuartal I 2025 dengan kapasitas produksi 5,5 juta wmt saprolite dan 10,4 juta limonite.

Status konstruksi tambang fase pertama sudah hampir rampung, yakni mencapai 99%. Adapun pada sisi smelter, produk yang akan dihasilkan adalah MHP dengan kapasitas produksi tahunan 66 ktpa. Saat ini progres pembangunan smelter baru mencapai 22% dan ditargetkan mulai beroperasi pada 2026 atau 2027.

IGP Pomalaa

Proyek lainnya adalah IGP Pomalaa yang digarap bersama Ford dan Huayou dengan nilai investasi terbesar, yakni mencapai US$4,5 miliar untuk pembangunan smelter HPAL dan tambang. Pada bagian tambang, kapasitas produksi tahunan direncanakan mencapai 7 juta wmt saprolite dan 21 juta wmt limonite dengan progres konstruksi telah mencapai 60% serta ditargetkan mulai beroperasi pada 2026.

Untuk fasilitas smelter, produk yang akan dihasilkan juga berupa MHP dengan kapasitas 120 ktpa. Hingga saat ini, progres pembangunan smelter telah mencapai 50% dan ditargetkan beroperasi pada 2026.

Anto menjelaskan bahwa pada proyek IGP Pomalaa, dalam pengoperasian smelter HPAL kedua perusahaan yakni Ford dan Huayou hanya akan mendapatkan suplai bijih nikel dari PT Vale saja. Hal ini sesuai dengan kesepakatan yang ditetapkan.

“Karena memang Ford sebagai perusahaan automobil sangat concern dalam hal sustainability,” ucapnya.

Sementara itu untuk proyek IGP Sorowako, Vale saat ini masih dalam proses pencarian calon mitra ketiga mereka. Anto menyebut proyek ini memiliki perkembangan pembangunan paling lambat dibandingkan dua proyek lainnya.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Jenis-jenis Infaq Beserta Arti dan Contoh

20 Maret 2026

Panic buying tak hanya di Aceh: Warga Australia, Inggris, dan Korea rebut BBM

20 Maret 2026

Daftar Lokasi ATM Mandiri Uang Kertas Rp10.000 dan Rp20.000 2026

20 Maret 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Jenis-jenis Infaq Beserta Arti dan Contoh

20 Maret 2026

Koalisi Masyarakat Sipil: TNI Belum Perlu Siaga I, Kondisi Aman

20 Maret 2026

Kesadaran hak cipta tumbuh, DJKI ajak kreator lindungi karya sejak awal

20 Maret 2026

Panic buying tak hanya di Aceh: Warga Australia, Inggris, dan Korea rebut BBM

20 Maret 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?