Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Kamis, 29 Januari 2026
Trending
  • Ter Stegen bantu Girona raih poin pertama di laga debut vs Getafe
  • Datangkan Kurzawa, Persib Puncaki Daftar Pemain Termahal Super League
  • Pekan Ini: MU Kalahkan Arsenal, Chelsea Menang
  • Terbongkar! Tugas Rahasia Pedro Matos yang Bantu Persebaya Kalahkan PSIM Yogyakarta 3-0
  • Pembaruan kasus kematian Lula Lahfa: Polisi periksa Reza Arap pada Senin 26 Januari 2026
  • Klasemen Liga Inggris 2025-26: Man United Masuk Empat Besar Usai Kalahkan Arsenal
  • Piala Asia Futsal 2026 – Kenangan Dua Raja Futsal Asia di Indonesia
  • Hasil Liga Eropa: Man United Kalahkan Arsenal, Juventus dan Barcelona Cetak Banyak Gol
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Beranda ยป Transformasi AI di Ritel & E-commerce Tingkatkan Ancaman Siber 2026
Teknologi

Transformasi AI di Ritel & E-commerce Tingkatkan Ancaman Siber 2026

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover25 Desember 2025Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Perkembangan Teknologi dan Risiko Keamanan Siber di Sektor Ritel dan E-commerce

Pada tahun 2026, transformasi digital di sektor ritel dan e-commerce diperkirakan akan mengalami perubahan yang semakin kompleks. Salah satu aspek utama yang menarik perhatian adalah adopsi kecerdasan buatan (AI) yang mulai merambah berbagai bentuk interaksi, termasuk chatbot dan pencarian visual. Kaspersky, sebuah perusahaan keamanan siber ternama, memperkirakan bahwa penggunaan teknologi ini tidak hanya mengubah pengalaman belanja konsumen, tetapi juga memperluas risiko keamanan siber.

Salah satu poin utama dalam laporan Kaspersky adalah peran chatbot yang kian dominan sebagai alat penemuan produk di marketplace dan platform belanja daring. Berbeda dengan pencarian berbasis kata kunci, antarmuka percakapan memungkinkan konsumen menyampaikan kebutuhan mereka secara lebih detail menggunakan bahasa alami. Hal ini membantu platform membangun profil pengguna yang lebih lengkap, mencakup preferensi, batasan anggaran, hingga konteks personal. Namun, di balik manfaat tersebut, kondisi ini juga meningkatkan permukaan serangan terhadap privasi.

Log percakapan chatbot bisa memiliki sensitivitas setara dengan data transaksi, sehingga berisiko disalahgunakan atau bocor jika tidak dikelola dengan tata kelola data yang ketat. Anna Larkina, pakar analisis data web dan privasi di Kaspersky, menjelaskan bahwa pola pencarian itu sendiri sedang berubah, termasuk bagaimana orang mencari produk secara online.

Selain teknologi pencarian, faktor regulasi juga diprediksi menjadi celah baru bagi kejahatan siber. Perubahan kebijakan pajak, bea impor, dan aturan perdagangan lintas negara bisa dieksploitasi sebagai umpan dalam skema penipuan daring. Modifikasi aturan tersebut sering dimanfaatkan melalui kampanye phishing atau toko online palsu yang menawarkan harga sangat murah dengan dalih penghematan pajak atau biaya impor. Situasi ini dapat menurunkan tingkat kewaspadaan konsumen dan pelaku usaha, khususnya usaha kecil dan menengah, di tengah dinamika penetapan harga dan biaya lintas pasar yang terus berubah.

Di sisi lain, Kaspersky juga menyoroti meningkatnya peran asisten belanja berbasis AI yang beroperasi di luar platform ritel. Agen belanja ini diperkirakan akan semakin terintegrasi ke dalam peramban, aplikasi seluler, dan layanan pihak ketiga untuk membantu navigasi produk dan perbandingan harga. Meski dirancang untuk menyederhanakan navigasi dan penemuan harga, alat-alat ini menggeser pengumpulan data di luar perimeter pengecer, menciptakan risiko privasi baru dan kurang terlihat.

Agar berfungsi secara efektif, agen belanja AI eksternal memerlukan akses terus menerus ke perilaku pengguna, termasuk aktivitas penelusuran, konteks lokasi, dan interaksi produk di berbagai situs. Anna menyebut hal ini memungkinkan agregasi profil perilaku terperinci di luar kendali langsung pengguna dan platform ritel, meningkatkan risiko pengumpulan data berlebihan, penggunaan data yang tidak transparan, dan paparan tidak disengaja.

Tantangan berikutnya datang dari fitur pencarian produk berbasis gambar yang semakin populer. Jika sebelumnya isu privasi gambar terbatas pada foto ulasan produk, kini unggahan foto menjadi bagian rutin dari proses belanja. Foto yang diunggah pengguna berpotensi memuat informasi sensitif, seperti wajah, kondisi rumah, hingga data pribadi yang terlihat pada label pengiriman atau kemasan. Kaspersky menilai, untuk menjaga kepercayaan konsumen, pengecer perlu menerapkan prinsip pemrosesan aman, minimalisasi data, serta kebijakan retensi yang terbatas.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Laptop Toshiba Terbaik 2026 untuk Mahasiswa Desain: Kreativitas Tak Terbatas, Harga Cerdas

26 Januari 2026

Tampil Mewah! Yamaha NMAX Turbo Texmax 2026, Skutik Hitam Sporty

26 Januari 2026

Yamaha Perkenalkan TMAX Edisi Spesial dengan Jajaran Maxi Elegan dari XMax hingga NMax

26 Januari 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Ter Stegen bantu Girona raih poin pertama di laga debut vs Getafe

29 Januari 2026

Datangkan Kurzawa, Persib Puncaki Daftar Pemain Termahal Super League

29 Januari 2026

Pekan Ini: MU Kalahkan Arsenal, Chelsea Menang

29 Januari 2026

Terbongkar! Tugas Rahasia Pedro Matos yang Bantu Persebaya Kalahkan PSIM Yogyakarta 3-0

29 Januari 2026
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?