Tiket Pelni dari Tarakan untuk Mudik Maret 2026 Sudah Habis Terjual
Jelang arus mudik Idul Fitri 1447 Hijriah, tiket Kapal Pelni dari Tarakan dilaporkan sudah habis dibooking oleh calon penumpang melalui sistem penjualan daring. Kondisi ini terjadi setelah masyarakat mulai membeli tiket jauh-jauh hari untuk memastikan pulang kampung halaman. Kepala Kantor Cabang PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Tarakan, Ferdy Ronny Masengi mengungkapkan, dengan habisnya tiket Kapal Pelni menandakan minat masyarakat untuk menggunakan kapal laut untuk mudik tahun ini cukup tinggi.
“Puji syukur dengan sosialisasi yang kami lakukan, masyarakat sudah membeli tiket jauh-jauh hari. Untuk seat yang tersedia sampai saat ini secara umum sudah terisi semua,” ungkap Ferdy Ronny Masengi. Menurut Ferdy Ronny Masengi, tiket yang sudah habis dipesan antara lain untuk keberangkatan pada 4 Maret, 10 Maret, 15 Maret, dan 16 Maret.
Meski demikian, kemungkinan penambahan kursi masih dapat terjadi apabila ada penyesuaian rute atau perubahan kuota dari pelabuhan lain. “Kalaupun ada tambahan seat, otomatis akan muncul di dalam sistem,” ujarnya. Untuk itu, dihimbau bagi masyarakat untuk selalu memantau ketersediaan tiket melalui aplikasi resmi perusahaan.
Pembelian tiket dapat dilakukan melalui aplikasi Pelni Mobile sehingga calon penumpang tidak perlu datang langsung ke kantor. “Kami menyarankan agar pelanggan membeli tiket melalui mekanisme resmi. Jika membutuhkan informasi lebih lengkap, masyarakat bisa datang ke kantor cabang,” kata Ferdy Ronny Masengi.
Dengan habisnya tiket di arus mudik dari Tarakan ini dipastikan akan terjadi lonjakan penumpang. Oleh karena itu, Ferdy Ronny Masengi mengaku, pihaknya telah menyiapkan berbagai langkah strategis dalam menghadapi lonjakan penumpang pada momen mudik tahun ini. Menurutnya, kesiapan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan direksi perusahaan terkait penyelenggaraan layanan angkutan Lebaran 2026.
“Dalam kesiapan PT PELNI sendiri, sesuai arahan direksi dan beberapa pertemuan yang sudah kami ikuti, kami telah menyiapkan sejumlah langkah strategis dalam menyikapi layanan angkutan Lebaran tahun 2026 ini,” ujarnya. Ia menjelaskan, periode angkutan lebaran secara resmi telah dibuka oleh Direktur Utama Pelni dan mulai diberlakukan sejak 6 Maret hingga 6 April 2026. Sejak tanggal tersebut, Pelni sudah bersiap menerima seluruh pelanggan yang akan melakukan perjalanan mudik ke kampung halaman.
“Terhitung tanggal 6 Maret, Pelni sudah melakukan kesiapan untuk menerima seluruh pelanggan kami yang akan hendak mudik ke kampung halaman dengan pola periode yang kami jalankan dari 6 Maret sampai dengan 6 April 2026,” jelasnya. Dalam menghadapi lonjakan penumpang, Pelni juga melakukan penyesuaian rute pelayaran.
Beberapa kapal yang biasanya menempuh rute panjang kini dipersingkat agar frekuensi perjalanan bisa lebih cepat kembali ke Tarakan. “Dari pusat kami melakukan penyesuaian rute. Kapal yang biasanya berlayar dengan waktu panjang kami persingkat hanya sampai Makassar kemudian kembali lagi,” ungkap Ferdy. Kebijakan ini dilakukan untuk menghindari penumpukan calon penumpang di pelabuhan.
Dengan demikian, rotasi kapal dapat berlangsung lebih cepat sehingga kapasitas angkut bisa dimaksimalkan selama periode mudik. Pelni juga bekerja sama dengan berbagai pihak di kawasan pelabuhan untuk memastikan kelancaran arus penumpang. Koordinasi dilakukan bersama KSOP Tarakan, PT Pelindo, serta sejumlah instansi lainnya di pelabuhan.
Langkah yang dilakukan antara lain pengamanan serta sterilisasi area tertentu di terminal penumpang. Nanti lanjutjnya, ketika penumpang datang melalui terminal, sudah ada petugas yang menyambut dan mengatur alur pelayanan agar proses keberangkatan berjalan tertib. “Dengan pola tersebut, diharapkan calon penumpang dapat merasa lebih nyaman ketika datang ke pelabuhan hingga naik ke kapal,” pungkasnya.
Diketahui, sebelum memasuki masa angkutan lebaran, Pelni Cabang Tarakan juga telah melakukan berbagai persiapan teknis. Langkah tersebut meliputi pembenahan fasilitas kapal serta melengkapi seluruh perlengkapan yang berkaitan dengan aspek keselamatan pelayaran. “Kami melakukan pembenahan-pembenahan dan pemenuhan yang menjadi prioritas utama dalam pelayanan, terutama dari sisi penyiapan fasilitas kapal dan kelengkapan keselamatan,” katanya.
Selain itu, pemeriksaan juga dilakukan oleh pihak pemerintah melalui Kementerian Perhubungan. Di Tarakan, proses inspeksi dilakukan oleh tim dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas II Tarakan. “Seluruh akomodasi kapal yang dioperasikan oleh Pelni dilakukan pemeriksaan menyeluruh oleh pihak KSOP Tarakan untuk memastikan semuanya siap beroperasi,” pungkasnya.



