Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Jumat, 3 April 2026
Trending
  • Jadwal Kapal Bukit Siguntang Terbaru April 2026: Lihat Rute Selengkapnya
  • Tetap Bertahan atau Tersandung? Nasib Pekerja di Tengah Kesulitan Lapangan Kerja
  • Tanpa Sarung Tangan, Tak Masalah: Yuki Yoza Bagikan Kebiasaan Uniknya Jelang ONE Samurai 1
  • Perang, Hegemoni, dan Ujian Moral Peradaban: Refleksi Surat Al-Baqarah Ayat 30
  • Kekuatan Percaya Diri untuk Berkembang Bersama
  • Pengemudi Makassar Protes Kenaikan BBM: Ekonomi Belum Pulih
  • Yamaha NMAX 2026 Tantang Konsumen dengan Mesin Responsif dan Sistem Keamanan Mengganggu Pencuri
  • Supra X 125 FI 2026: Kembali Bercahaya dengan Irit BBM dan Performa Unggul
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Olahraga»Tanpa Sarung Tangan, Tak Masalah: Yuki Yoza Bagikan Kebiasaan Uniknya Jelang ONE Samurai 1
Olahraga

Tanpa Sarung Tangan, Tak Masalah: Yuki Yoza Bagikan Kebiasaan Uniknya Jelang ONE Samurai 1

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover2 April 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Kiprah Yuki Yoza di ONE: Presisi, Ketenangan, dan Kemenangan yang Membawanya ke Puncak



Kiprah Yuki Yoza di ONE tidak hanya ditandai oleh presisi dan ketenangan dalam bertanding, tetapi juga oleh deretan kemenangan atas lawan-lawan elite yang dengan cepat menempatkannya di jajaran atlet terbaik dunia. Kini, perjalanan itu membawanya ke momen terbesar dalam kariernya. Mantan juara K-1 tersebut akan menantang Jonathan “The General” Haggerty untuk memperebutkan Gelar Dunia ONE Bantamweight Kickboxing di ONE Samurai 1 pada Rabu, 29 April, di Ariake Arena, Tokyo.

Namun, di tengah persiapannya menuju laga penentu karier, ada satu hal tak biasa yang terus membedakannya dari striker elite lain di divisi ini. Hal itu pertama kali menarik perhatian penggemar global saat debutnya di ONE Friday Fights 109 pada Mei 2025. Setelah meraih kemenangan atas Elbrus “The Samurai” Osmanov, Yoza kembali ke sudutnya dan dengan santai melepas sarung tangannya – memperlihatkan bahwa ia bertarung tanpa hand wrap (balutan tangan).

Momen tersebut langsung memicu rasa penasaran. Dalam olahraga di mana perlindungan tangan dianggap hal mendasar, pilihan itu terasa sangat mencolok. Saat ditanya oleh Mitch Chilson di dalam ring, Yoza hanya menanggapinya dengan santai sambil tersenyum, menyebut dirinya “gila.” Namun di balik jawaban ringan itu, ada alasan yang lebih mendalam.

Keputusan Tanpa Hand Wrap yang Tidak Biasa

Jagoan berusia 28 tahun ini mengatakan:

“Saya mulai tidak menggunakan hand wrap dalam pertandingan sekitar empat laga terakhir saya di K-1. Sepertinya sejak melawan Kongnapa [Weerasakreck].

Sejak awal, saya memang tidak memakai wrap saat latihan. Tanpa itu, pergelangan tangan saya bisa bergerak jauh lebih bebas. Sulit dijelaskan, tapi terasa lebih fleksibel. Saat saya memakai wrap di pertandingan, saya tidak bisa bergerak dengan cara yang sama. Saya jadi tegang.”

Keputusan tersebut bukanlah sesuatu yang tiba-tiba. Itu berkembang secara alami dari kebiasaan latihannya. Apa yang terasa normal di gym justru terasa membatasi saat bertanding, membuatnya mempertimbangkan ulang apa yang benar-benar cocok untuk tubuhnya.

Dari situ, lahirlah eksperimen sederhana namun berani – yang kemudian menjadi bagian dari identitasnya sebagai petarung:

“Jadi saya mencoba meminta izin untuk bertarung tanpa wrap. Ternyata terasa sangat natural. Sejak itu, saya merasa lebih baik tanpa menggunakannya. Jadi sekarang saya tidak lagi memakai hand wrap.”

Pengaruh pada Kualitas Pukulan

Seiring waktu, Yoza menyadari bahwa keputusan tersebut bukan sekadar soal kenyamanan. Hal itu juga berdampak langsung pada kualitas pukulannya. Keunggulan teknis itu terbukti di panggung global. Setelah menang atas Osmanov, Yoza mengalahkan mantan Juara Dunia ONE Bantamweight Kickboxing Petchtanong Petchfergus dan Juara Dunia ONE Flyweight Kickboxing “The Kicking Machine” Superlek, memperpanjang rekor kemenangannya menjadi 13 laga beruntun.

Ia menjelaskan:

“Misalnya saat saya melepaskan pukulan ke badan, di latihan pergelangan tangan saya bisa berputar dengan bebas, jadi pukulan bisa mendarat bersih dengan buku jari. Tapi saat dibungkus wrap, pergelangan saya terkunci. Kadang bagian lain yang mengenai target. Hal yang sama juga terjadi pada hook. Saya tidak bisa mengeksekusinya dengan efektif.

Tapi saat saya mencoba bertarung tanpa wrap, pergelangan saya bisa kembali bergerak dengan baik. Saya bahkan bisa mencetak knockdown tanpa wrap. Bagi saya, pergerakan pergelangan ini adalah kunci. Jadi keuntungannya jelas lebih besar daripada risikonya.”

Metode Unik Yoza Lahir Karena Kebutuhan

Pendekatan tanpa hand wrap yang digunakan Yuki Yoza mungkin terlihat tidak biasa bagi penggemar maupun petarung lain, tetapi bagi orang-orang terdekatnya, hal itu justru sangat wajar. Bagi mereka, itu adalah bagian dari dirinya. Kenyamanan dengan metode tersebut membangun kepercayaan diri yang tidak hanya terlihat dari teknik, tetapi juga dari mentalitasnya secara keseluruhan.

Hubungannya dengan hand wrap bahkan bisa dibilang hampir tidak ada. Yoza berkata:

“Sebenarnya saya bahkan tidak bisa memasangnya sendiri. Saya tidak tahu cara membungkus tangan, bahkan saat latihan. Saya lebih sering hanya memukul mitts. Saya juga tidak melakukan latihan khusus untuk memperkuat pergelangan atau buku jari.

Bukan hanya tangan, setelah bertanding saya juga biasanya tidak mengalami cedera. Mungkin karena saya berasal dari Kyokushin Karate, di mana kami bertarung tanpa sarung tangan. Jadi itu bukan masalah bagi saya.”

Keyakinan dari Pelatih dan Rekan Setim

Dikelilingi striker elite di Team Vasileus seperti mantan juara K-1 tiga divisi Takeru “Natural Born Krusher” Segawa dan mantan juara interim ONE Featherweight Kickboxing Masaaki Noiri, Yoza telah membangun reputasi yang menghilangkan keraguan. Bagi pelatih dan rekan setimnya, tidak ada kekhawatiran – hanya keyakinan bahwa ia akan kembali tampil seperti biasa: tanpa cedera dan tetap mengendalikan pertandingan.

Ia menambahkan:

“Soal memakai hand wrap atau tidak, menurut saya itu tidak terlalu penting.

Apapun pilihannya, yang terpenting adalah menggunakan apa yang paling nyaman untuk diri sendiri.”

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Mayoritas Bintang Man United Sudah Pilih Pelatih Tetap Favoritnya

2 April 2026

Skenario Persipura Jayapura Lolos Liga 1 Musim Depan Usai Kalahkan Deltras: Cukup Ini Saja

2 April 2026

Mohamed Salah: Perjalanan Karier Sang Raja Mesir dari Nagrig ke Liverpool

2 April 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Jadwal Kapal Bukit Siguntang Terbaru April 2026: Lihat Rute Selengkapnya

3 April 2026

Tetap Bertahan atau Tersandung? Nasib Pekerja di Tengah Kesulitan Lapangan Kerja

2 April 2026

Tanpa Sarung Tangan, Tak Masalah: Yuki Yoza Bagikan Kebiasaan Uniknya Jelang ONE Samurai 1

2 April 2026

Perang, Hegemoni, dan Ujian Moral Peradaban: Refleksi Surat Al-Baqarah Ayat 30

2 April 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?