Perbandingan dan Keunggulan Suzuki Fronx di Tahun 2026
Suzuki Fronx masih menjadi salah satu model yang menarik perhatian di segmen small SUV atau compact SUV pada awal tahun 2026. Di tengah persaingan ketat dengan berbagai model baru yang dilengkapi fitur canggih dan harga kompetitif, pertanyaan muncul: apakah Fronx masih layak untuk dibeli?
Harga Suzuki Fronx saat ini berada dalam kisaran Rp261 juta hingga Rp330 juta OTR Jakarta. Varian termurah, Fronx GL manual, dijual dengan harga sekitar Rp261.500.000, sedangkan varian tertinggi, SGX Hybrid 2-Tone otomatis, mencapai Rp330.300.000.
Dari sisi mesin, Suzuki Indonesia menyediakan dua pilihan untuk Fronx. Varian GL menggunakan mesin K15B 1.462 cc 4-silinder dengan tenaga sekitar 103 hp dan torsi 138 Nm. Sementara varian GX dan SGX mengandalkan mesin K15C dengan teknologi Smart Hybrid (SHVS) yang diklaim lebih efisien dan halus.
Pilihan transmisi juga cukup menarik. Fronx tersedia dalam opsi manual 5-percepatan serta otomatis 6-percepatan konvensional, bukan AGS atau CVT. Hal ini memberikan pengalaman berkendara yang lebih alami bagi pengemudi yang tidak terbiasa dengan karakter CVT yang cenderung melar.
Secara dimensi, Fronx memiliki panjang 3.995 mm dengan ground clearance 170 mm. Radius putar hanya 4,8 meter, menjadikannya salah satu yang terkecil di kelasnya. Karakteristik ini membuat Fronx lincah saat bermanuver di jalan perkotaan yang padat atau ketika parkir di ruang sempit.
Dari sisi fitur, Fronx 2026 terbilang cukup lengkap untuk harga di bawah Rp350 juta. Varian GX dan SGX sudah dilengkapi Head-Up Display (HUD), layar sentuh 9 inci SmartPlay Pro+ dengan konektivitas nirkabel Apple CarPlay dan Android Auto, serta kamera 360 derajat. Khusus untuk tipe SGX, tersedia fitur ADAS seperti Dual Sensor Brake Support II, Adaptive Cruise Control, dan Rear Cross Traffic Alert.
Kenyamanan kabin juga menjadi nilai jual Fronx. Tersedia wireless charger, ventilasi AC belakang, dan kombinasi jok kulit dengan warna Bordeaux yang memberikan kesan lebih mewah dibanding sebagian rivalnya.
Meski demikian, Fronx memiliki beberapa catatan. Desain dashboard yang berbagi komponen dengan Baleno membuat sebagian konsumen merasa tampilannya kurang segar. Selain itu, teknologi yang digunakan masih berupa mild hybrid, sehingga mobil tidak dapat melaju hanya dengan tenaga listrik seperti full hybrid.
Ruang baris kedua juga cukup nyaman, meskipun ruang kepala bisa terasa terbatas bagi penumpang bertubuh sangat tinggi karena desain atap bergaya coupe. Bagi keluarga dengan kebutuhan ruang ekstra, ini bisa menjadi bahan pertimbangan.
Di pasar 2026, persaingan memang semakin ketat. Honda WR-V menawarkan performa mesin 1.5L i-VTEC yang lebih bertenaga. Toyota Raize hadir dengan mesin 1.0L turbo dan resale value kuat. Chery Tiggo Cross menggoda lewat fitur ADAS lengkap dengan harga kompetitif. Wuling Alvez dan Daihatsu Rocky juga bermain agresif di harga.
Namun, Fronx masih punya sejumlah keunggulan rasional. Konsumsi BBM yang irit berkat mesin K15C DualJet dan SHVS, radius putar kecil, serta jaringan bengkel Suzuki yang luas hingga pelosok menjadi nilai praktis yang sulit diabaikan. Untuk konsumen yang mengutamakan efisiensi dan ketenangan biaya perawatan, ini poin penting.
Jika Anda mencari SUV kompak dengan fitur modern, efisiensi bahan bakar baik, serta dukungan layanan purna jual yang matang, Suzuki Fronx masih sangat layak dipertimbangkan di 2026. Akan tetapi, bagi pencari performa paling kencang atau yang ingin beralih ke mobil listrik murni, opsi lain di kelas yang sama mungkin terasa lebih menarik.



