Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Rabu, 28 Januari 2026
Trending
  • Dua Wanita dan Satu Pria Tersesat di Sukasada, Suami Tunggu Dua Hari di Rumah
  • Arsenal Kalah dari Man United, Rekor 20 Tahun Liga Inggris Chelsea Tetap Aman
  • Akhyana Kehilangan Motor Kesayangannya di Plumbon
  • Cha Eun Woo Diperiksa Terkait Dugaan Penggelapan Pajak Rp230 Miliar
  • Hoki Beruntun! 5 Shio Ini Dikabarkan Dapat Keberuntungan Tak Terputus
  • Tetangga Dibacok, F Marah karena Istrinya Selingkuh, Pelaku Kabur Usai Bunuh
  • Profil Luke Vickery, Pemain Sepak Bola Australia Berdarah Medan yang Dikabarkan Dinaturalisasi
  • Hanya Polisi Bersertifikat di Satlantas Polresta Gorontalo yang Bisa Tilang Pengendara
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Beranda » Sleepmaxxing Tren Optimalisasi Tidur yang Viral di TikTok, Apakah Benar Efektif
Nasional

Sleepmaxxing Tren Optimalisasi Tidur yang Viral di TikTok, Apakah Benar Efektif

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover10 Maret 2025Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

IndonesiaDiscover –

Sleepmaxxing: Tren Optimalisasi Tidur yang Viral di TikTok, Apakah Benar Efektif?
Sleepmaxxing adalah tren yang berkembang di TikTok, di mana orang-orang menerapkan berbagai strategi untuk mengoptimalkan kualitas tidur mereka.(freepik)

TIDUR nyenyak kini bukan sekadar soal mematikan lampu dan mengenakan piyama. Tren baru bernama sleepmaxxing sedang viral di TikTok, dengan berbagai ritual dan perangkat tambahan untuk mendapatkan kualitas tidur terbaik. 

Mulai dari mengonsumsi kiwi sebelum tidur, mengenakan kacamata cahaya merah, menggunakan suplemen, hingga memasang alat pelebar lubang hidung, semuanya dilakukan demi tidur yang lebih optimal.

Apa Itu Sleepmaxxing?

Istilah sleepmaxxing merujuk pada berbagai teknik, produk, dan kebiasaan yang dikombinasikan untuk meningkatkan kualitas dan durasi tidur. Menurut Dr. Anita Shelgikar, profesor neurologi dari University of Michigan, praktik ini berkembang sebagai respons terhadap meningkatnya kesadaran tentang pentingnya tidur bagi kesehatan.

Baca juga : Cara Mudah Download Video TikTok Tanpa Aplikasi, Praktis lewat Browser!

Tren ini menjadi populer di TikTok dengan tagar #sleepmaxxing yang menarik ratusan ribu penonton. Dr. Jag Sunderram dari Rutgers University menjelaskan dulu tidur sering dianggap tidak terlalu penting, tetapi kini semakin banyak orang yang memahami peran krusialnya dalam kesehatan fisik dan mental.

Namun, apakah semua teknik yang digunakan dalam sleepmaxxing benar-benar efektif? Beberapa didukung oleh sains, sementara yang lain justru bisa berbahaya.

Teknik Sleepmaxxing yang Terbukti Efektif

Sebagian besar praktik sleepmaxxing sebenarnya mengacu pada kebiasaan dasar yang telah lama direkomendasikan oleh pakar tidur, seperti:

Baca juga : Alasan AS Larang TikTok terkait Israel bukan Tiongkok

  • Tidur di ruangan yang sejuk, gelap, dan tenang (15,6-19,4°C)
  • Menghindari paparan cahaya biru dari layar sebelum tidur
  • Mengurangi konsumsi alkohol dan kafein beberapa jam sebelum tidur
  • Menjaga jadwal tidur yang konsisten setiap hari

Paparan cahaya biru dari perangkat elektronik dapat menghambat produksi melatonin, hormon yang membantu tubuh tertidur. Sementara itu, alkohol dapat menyebabkan tidur tidak nyenyak dan sering terbangun di malam hari.

Teknik yang Masih Diperdebatkan

Beberapa alat seperti aplikasi pelacak tidur dapat membantu pengguna memahami pola tidurnya, tetapi ada risiko terlalu bergantung pada data dari aplikasi hingga meningkatkan kecemasan terkait tidur (orthosomnia).

Selimut berbobot juga semakin populer, dan beberapa penelitian menunjukkan manfaatnya dalam meningkatkan rasa nyaman serta merangsang produksi oksitosin, hormon yang membuat tubuh rileks. Namun, efeknya bisa berbeda-beda bagi setiap individu.

Baca juga : Konten Kreator Ini Bagikan Perbandingan Taksi Online Biasa dan yang Mewah di TikTok, Apa Saja Bedanya?

Paparan cahaya merah sebelum tidur juga diklaim dapat meningkatkan produksi melatonin. Namun, studi ilmiah masih belum mencapai kesimpulan yang pasti, dan beberapa penelitian justru menemukan bahwa cahaya merah dapat meningkatkan kewaspadaan saat tidur.

Suplemen dan Makanan: Perlukah?

Banyak sleepmaxxers mengonsumsi suplemen seperti melatonin dan magnesium untuk membantu tidur. Namun, menurut pakar, penggunaan jangka panjang dapat menutupi gangguan tidur yang sebenarnya memerlukan evaluasi medis. Bahkan, beberapa kondisi kesehatan tertentu dapat memburuk dengan konsumsi magnesium yang tidak sesuai.

Sebaliknya, konsumsi buah kiwi sebelum tidur didukung oleh beberapa penelitian karena kandungan antioksidan dan prekursor serotonin yang dapat membantu tidur lebih nyenyak.

Baca juga : TikTok Kembali ke Toko Aplikasi AS Setelah Trump Tunda Larangan hingga April

Praktik Berisiko dalam Sleepmaxxing

Salah satu tren berbahaya dalam sleepmaxxing adalah menutup mulut dengan plester (mouth taping) untuk mencegah pernapasan mulut. Meskipun pernapasan mulut dikaitkan dengan gangguan seperti mendengkur dan bau mulut, menutup mulut secara paksa dapat berisiko bagi penderita sleep apnea dan menyebabkan kerusakan jaringan lunak.

Sebaliknya, pelebar lubang hidung dapat bermanfaat bagi orang dengan hidung tersumbat kronis atau mendengkur. Namun, jika kesulitan bernapas mengganggu tidur, konsultasi dengan dokter tetap diperlukan.

Jangan Sampai Sleepmaxxing Menjadi Beban

Beberapa aspek sleepmaxxing lebih berfokus pada estetika, seperti rutinitas kecantikan berlapis sebelum tidur yang dipopulerkan oleh TikTokers. Dr. Shelgikar menekankan bahwa rutinitas tidur yang efektif adalah yang konsisten dan sesuai dengan kebutuhan individu.

Namun, terlalu terobsesi dengan sleepmaxxing justru bisa kontraproduktif. “Tidur yang seharusnya menjadi proses pemulihan malah berubah menjadi tugas yang penuh tekanan,” ujar Shelgikar. Beberapa orang bahkan mengalami orthosomnia, kecemasan berlebihan untuk mendapatkan tidur yang sempurna.

Jika Anda sudah menerapkan kebiasaan tidur yang sehat tetapi tetap mengalami masalah tidur, sebaiknya konsultasikan dengan dokter atau spesialis tidur untuk mendapatkan solusi yang tepat. (CNN/Z-2)

Apakah Benar Efektif Optimalisasi Sleepmaxxing tidur TikTok tren Viral yang
Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Dua Wanita dan Satu Pria Tersesat di Sukasada, Suami Tunggu Dua Hari di Rumah

28 Januari 2026

Akhyana Kehilangan Motor Kesayangannya di Plumbon

28 Januari 2026

Cha Eun Woo Diperiksa Terkait Dugaan Penggelapan Pajak Rp230 Miliar

28 Januari 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Dua Wanita dan Satu Pria Tersesat di Sukasada, Suami Tunggu Dua Hari di Rumah

28 Januari 2026

Arsenal Kalah dari Man United, Rekor 20 Tahun Liga Inggris Chelsea Tetap Aman

28 Januari 2026

Akhyana Kehilangan Motor Kesayangannya di Plumbon

28 Januari 2026

Cha Eun Woo Diperiksa Terkait Dugaan Penggelapan Pajak Rp230 Miliar

28 Januari 2026
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?