Hasil Final FIFA Series 2026: Timnas Indonesia Kalah dari Bulgaria dalam Drama Penalti
Pertandingan final antara Timnas Indonesia dan Bulgaria di ajang FIFA Series 2026 akhirnya berakhir dengan kemenangan Bulgaria dengan skor 0-1. Laga yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senin (30/3) malam WIB, berjalan sengit dan penuh drama. Meski Indonesia tampil dominan dalam beberapa momen, keberuntungan tidak berpihak pada skuad Garuda.
Jalannya Pertandingan
Sejak menit awal, Timnas Indonesia langsung mengambil inisiatif serangan. Di menit ke-5, Ramadhan Sananta menciptakan peluang pertama melalui umpan yang berhasil direbut, namun eksekusinya masih mampu diblok oleh lini belakang Bulgaria. Pada kesempatan itu, Sananta juga sempat dijatuhkan di depan kotak penalti, tetapi wasit memilih untuk tidak memberikan pelanggaran.
Tekanan terus berlanjut. Ragnar Oratmangoen mencoba menembus kotak penalti, namun rapatnya pertahanan Bulgaria memaksanya mengalirkan bola ke tengah. Indonesia kemudian mendapatkan sepak pojok kedua, tetapi peluang dari Ole Romeny masih belum menemui sasaran.
Menit ke-14, Kevin Diks dilanggar di sisi kiri serangan. Ia mengambil sendiri tendangan bebas tersebut, mengirimkan bola lambung ke jantung pertahanan Bulgaria. Sayangnya, tidak ada pemain Indonesia yang mampu menyambut dengan sempurna.
Indonesia kembali mengancam lewat pergerakan cepat. Nathan Tjoe-A-On yang lolos di sisi sayap melepaskan umpan ke depan gawang, tetapi berhasil diantisipasi bek Bulgaria sebelum mencapai target. Memasuki menit ke-18, Bulgaria mulai keluar dari tekanan. Mereka mencoba membangun serangan balik cepat, meski hingga menit ke-25 Indonesia masih unggul dalam penguasaan bola.
Serangan Bulgaria mulai lebih terorganisir. Pemain bernomor 22, Christian Stoyanov, melepaskan percobaan dari luar kotak penalti, namun bola masih melebar dan hanya menghasilkan sepak pojok. Situasi tersebut berhasil diamankan Jay Idzes yang menyapu bola keluar dari area berbahaya.
Momen krusial terjadi di menit ke-35. Kevin Diks melakukan tekel bersih di dalam kotak penalti untuk menghentikan pergerakan Zdravko Dimitrov. Awalnya wasit tidak menganggap itu pelanggaran. Namun, setelah tinjauan VAR, keputusan berubah drastis: penalti untuk Bulgaria. Marin Petkov maju sebagai eksekutor pada menit ke-37. Dengan tenang, ia menempatkan bola ke sisi kiri gawang, mengecoh Emil Audero yang bergerak ke arah sebaliknya. Skor berubah menjadi 0-1 untuk keunggulan Bulgaria.
Setelah gol tersebut, pertandingan semakin keras. Justin Hubner sempat melakukan pelanggaran di lini tengah yang memberi Bulgaria tendangan bebas. Sementara itu, Indonesia mencoba membalas melalui aksi individu Sananta, namun miskomunikasi dengan rekan setim membuat peluang kembali terbuang. Hingga peluit babak pertama dibunyikan, skor tetap bertahan 0-1 untuk keunggulan Bulgaria.
Babak II
Memasuki babak kedua dengan ketertinggalan 0-1, Timnas Indonesia langsung mengambil inisiatif serangan. Tekanan tinggi diperagakan sejak menit awal, mencoba memanfaatkan kondisi lapangan basah yang kerap menyulitkan lini belakang Bulgaria. Perubahan langsung dilakukan. Ivar Jenner masuk menggantikan Ramadhan Sananta, memberikan energi baru di lini tengah. Indonesia mencoba bermain lebih cair dengan aliran bola cepat dari kaki ke kaki.
Namun, justru Bulgaria yang hampir menggandakan keunggulan pada menit ke-57. Berawal dari situasi sepak pojok, bola lepas dari tangkapan Emil Audero dan jatuh di depan gawang kosong. Martin Minchev yang menyambar bola tampak sudah mencetak gol, tetapi Ivar Jenner melakukan blok krusial tepat di garis, menyelamatkan Indonesia dari kebobolan kedua.
Dua menit berselang, Indonesia merespons. Peluang tercipta melalui skema serangan cepat, namun tembakan yang dilepaskan masih mampu diblok pertahanan Bulgaria yang tampil disiplin. Menit ke-60, John Herdman kembali melakukan perubahan. Elkan Baggott dan Eliano Reijnders masuk menggantikan Ragnar Oratmangoen dan Nathan Tjoe-A-On. Dampaknya langsung terasa. Eliano nyaris mencetak gol dari sentuhan pertamanya, tetapi hanya menghasilkan sepak pojok.
Dari situasi lemparan ke dalam tak lama kemudian, Elkan Baggott menyundul bola ke arah gawang, namun bek Bulgaria sigap menghalau tepat di garis. Pertandingan semakin terbuka. Pada menit ke-65, Bulgaria mendapatkan peluang emas lewat serangan balik cepat. Situasi satu lawan satu nyaris berbuah gol, tetapi Rizki Ridho menunjukkan ketenangan luar biasa dengan intervensi bersih yang menggagalkan peluang tersebut.
Indonesia terus menekan. Umpan silang Justin Hubner di menit-menit berikutnya hampir menemui Ole Romeny yang berdiri bebas di kotak penalti, tetapi bola meluncur sedikit terlalu jauh. Puncak peluang Indonesia datang di menit ke-71. Ole Romeny melakukan pergerakan cerdas, mengontrol bola dengan satu sentuhan sebelum melepaskan tembakan. Namun, bola hanya menghantam mistar gawang—momen yang membuat seluruh stadion sempat terdiam sebelum menghela napas kecewa.
Pergantian kembali dilakukan dengan masuknya Dony Tri Pamungkas, disusul Beckham Putra untuk menambah variasi serangan. Intensitas tidak menurun, justru semakin tinggi memasuki 10 menit akhir. Menit ke-80, Emil Audero menunjukkan kelasnya. Ia melakukan penyelamatan gemilang untuk menahan tembakan keras pemain Bulgaria dari dalam kotak penalti, menjaga asa Indonesia tetap hidup.
Bulgaria sempat mencoba mengancam lewat Nikola Iliev dengan tendangan jarak jauh, namun bola masih melambung jauh di atas mistar. Memasuki menit ke-85, Indonesia mendapatkan peluang emas melalui sepak pojok. Kevin Diks mengirimkan bola berbahaya ke depan gawang, tetapi berhasil ditepis kiper Dimitar Mitov. Bola liar kemudian jatuh ke kaki Rizki Ridho yang maju membantu serangan. Tembakannya berhasil ditepis, dan bola rebound kembali membentur mistar gawang. Ini menjadi kali kedua mistar menyelamatkan Bulgaria dari kebobolan.
Hingga peluit panjang dibunyikan, Indonesia terus menekan tanpa hasil. Skor 0-1 untuk Bulgaria bertahan, menutup laga final dengan rasa frustrasi bagi skuad Garuda yang tampil penuh determinasi namun kurang beruntung dalam penyelesaian akhir.
Susunan Pemain
Timnas Indonesia:
Emil Audero (GK)
Kevin Diks
Jay Idzes (C)
Rizki Ridho
Sandy Walsh
Calvin Verdonk
Nathan Tjoe-A-On
Justin Hubner
Ragnar Oratmangoen
Ole Romeny
Ramadhan Sananta
Cadangan:
12. Maarten Paes (GK)
13. Jens Raven
14. Joey Pelupessy
15. Eliano Reijnders
16. Dony Pamungkas
18. Ivar Jenner
19. Elkan Baggott
8. Yakob Sayuri
7. Beckham Putra
24. Cahya Supriadi (GK)
25. Nadeo Argawinata (GK)
26. James Dean
27. Mauro Zijlstra
Pelatih: John Herdman
Bulgaria:
Dimitar Mitov (GK)
Teodor Ivanov
Andrian Kraev
Zdravko Dimitrov
Filip Krastev (C)
Petko Hristov
Marin Petkov
Martin Minchev
Martin Georgiev
Dimitar Velkovski
Christian Stoyanov
Cadangan:
2. Rosen Bozhinov
3. Emil Tsenov
6. Hristiyan Petrov
7. Georgi Rusev
9. Vladimir Nikolov
11. Nikola Iliev
12. Daniel Naumov (GK)
13. Berk Beyhan
18. Kristiyan Balov
19. Ivan Turitsov
23. Martin Velichkov (GK)
25. Dominik Yankov
26. Tonislav Yordanov
Pelatih: Aleksandar Dimitrov



