Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Selasa, 24 Februari 2026
Trending
  • IIMS 2026 Catat 580 Ribu Pengunjung dan Transaksi Rp8,7 Triliun
  • 10 Jalur Mudik Tercepat Jakarta-Jawa Tengah via Tol, Perjalanan Lebih Lancar
  • Sirilus Wali: Musik yang Tak Pernah Redup
  • Zodiak Pekan Ini: Siapa yang Beruntung dan Tidak di 23 Februari–1 Maret 2026
  • Berita Terkini: Semen Padang vs Malut United, VAR Bikin Kericuhan hingga Kartu Merah
  • Kisah Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi Membangun Jembatan Air Cugung yang Bikin Heboh
  • Apa Itu Benchling? Ini Makna dan 7 Tanda Utamanya
  • Ramalan Zodiak 21 Februari 2026: Cinta, Karier, Keuangan, dan Emosi Terbongkar Hari Ini
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Ragam»Hiburan»Sirilus Wali: Musik yang Tak Pernah Redup
Hiburan

Sirilus Wali: Musik yang Tak Pernah Redup

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover24 Februari 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Perjalanan Kehidupan Sirilus Wali, Komponis dan Maestro Musik Gerejawi NTT

Sirilus Wali, seorang komponis dan maestro musik gerejawi yang terkenal di Nusa Tenggara Timur (NTT), meninggal dunia pada 17 Februari 2026 di RS Ae Ramo Mbay. Ia mengembuskan napas terakhirnya pada usia 62 tahun. Kepergiannya menjadi duka bagi seluruh komunitas musik gerejawi dan pencinta budaya NTT.

Keluarga besar Sirilus Wali, termasuk istrinya Alfonsa, serta anak-anaknya Renold dan Maria Angel Wali, kini merasa kehilangan. Mereka adalah sahabat terdekat yang selalu mendampingi Sirilus dalam setiap perjalanan hidupnya. Mereka juga sering bernyanyi bersamanya dengan penuh kasih sayang.

Sebagai seorang seniman sekaligus guru SBD di dua sekolah di Kota Kupang, yaitu SMAK Giovani dan SMAN 11 Kota Kupang, Sirilus Wali telah memberikan kontribusi besar dalam pendidikan dan seni. Ia lahir di Ndangakapa, Nangapanda, Kabupaten Ende, dan tinggal di Kota Kupang sejak lama. Rekan-rekannya mengenalnya sebagai lelaki rendah hati, tenang, sabar, serta berbudi halus yang dibentuk oleh keindahan musik.

Peran dalam Musik Liturgi Gereja

Sirilus Wali menekuni bidang komposisi sejak tahun 1990, ketika ia belajar di Universitas Widya Mandira bersama dosen-dosen hebat seperti almarhum Pater Anton Sigoama SVD, Pater Daniel Kiti, SVD, dan Bapak Petrus Riki Tukan. Dari sana, ia mulai mengembangkan dan menciptakan lagu-lagu Misa Inkulturasi serta misa-misa umum.

Lagu-lagunya yang sering dinyanyikan dalam Misa Gereja Katolik antara lain “Kami Membawa Persembahan” dan “Mari Pulang, Kita Memuji Allah”. Lagu-lagu ini tidak hanya menjadi bagian dari liturgi gereja, tetapi juga membawa pesan spiritual yang dalam.

Inspirasi Budaya dan Kreativitas

Sirilus Wali dikenal sebagai komponis NTT yang kreatif. Pada setiap hari raya gerejani seperti Natal dan Paskah, ia selalu merilis lagu misa baru. Selain itu, ia juga sering merilis lagu gereja untuk peristiwa khusus seperti misa perdana Imam baru, pesta paroki, atau syukur perak-pancawindu imamat.

Salah satu contoh lagu yang ia tulis adalah untuk perayaan syukur perak imamatku pada tahun 2011 dengan tema “Tuhan adalah gembalaku” (Mz,23). Pilihan kalimat lagu syairnya berasal dari gambaran sederhana dan konkret di kampung halaman nenek moyangnya Embu Jata, “Ndangakapa”-Tanah Jea dan di kampung halamanku Nangapanda, Kabupaten Ende.

Di sana, Sirilus pernah menjadi anak kampung yang mengembalakan kambing. Anak kampung dengan hati riang ini menghantar kambing ke rumput yang lebih hijau dan air yang tenang. Pada senja sebelum matahari terbenam, ia menghantar kambing ke Keka Rongo (kandang kambing).

Dalam lagu-lagunya, Yesus digambarkan sebagai sahabat yang dekat dan akrab yang selalu memiliki waktu untuk duduk dengan tenang dan mendengar isi hati kita dengan penuh pengertian. Tuhan Yesus selalu mendekati kita, karena itu kita tidak sia-sia bila kita berbicara kepada-Nya. Dia adalah sahabat kita.

Berbagai Genre dan Karya Lainnya

Dengan dasar yang kuat, Sirilus Wali mampu merambah berbagai genre, termasuk meliris lagu-lagu pop nasional dan daerah yang bernuansa budaya lokal serta tema kerukunan antarumat beragama. Salah satu lagu POP yang dirilisnya adalah tentang CINTA dan RASA. Lagu ini lahir atas refleksi mengenai kehidupan cinta yang mendalam.

Jika sebuah pasangan kekasih telah dikaruniai CINTA, maka mereka wajib menjaga RASA CINTA. Sebagai seorang pendidik, Sirilus juga banyak menulis lagu-lagu mars. Salah satunya tercatat pernah meraih penghargaan 6 besar terbaik nasional dengan Mars Perempuan PGRI, yang diselenggarakan oleh Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Pusat.

Warisan dan Kehidupan Keluarga

Sirilus Wali nampak bahagia ketika putrinya, Veronika Maria Angel Wali, yang saat itu masih siswi SMA, mengikuti jejaknya dalam ajang cipta lagu mars di tingkat provinsi dan nasional. Angel pun pernah meraih juara 1 dalam ajang lomba cipta lagu antar SMA/SMK se-NTT yang melibatkan 36 peserta.

Orang Latin bilang, “Qui bene cantat, bis orat”: “Dia yang bernyanyi baik, berdoa dua kali”. Dengan hati hening kita berdoa semoga sang komponis bersatu dengan sumber segala harmoni, bersama para malekat, Kerubim dan Serafim bernyanyi memuji kekudusan Tuhan tiada henti.

Terima kasih Ari Jao Sirilus Wali, cinta dan suara serta keindahan melodimu adalah abadi dalam hidup kami.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Rindu Panggung, Jerome Kurnia Ingin Kembali ke Teater yang Membawanya Terkenal

24 Februari 2026

Tujuh Hunian di Atas Awan, Tempat Tinggal Tertinggi di Dunia

24 Februari 2026

Jelajahi Warna, Nippon Paint Refleksikan Perspektif Global Melalui Lensa Warna Indonesia

24 Februari 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

IIMS 2026 Catat 580 Ribu Pengunjung dan Transaksi Rp8,7 Triliun

24 Februari 2026

10 Jalur Mudik Tercepat Jakarta-Jawa Tengah via Tol, Perjalanan Lebih Lancar

24 Februari 2026

Sirilus Wali: Musik yang Tak Pernah Redup

24 Februari 2026

Zodiak Pekan Ini: Siapa yang Beruntung dan Tidak di 23 Februari–1 Maret 2026

24 Februari 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?