Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Senin, 23 Maret 2026
Trending
  • Timnas Indonesia Kehilangan Kontrol, Strategi Herdman Disoroti A1
  • Jalan Berat PSIS Semarang Bertahan di Championship, Snex-Panser Cek Laga Sulit Mahesa Jenar
  • OJK Target Pasar Modal Rp25.000 Triliun, Tercapai Sehat?
  • YAMAHA R15M Edisi Khusus 70 Tahun Indonesia, Motor Impian Kolektor!
  • OJK Target Pasar Modal Rp25.000 Triliun, Tercapai Sehat?
  • Ketua RT di Desa Palon Blora Diperiksa Polisi Usai Naik Motor di Jalan Basah
  • Pembanding iPhone 14 Pro Max vs 15 Pro Max, Apakah Harganya Masih Layak di Tahun 2026?
  • 5 Situs Trading Terbaik 2026: Fitur, Biaya, dan Keunggulan
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Siklon Tropis 93S Menguat di Samudra Hindia: 8 Wilayah Indonesia Siaga Hujan Lebat dan Angin Kencang
Nasional

Siklon Tropis 93S Menguat di Samudra Hindia: 8 Wilayah Indonesia Siaga Hujan Lebat dan Angin Kencang

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover23 Desember 2025Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Pengertian Bibit Siklon Tropis 93S

Bibit Siklon Tropis 93S adalah kode yang digunakan untuk mengidentifikasi sistem cuaca tropis (invest area) di Samudra Hindia bagian selatan Indonesia. Sistem ini pertama kali terdeteksi pada 11 Desember 2025. Angka “93S” merujuk pada sistem penomoran internasional, di mana angka 93 menunjukkan urutan pengenalan, sedangkan huruf “S” menandakan bahwa sistem tersebut berada di belahan bumi selatan.

Bibit siklon ini merupakan awal dari potensi pembentukan siklon tropis. Sistem ini memiliki pusat tekanan rendah dengan angin yang berputar dan memiliki potensi untuk berkembang menjadi siklon tropis penuh jika kondisi lingkungan mendukung. Kondisi yang mendukung antara lain suhu permukaan laut yang hangat dan minimnya gangguan atmosfer.

Pada tanggal 22 Desember 2025, posisi bibit siklon 93S berada di sebelah barat daya Jawa Barat. Kecepatan angin maksimum mencapai 35-50 knot, sementara tekanan udara minimum sekitar 998 hPa. BMKG memprediksi bahwa sistem ini akan berkembang menjadi siklon tropis kategori 1 malam ini. Namun, sistem ini bergerak menjauh ke arah barat daya, sehingga tidak langsung mendarat di wilayah Indonesia. Meskipun demikian, dampak tidak langsung dari sistem ini masih cukup signifikan.

Dampak Tidak Langsung dari Bibit Siklon 93S

Dampak tidak langsung dari bibit siklon 93S terutama melalui tarikan massa udara basah yang dapat memicu hujan ekstrem di daratan bagian selatan. Perbedaan utama dari siklon langsung seperti Senyar (yang menyebabkan banjir di Sumatera) adalah bahwa 93S berada jauh di laut, tetapi pengaruhnya luas melalui konvergensi angin dan awan hujan.

Wilayah-wilayah yang terdampak oleh bibit siklon 93S meliputi:

  • Jawa Barat
  • Banten
  • Jawa Tengah
  • DI Yogyakarta
  • Jawa Timur
  • Lampung
  • Bali
  • NTB & NTT

Dampak utama dari sistem ini adalah hujan sedang hingga lebat di Pulau Jawa bagian barat-tengah, Bali, serta Nusa Tenggara. DKI Jakarta juga termasuk dalam daftar wilayah yang terdampak karena pengaruhnya ke Banten dan Jabar, yang sering kali mengalami hujan kiriman.

Update Terkini dari BMKG

BMKG memberikan update terkini tentang kondisi cuaca akibat bibit siklon 93S. Berikut adalah rincian dampak yang diperkirakan:

  • Hujan sedang-lebat: Wilayah yang terkena hujan sedang hingga lebat meliputi Banten, Jabar, Jateng, DIY, Jatim, Bali, NTB/NTT, dan Lampung.
  • Angin kencang: Wilayah pesisir selatan Jawa dan Bali berpotensi mengalami angin kencang.
  • Gelombang tinggi: Gelombang tinggi dengan ketinggian 1,25-2,5 meter terjadi di Samudra Hindia selatan Jawa-NTB, perairan selatan Jawa, serta Selat Bali-Lombok-Alas selatan.

Risiko yang muncul akibat kondisi ini meliputi banjir, longsor di lereng, dan gangguan pelayaran. Masyarakat yang tinggal di pesisir dan wilayah rawan bencana diminta untuk tetap siaga dan memperhatikan informasi resmi.

Imbauan dari BMKG

BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi resmi terkait perkembangan cuaca. Selain itu, masyarakat diminta untuk menghindari aktivitas di laut saat gelombang tinggi terjadi. Persiapan drainase banjir juga penting dilakukan, mengingat musim hujan sudah memasuki puncaknya. Adanya fenomena La Nina diperkirakan akan memperkuat intensitas hujan dan cuaca ekstrem dalam beberapa waktu ke depan.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Jalan Berat PSIS Semarang Bertahan di Championship, Snex-Panser Cek Laga Sulit Mahesa Jenar

23 Maret 2026

OJK Target Pasar Modal Rp25.000 Triliun, Tercapai Sehat?

22 Maret 2026

Zendhy Kusuma Bantah Pencurian, Nabilah O’Brien Ungkap Bukti Valid

22 Maret 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Timnas Indonesia Kehilangan Kontrol, Strategi Herdman Disoroti A1

23 Maret 2026

Jalan Berat PSIS Semarang Bertahan di Championship, Snex-Panser Cek Laga Sulit Mahesa Jenar

23 Maret 2026

OJK Target Pasar Modal Rp25.000 Triliun, Tercapai Sehat?

22 Maret 2026

YAMAHA R15M Edisi Khusus 70 Tahun Indonesia, Motor Impian Kolektor!

22 Maret 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?